my secret love

my secret love
tak akan bisa



"**Tidak pernah ada yang kebetulan didunia ini semua yang datang adalah takdir tuhan, yang baik melatih kita bersyukur yang buruk mengajarkan kita bersabar_"


(✿ Ester Monica tasiana ✿ )


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


sepanjang koridor perjalanan nya Rafael hanya diam seribu bahasa, tidak ada hal yang menarik dari percakapan antara Samuel dan Abraham, mereka bertiga ditugaskan untuk mengikuti kegiatan PIKR di luar kegiatan sekolah.


Rafael meruapakan ketua ekstra PIKR di sekolah nya dengan Samuel sebagai wakil dan Abraham adalah seketaris, mereka bertiga selalu menjadi panduan untuk di kirim sebagai yang bertanggung jawab dalam tugas remaja mengayomi.


materi PIKR hari ini tidak begitu menarik buat Rafael, dia masih inggat kejadian kemarin bagai mana Kris membela nya mati matian sampai masuk ruang BK, tapi dia juga cukup sakit hati dengan semua perkataan Kris yang tidak mengerti posisi nya.


dia bukan lemah hanya saja tidak inggin mencari masalah saja, biar lah orang lain mengklaim diri nya apa asal kan itu tidak merugikan orang lain ia tidak akan perduli, pikiran dan hati nya tidak bisa berjalan dengan singkron.


" Rafael ada apa dengan kamu??" ucap Bu afnurlanda guru pembimbing eksra PIKR


" eh anu Bu, tidak apa apa !!" balas Rafael gelagapan


" jika ada masalah Jagan di pendam sendiri, di komunitas ini kita belajar untuk saling terbuka maka dari itu lah kenapa eksra PIKR ini ibu bentuk !!" ucap Bu afnur merasa kurang yakin akan jawaban Rafael


" apa benar kamu tidak apa apa???" ucap Bu afnur kembali memastikan


" saya tidak apa apa Bu!!" ucap Rafael berbohong


" ya sudah, tolong kamu lebih fokus lagi soal nya minggu depan kita harus mengadakan seminari remaja di pelosok !!" ucap Bu afnur


" iya Bu !!" ucap Bu afnur dan kembali berjalan sambil menjelaskan tentang kegiatan dan materi mereka.


" Lo kenapa raf??" ucap Samuel yang dari tadi melihat rafael yang hanya diam saja


" gue ngak papa kok Sam,!!" ucap Rafael


" yakin???" ucap Samuel memastikan bahwa teman nya itu baik baik saja


" iya, santai aja kalo ada masalah pasti gue cerita kok!!" ucap rafael sambil menepuk pundak Samuel


Samuel hanya mengangguk dan kembali fokus dengan materi mereka, sedangkan Abraham sibuk mencatat segala keperluan dan juga materi materi apa yang perlu di persiapkan selama mereka berkegiatan di pelosok sana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari telah beranjak siang, tidak terasa saat nya sudah istirahat, dari tadi pagi hingga sekarang Kris tidak menampakan batang hidung nya sekali pun, entah Diamana anak itu sekarang.


Rafael sesekali melihat ke arah bangku yang di samping nya, yang terlihat kosong dan hampa tanpa ada tanda tanda kehidupan disana, biasanya disana akan duduk seseorang yang selalu membuat nya kesal setiap hari tapi juga kadang membuat nya tertawa.


" ngak ke kantin raf??" ucap Arto si ketua kelas


" lagi ngak berminat!!" ucap Rafael


" ya sudah gue duluan yah!!" ucap Arto dan berlalu meninggalkan Rafael


" ada apa sama Lo, mudahan Lo baik baik aja " guman Rafael dalam hati nya


sungguh dia tak akan bisa untuk tidak khawatir pada sahabat nya itu, entah lah ikatan apa itu tuhan terlalu kuat mengikat nya sehingga sanggat tidak bisa bagi Rafael untuk tenang jika tidak tau keadaan teman nya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rafael menghempaskan tubuhnya di kasur, pikiran nya masih tidak tenang dari tadi, kenapa Kris tidak masuk hari ini? ada apa dengan Kris?mengapa dia tidak ada kabar sama sekali?apa yang terjadi dengan dia? pertanyaan pertanyaan terus bermunculan di benak Rafael.


Rafael meraih hendphone nya di atas nakas meja belajar nya, ia mengetik pesan lalu mengirim nya pada Kris.


💬: kenapa tidak masuk? Lo sakit?


Rafael menunggu balasan dari Kris, namun seperkian detik belum juga ada tanda tanda akan di balas ataupun di baca oleh Kris.


" apa dia marah sama gue, kenapa sikap nya seperti kekanak Kanakan saja" guman Rafael dalam hati


mata nya memandang langit langit kamar nya, pikiran nya melayang tentang masa masa awal pertemanan nya, kisah perjalana hidup nya entah lah kenapa Kris begitu berpengaruh dalam kehidupan seorang Rafael.


Ting


suara pesan masuk terdengar di telinga Rafael, dengan cepat Rafael membuka pesan tersebut berharap itu pesan dari Kris sahabat nya.


💬: nanti sore ada pertemuan jam 3 sore di aula sekolah, ada yang inggin ibu afnur diskusikan dengan kita masalah kegiatan Minggu depan di pelosok.


ternyata itu adalah pesan dari Abraham seketaris anggota PIKR, Rafael mulai megetik dengan lancar pada papan keyboard nya.


💬: oke, tolong Lo kabarin anak anak yang lain nya nanti gue mau persiapan materi sama sekripsi kita nanti


💬: jangan lupa suruh Samuel untuk mewakili gue memandu anak anak di taman hari ini gue ngak bisa datang soal nya ada urusan penting keluarga yang ngak bisa gue tinggallin, jadi cuma bisa mengikuti rapat saja


rafael mengetik dengan lihai di keyboard nya, setelah itu ia meletakan hp nya dan kembali menatap kedepan arah langit langit kamar nya,


"semoga saja Lo baik baik aja!!"


......................