
Thomas punya anak perempuan, ia tidak ingin Miska di permainan laki-laki saat dia dewasa kelak. Bukan kah, karma itu selalu ada? Dan Thomas sudah ingin mengakhiri cinta terlarang nya.
Saina membaca kata demi kata pesan dari Thomas. Dadanya terasa nyeri napas nya naik turun. Bak di hantam batu besar bibir nya terkatup rapat hanya air mata yang menetes tanpa henti. Bagaimana mungkin hanya dalam semalam Thomas mengakhiri hubungan mereka. Baru saja kemarin mereka meneguk kenikmatan di atas ranjang yang penuh cinta tapi Thomas tiba-tiba ingin mengakhiri semua nya.
Isi pesan Thomas
Saina, maaf. Aku ngga bisa lanjutin hubungan kita. Semua yang kita lakukan terlalu jauh dan semua salahku. Kamu berhak marah dan memaki diriku, tapi sungguh aku tak bisa menahan lanjutkan lagi. Ku pikir aku masih mencintaimu sampai detik ini. Tapi, aku juga tidak bisa mengakhiri rumah tangga ku yang sudah jelas ada anak di antara kami. Saina, maafkan aku!
Dengan beralasan anak Thomas mengakhiri hubungan mereka. Padahal dari dulu ia sudah melakukan itu. Mungkin Thomas hanya merasa bersalah dengan Saina.
"Pak, kita putar balik saja!" Pinta Saina pada seorang sopir taksi.
Niat hati ingin memberikan kejutan, justru ia yang mendapat kejutan itu. Pandangan Saina kosong ke arah jendela. Air matanya terus mengalir tanpa permisi. Lagi, hal ini terjadi padanya. Apakah untuk yang kedua kali nya ia harus meninggalkan nerima kesakitan sendiri? Kenapa seolah hidup mempermainkan dirinya. Tak layak kah, ia bahagia?
Langkah nya gontai saat ia baru saja turun dari taksi. Bahkan ia membayar taksi itu asal dengan menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu kepada sang sopir. Dulu, saat ia miskin dirinya sendiri. Sekarang saat ia kaya pun sendiri lagi. Tentu saja ia tidak akan bahagia. Lantas dengan apa kita mengukur kebahagiaan itu? Uang tidak segalanya, pasangan pun bisa selingkuh.
"Brengseek... Thomas kau tega sekali padaku! Aku sudah menyerahkan semua padamu tapi, kenapa hanya muka yang kau beri? Dulu kau hanya milikku, lalu ada dia, aku rela jadi yang kedua. Tapi, kenapa kau ninggalin aku?" Teriak Saina sambil duduk di balik pintu.
Teriakannya semakin kencang. Ia lalu berdiri dan mengambil benda yang ada dalam jangkauan nya. Ia buang ke sembarang arah. Teriakan serta umpatan tak luput dari bibirnya. Rasa sakit sesak bercampur jadi satu. Cinta itu adalah perasaan yang indah juga dahsyat tapi juga perih. Karena cinta bisa membuat orang gelap mata. Karena cinta juga manusia rela menyakiti manusia lain.
"Kenapa aku tidak di inginkan? Kenapa harus Thomas yang pergi. Aku ngga bisa hidup tanpa nya, aku ngga bisa!" Teriak Saina lagi.
"Ah, iya aku datang saja ke kantor nya nanti. Sebentar aku ganti baju dan berias diri dulu." Ucapnya lagi.
Tak terima dan masih ingin berusaha mengejar cinta terlarang nya yang sudah jelas memutuskan hubungan.
Di sisi lain
Mauren dan Thomas tertawa dalam perjalanan menuju kantor. Hari ini Mauren tidak berangkat sendiri, ia diantar sang suami. Suaminya sudah mulai membuka hati dan ingin mengulang hari ya g telah lama mereka lewati. Dan semoga hal itu tidak terlambat.