
Bulan madu yang di pikir indah berakhir menjadi tangis kesedihan. Thomas yang sudah berjanji nyatanya masih saja berhubungan dengan Saina. Bahkan yang membuat hati Mauren hancur adalah mengetahui fakta bahwa Saina hamil.
Mauren sudah sampai di rumah. Ia tarik koper besar nya seorang diri. Tangis nya pecah saat masuk ke dalam kamar nya. Beberapa hari yang lalu ia masih memadu kasih penuh cinta. Tapi hari ini semua berubah menjadi luka.
Thomas mengikuti langkah kaki Mauren. Berkali-kali ia ucapkan kata maaf agar Mauren mau memaafkan dirinya. Tapi usah ya sia-sia. Istrinya tak bergeming sedikit pun. Rasa kecewanya sudah di atas kecewa. Bagaimana mungkin bisa seorang wanita menerima suami nya saat mengetahui suaminya menghamili wanita lain. Bahkan saat ia menjadi istri pun ia selalu menerima dan menjalankan kewajibannya dengan baik tanpa mendapatkan cinta dari suami.
"Aku mohon, keluarlah dari kamar ini! Sungguh aku muak melihat wajah mu." Ucap Mauren menohok.
"Tolong, maafkan aku!" Lagi-lagi Thomas memelas.
"Aku yang keluar, atau kau yang keluar?" Tanya Mauren.
"Baiklah, aku keluar. Kita bicarakan baik-baik masalah ini besok."
Thomas segera keluar dari kamar. Untunglah ini sudah tengah malam jadi penghuni rumah sudah tidur. Hanya ada satpam yang tahu kepulangan Thomas dan Mauren.
Keesokan harinya ...
"Non Saina sudah rapi dan cantik, emang nya mau kemana non?" tanya Siti yang melihat Saina keluar dari kamar.
"Mau ketemu papa nya anakku bi. Aku mau dia tahu kalau aku sedang hamil. Dan kurasa ia akan bahagia. Karena kami saling mencintai. Aku tahu hubungan ku salah, aku siap menjadi yang ke dua asal anakku di akui. Aku ngga mau coba bicara baik-baik bi." Saina menjelaskan panjang lebar keinginan nya pada Siti.
" Tapi, apakah nona yakin tuan Thomas mengerti? Dan istrinya?" tanya Siti.
Situ sudah tahu hubungan Thomas dan Saina. Tadi malam Saina cerita semua kepada asisten rumah tangga nya tersebut tanpa ada yang terlewat.
"Entah lah, pasti istri nya akan marah. Aku akan bicara baik-baik. Kalau pun Thomas tak mau mengakui anak nya, aku tak masalah bi. Selalu ada resiko yang harus kita ambil dari sebuah kesalahan. Dan aku terima semua itu bi. Aku akan belajar dewasa dan aku harus berlapang dada. " Jawab Saina.
Saina sebenarnya wanita yang baik. Namun cemoohan dari mama Thomas dan keras nya hidup lah yang menjadikan Saina nekat masih menjalin hubungan terlarang nya dengan Thomas. Mungkin dulu mereka saling mencintai tapi, saat Thomas sudah beristri dan Saina pergi sekarang seperti sebuah obsesi. Bukan lagi cinta sejati. Karena Thomas hanya kasian pada Saina. Dan Saina pun menjadikan Thomas pelampiasan. Mereka secara tidak langsung saling menyakiti tapi tidak sadar akan hal itu.
"Pikirkan baik-baik non! Bukan kah istrinya tuan Thomas wanita baik. Apa tidak akan menjadi bumerang buat nona Saina sendiri? Dan Pasti akan banyak hati yang terluka. Dan pada akhirnya nona lah yang akan di salahkan dan saya takut nona menderita." Siti kembali menasihati sang majikan agar tidak buru-buru mengambil keputusan.