my secret love

my secret love
Bab 19



Bab 35


"Aletta!" panggil Dioneel saat dia melihat gadis yang sangat dicintainya saat ini hanya berjarak beberapa meter saja dari dirinya.


Aletta yang merasa namanya dipanggil oleh seseorang langsung memalingkan wajahnya dan melihat ke arah orang yang memanggilnya itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat Dioneel berada tidak jauh darinya. Aletta merasa jika dirinya sudah pergi jauh dari lelaki yang satu itu, tetapi bagaimana mungkin lelaki itu bisa dengan begitu mudahnya menemukannya kembali dan menemuinya.


Aletta ingin pergi dari hadapan Dioneel, tetapi dia sadar kalau dia tidak bisa terus-menerus lari dari lelaki yang satu itu karena setiap kali dia lari pasti Dioneel akan berusaha untuk menemukannya kembali. Cara terbaiknya adalah menghadapi lunak yang satu itu dan mengatakan bahwa dia tidak bisa untuk dekat-dekat lagi dengan Dioneel karena sebuah alasan yang tidak bisa dia katakan.


"Jangan pergi, kumohon!" kata Dioneel yang benar-benar dari berharap jika Aletta tidak pergi lagi dari hadapannya.


Aletta menarik napas dalam dan kemudian mengembuskannya secara perlahan. Matanya terus menatap ke arah Dioneel dan dia bisa merasakan degup jantungnya yang tidak beraturan sama sekali saat ini. Ada sebuah rindu yang minta untuk disalurkan saat ini juga, tetapi dia teringat dengan apa yang sudah terjadi dan kesepakatan yang terjadi dengan Davin meski dia tidak pernah mengatakan akan hal tersebut, tetapi tetap saja dia sudah menerima uang atas bonus pembelian mobil yang dilakukan oleh Davin.


"Masuklah, dan kita berbicara di dalam saja agar tidak menjadi pusat perhatian orang-orang!" kata Aletta yang pada akhirnya meminta Dioneel untuk masuk ke dalam kontrakannya.


Dioneel mengikut langkah Aletta untuk masuk ke dalam rumah yang sangat nyaman itu. Kembali dia merasakan sesuatu yang sempat menghilang dari dirinya selama beberapa hari ini dan dia benar-benar merasa senang atas hal tersebut. Saat ini Dioneel benar-benar berharap agar dirinya bisa tetap tinggal di tempat tersebut agar bisa terus merasakan kehangatan dan juga kenyamanan yang selama ini hanya dia rasakan ketika dirinya berada di dekat Aletta.


"Kenapa kamu pergi begitu saja tanpa mengabariku?" tanya Dioneel yang memang tidak berniat sama sekali untuk bebasa-basi dengan Aletta.


"Aku tidak berniat untuk melakukan hal tersebut, hanya saja keadaan yang membuatku harus melakukan hal tersebut dan aku benar-benar meminta maaf atas hal itu!"


"Apakah semua karena permintaan ayahku sehingga kamu memutuskan untuk pergi tanpa mengabariku sama sekali?"


Aletta sedikit tercekat dengan apa yang dikatakan oleh Dioneel karena dia tidak mengira jika lelaki itu akan mengatakan hal tersebut. Dia awalnya sudah berniat untuk menyembunyikan apa yang sesungguhnya terjadi dari Dioneel karena khawatir jika kenyataan yang diketahuinya akan membuat hubungan antara ayah dan anak itu merenggang. Namun siapa sangka kalau ternyata Dioneel mengetahui hal tersebut.


"Kamu tidak perlu menyembunyikan hal tersebut dariku karena aku sudah mengetahuinya dan aku juga jauh lebih paham dengan sifat dari ayahku sendiri daripada dirimu sehingga hal tersebut bukan sesuatu yang aneh bagiku!" kata Dioneel yang sadar jika Aletta sepertinya kaget dengan apa yang dikatakan olehnya.


"Aku bukan ingin menyembunyikan hal tersebut darimu, tetapi aku tidak ingin hubungan kalian merenggang hanya karena kehadiranku di dalam kehidupanmu!"


"Kamu tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena hubungan kami memang tidak pernah baik-baik saja. Bahkan jauh dari sebelum kamu datang di dalam kehidupanku!"


"Aku tidak tahu harus mengatakan apa dan bahkan aku juga tidak bisa mengatakan kalau kepergianku berhubungan dengan apa yang ayahmu katakan kepadaku, tetapi yang jelas aku memutuskan untuk pergi bukan karena atas permintaan ayahmu, melainkan karena menurutku suasana di sini cocok untuk penyembuhan Arsen!"


Aletta kembali terdiam dan mencoba untuk memikirkan apakah dia harus mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi ataukah tidak? Mungkin Dioneel mengatakan kepadanya kalau hubungan antara dia dengan ayahnya memang tidak baik-baik saja, tetapi Aletta sendiri tidak ingin menjadi alasan yang membuat hubungan mereka semakin renggang.


"Kamu tidak perlu memikirkan terlalu banyak hal karena apa pun yang kamu katakan tidak akan mengubah apa pun yang sudah terjadi saat ini!" kata Dioneel yang berusaha untuk meyakinkan Aletta bahwa apa pun yang dia katakan tidak akan mempengaruhi hubungan dirinya dengan Davin.


"Apa maksudmu? Kenapa kamu mengatakan hal tersebut? Apakah sesuatu sudah terjadi sehingga membuatmu berkata seperti itu?"


"Kamu harus tahu Aletta, hubunganku dengan ayahku memang sudah tidak baik-baik saja sejak lama dan itu bukan karenamu! Jika tak ini aku memutuskan keluar dari rumah maka hal tersebut bukanlah kesalahanmu, tetapi hal tersebut terjadi karena ayahku yang memang tidak pernah menganggapku ada dananya datang ketika dia membutuhkan sesuatu dariku!"


"Mungkin bukan maksud dia untuk melakukan hal tersebut kepadamu, tetapi dia hanya meyakini kalau kamu mampu untuk bertahan meski dia tidak ada disampingmu!"


Dioneel tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh gadis yang ada di hadapannya itu. Dia tahu kalau gadisnya itu adalah seseorang yang sangat baik dan juga memiliki hati yang begitu tulus sehingga tidak pernah berpikiran tidak baik kepada orang lain. Namun justru karena ketulusan yaitu dia dimanfaatkan oleh Davin dan Dioneel sangat tidak menyukai hal tersebut.


"Aku jauh lebih tahu bagaimana sifatnya dan menurutku apa yang aku putuskan saat ini adalah keputusan terbaik dan seharusnya aku mengambil keputusan tersebut sejak jauh-jauh hari!" kata Dioneel yang masih saja bersikeras dengan apa yang dikatakannya dan dia berharap jika Aletta mau mendengar apa yang dia katakan. "Jadi, kamu cukup mengatakan kesepakatan apa yang sudah ayahku katakan kepadamu hingga kamu memutuskan untuk menjauh dariku?"


Aletta kembali terdiam lagi dan dia memikirkan apakah baik kalau dia mengatakan mengenai hal tersebut ataukah tidak? Dioneel memang sudah mengatakan kalau hubungannya dengan ayahnya memang tidak baik-baik saja, tetapi tetap saja Aletta harus memikirkan semuanya secara matang dan jangan sampai dia salah melangkah dalam memutuskan hal tersebut.


"Aku sudah mengatakannya bahwa apa yang terjadi bukanlah karena kesepakatan antara aku dengan ayahmu, tetapi aku memutuskan hal tersebut karena ini adalah yang terbaik untuk kesembuhan kakakku!" kata Aletta yang masih saja bersikukuh dengan alasannya tersebut.


"Aletta, aku tahu kalau kamu sudah bertemu dengan ayahku sebelumnya dan aku hanya ingin mengetahui apa yang sudah kalian bicarakan ketika kalian bertemu saat itu!"


"Dioneel, aku mohon mengertilah kalau apa yang diinginkan oleh ayahmu adalah untuk kebaikan bukan untuk yang lainnya!"


"Kalau begitu, katakan apa yang dia inginkan dan tawaran apa yang sudah diberikan oleh ayahku kepadamu?"


"Dia hanya ingin agar aku menjauh darimu dan dia akan membeli semua mobil yang aku tawarkan dengan brand tertentu yang sebelumnya tidak pernah berhasil aku jual. Namun, aku menolak hal tersebut dan aku mengatakan kalau aku akan tetap menjauhimu tanpa harus dia membeli semua mobil tersebut. Akan tetapi ternyata dia melakuakn apa yang sebelumnya sudah aku tolak dan setelah berpikir matang serta berkonsultasi dengan dokter mengenai keadaan Arsen, akhirnya aku mengambil bonus itu.


Aletta pada akhirnya memutuskan untuk mengatakan hal tersebut dan dia berharap jika Dioneel tidak lagi mendesaknya mengenai hal itu.