my secret love

my secret love
Bab 22



Tiba di ruangan dokter kandungan. Lalu sang dokter menuliskan beberapa resep vitamin serta menjelaskan perihal kehamilan Saina.


"Bu, Saina selamat anda hamil." Ujar sang dokter.


"Tapi, perlu di jaga baik-baik bu-"


"Kenapa dok? Ada apa dengan saya?" tanya Saina yang memotong ucapan sang dokter.


"Kandungan nona lemah. Jadi mohon untuk selalu jaga baik-baik. Saya akan resep kan vitamin dan penguat kandungan. Jadi ibu harus ekstra menjaga kandungan Ibu. Apakah ada keluhan lain, selain muntah dan susah makan?"


"Ngga ada dokter, udah itu aja."


Setelah melakukan pemeriksaan kini Saina antri di bagian apotek. Pandangan nya kosong. Ia semakin bingung apa yang harus di lakukan saat ini. Apakah anaknya nanti akan mengalami hal yang sama dengan dirinya? Sendiri dan sering kesepian di dunia.


Siti diam-diam mengirim pesan pada Thomas. Ia menceritakan dengan detail tanpa ada yang terlewat sedikit pun.


" Ayo, kita pulang non! Ini obat nya sudah bibi tebus." Ajak Siti pada Saina.


"Iya, ayo kita pulang."


Di Paris


Bulan madu yang direncanakan indah menjadi berantakan, beberapa menit lalu Mauren tak sengaja membaca pesan yang ada di notif ponsel Thomas. Tidak jelas, hanya sekilas' non Saina hamil tuan' itulah pesan yang Mauren baca.


Tangis nya pecah di sudut kamar yang temaram. Thomas belum tahu hal ini karena ia sedang keluar dari hotel untuk membeli camilan. Kamar yang semula di tata indah, rapi dan romantis kini berubah berantakan karena ulah Mauren.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Thomas saat masuk kamar hotel.


"Hai, kau kenapa?" Kali ini Thomas mendekat dan memegang pundak Mauren.


"Jangan sentuh aku, brengsek. Aku jijik, pergi kau brengseek!" Teriak Mauren.


"Kau kenapa?" tanya Thomas yang heran mendengar Mauren.


"Siapa Saina? Dia sedang hamil anakmu kan?" tanya Mauren.


Kini wanita itu bangkit dari duduknya. Ia menghapus air mata nya dengan kasar. Ia berdiri dan memukul dada bidang sang suami dengan kencang. Tamparan dan makian tak luput dari bibirnya. Rasanya inilah cara satu-satunya untuk melampiaskan emosi nya . Rasa kecewa sakit sudah tertumpuk jadi satu.


"Apa maksudnya?" tanya Thomas pura-pura tidak tahu.


"Aku lihat notif di ponsel mu. Ada pesan kalau Saina hamil. Kau keterlaluan sekali, kau tega bercinta dengan wanita lain di belakang istri mu. Bukan kah dia mantan pacar mu? Ceraikan aku Thomas!" Teriak Mauren.


"Ngga akan, hal itu belum tentu benar. Kau jangan semudah itu percaya."


Thomas berusaha meyakinkan Mauren. Ia tak mau kehilangan istrinya. Saat ia memutuskan untuk memulai kembali hubungan dengan Istrinya. Saat ia sudah mulai mengagumi sosok Mauren saat ia sudah mulai bergantung pada Mauren. Sekarang ia harus di hadapkan dengan kenyataan bahwa cinta masa lalunya hamil dan sang istri sudah mengetahui nya.


"Aku bisa jelaskan semuanya. Tolong jangan menangis Mauren. Maaf, aku bisa menjelaskan ini semua." Ujar Thomas berusaha menenangkan Mauren.


"Ngga akan, aku ngga akan percaya lagi dengan mu. Dan apapun alasan nya aku tidak mau tahu. Aku mau pulang, aku mau pulang Thomas!" Seru Mauren.


"Iya, kita pulang."


"Aku mau sekarang pulang. Aku mau pulang. Kau tega sekali Thomas."