my secret love

my secret love
Bab 37



Siti tertegun mendengar ucapan Saina. Bagaimana mungkin ia pasrah begitu saja, iya, tapi memang dia lah yang salah dalam hal ini.


"Iya, ada saya, mari kita rawat dengan baik ya, nona!" Ujar Siti. Wanita separuh baya itu tidak tega melihat majikan nya. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak menanyakan perihal Thomas.


Kadang ada saatnya kita harus diam, untuk hal-hal tertentu. Seperti apa yang dilakukan oleh Siti, ia bungkam walaupun tahu segala hal dan ia tidak memberitahukan pada Saina. Ia hanya cukup mendampingi wanita itu dalam suka dan duka.


Thomas membuka ponsel miliknya. Ia lihat potret sang anak wajah nya bulat berisi, hidungnya mancung seperti Saina. Seketika air matanya menetes. Sungguh ia adalah seorang ayah yang tega pada anaknya tapi dia tidak punya pilihan lain.


"Maaf kan, papa nak! Maaf, maaf." Ucap Thomas lirih pada dirinya sendiri.


Di tempat lain...


Mauren sedang menyesap cairan berwarna merah di dalam gelas miliknya. Seorang pria menatapnya dengan penuh cinta. Siapa lagi kalau bukan Darren. Hari ini ia menunggu jawaban Mauren soal lamaran yang ia lakukan bulan lalu.


"Jadi, gimana?" tanya Darren.


"Apa?" Mauren malah berbalik tanya kepada Darren.


"Jadi, aku dan kamu kan?"


Mauren menarik napas panjang, ia pejamkan mata sebelum beberapa menit kemudian ia menjawab. " Aku banyak kurang nya, aku ini seorang ibu, aku ini, aku-"


"Apapun yang ada pada dirimu aku terima. Semua, aku terima. Aku mencintai mu apa adanya bukan ada apanya. Bahkan jauh, sebelum kamu tahu." Potong Darren.


Sungguh hari ini adalah yang ia nanti. Penantian nya menunggu Mauren tak terhitung lagi. Bahkan sabar nya bisa di bilang unlimited kayak kuota.


" Iya," jawab Mauren lirih.


" Apa? Ulangi lagi dong? " tanya Darren memastikan.


" Iya, aku mau. Tapi, tunggu sekitar satu atau dua tahun lagi ya? Aku takut penilaian orang. Apa kata mereka yang janda baru satu tahun udah nikah lagi."


Itulah yang menjadi pertimbangan Mauren. Ia takut dengan gunjingan orang-orang. Kadang manusia begitu, hanya melihat sudut pandang. Dan janda menurut sebagian orang adalah status yang ya, memalukan. Padahal bukan seperti itu. Seorang wanita cenderung lebih sabar akan rumah tangga nya. Kalau ia mengambil jalan pintas tersebut artinya, ia sudah di ambang batas kecewa.


"Jangan pikirkan apa yang di katakan orang. Kita makan tidak minta mereka kok. Orang itu cuma bisa bicara tanpa paham. Dan orang seperti itu biasanya isi kepalanya kosong alias bodoh." Ucap Darren.


"Kok kalau bilang gitu sih!" Protes Mauren.


" Terima kasih, Darren. "


Satu tahun kemudian...


Pesta sederhana yang hanya di hadiri keluarga dekat membuat semuanya gembira. Tak kurang dari lima puluh undangan yang semua hanya keluarga. Mauren sengaja ingin mengadakan pesta pernikahan sederhana yang hanya melibatkan keluarga dan sahabat dekat. Luka nya dulu sudah sembuh, hari ini ia menjadi pengantin, dan menjadi istri sah dari Darren seorang pria yang mencintai nya dalam diam selama beberapa tahun. Inilah buku jodoh itu ada. Bahkan saat waktu bergulir semua masih bisa bersatu dalam ikatan suci pernikahan.


Miska tertawa bersama Darren. Sungguh kasih sayang nya melebihi Thomas. Mauren berkali-kali meneteskan air mata melihat rona kebahagiaan anak dan orang tuanya. Iya, bukan hanya dirinya yang bahagia tapi juga keluarga nya ikut bahagia. Pernikahan kedua tidak salah, dan perceraian bukan lah suatu aib. Jadi Mauren mau melangkah lagi dan ia memulai hidup baru lagi bersama seorang yang mencintai dirinya.


Orang bilang menikah lah dengan orang yang mencintai mu pasti kau akan bahagia. Tapi tidak berlaku untuk Mauren. Karena cinta itu adalah saling. Saling memberi dan mengasihi ia sekarang sudah sepenuhnya mencintai Darren. Jadi dia berani mengambil langkah ini.


"Sayang, kau bahagia?" tanya Darren.


Ia kecup kening istrinya. Ia peluk mesra, seolah tak ada yang bisa memisahkan dirinya dan sang istri. Malam ini dunia milik mereka berdua. Malam ini mereka memadu kasih bersama.


"Iya, aku bahagia. Terima kasih telah menunggu kabar begitu lama. Terima kasih mau mencintai ku begitu lama. Dan mau menjadi papi untuk Miska." Ucap Mauren.


Mata wanita itu berkaca-kaca saat mengucapkan kata tersebut. Seolah ia menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena beginilah ia di cintai. Tidak seperti dulu saat bersama Thomas.


Pada akhirnya Tuhan akan memberikan kita kebahagiaan asal kan kita bersabar dan selalu bersyukur. Seperti apa yang di alami Mauren adalah satu pelajaran buat semua kaum hawa yang sedang berjuang demi cinta tapi tidak ada balasan. Maka, tinggalkan lah pasangan mu! Kamu layak bahagia dengan caramu dan kamu berharga. Kamu berhak berada di dekapan seorang yang memang bisa memperlakukan mu dengan baik. Jangan takut untuk mengambil keputusan yang memang itu harus kalian ambil.


Bahagia itu ada dan nyata. Wanita itu harus punya power dan wanita itu selalu bisa di andalkan. Hebat dan bisa menguasai berbagai aspek seperti yang pria lakukan tapi tetap ingat kodrat wanita. Jadi, jangan takut mengambil keputusan


"Jadi, kita malam ini nambah momongan lagi, mau?" tanya Darren yang menggoda sang istri Mauren.


"Boleh, kita buat anak cowok ya, adik buat Miska." Balas Mauren tak kalah genit.


Cup... Darren mengecup singkat bibir sang istri. Sesaat kemudian kembang api menyala di tengah pesta malam ini. Suasana riuh seketika terdengar.


"Terima kasih ya, suamiku?"


"Terima kasih istriku."


Dua manusia yang sudah di satukan dalam ikatan pernikahan berucap syukur dan saling mengucapkan terima kasih. Membuat siapa saja ikut meneteskan air mata kebahagiaan. Sungguh malam yang spesial untuk semua keluarga. Cinta rahasia itu sudah di satukan dalam ikatan pernikahan.