
"**Masa lalu tak hanya memberikan kenangan. Namun juga mengenalkanmu akan makna kehidupan."
(✿ kristiandi Imanuel ✿ )
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ**...
" maafkan gue "
dengan perasaan penuh penyesalan lelaki itu pergi,sungguh dia tak akan mengira semua akan menjadi petaka seperti ini, dia berlari dengan semua rasa penyesalan rasa bersalah.
" akhhhhhhhhhh"
teriakan pilu itu mengema di seluruh penjuru pantai, ia berdiri pada sebuah batu karang dengan pilu ia mengucapkan maaf, entah kepada malam atau kepada bulan. dengan tubuh tegap nya ia menyebur ke dalam laut.
perlahan lahan tubuh nya mulai tertarik ke dalam laut, dengan beribu kenangan, penyesalan, dan rasa bersalah yang amat dalam. ia kini hanya bisa menatap pada langgit entah dimana muka itu dia simpan ia telah menghancurkan semua.
nafas nya mulai sesak karena tidak ada udara dalam air namun ia tak perduli, ombak menghempas tubuh nya sampai ia menutup kedua mata nya menyatu dengan air laut yang entah akan membawanya kemana.
...----------------...
" hah!!!!!!!"
Kris segera terbangun dari tidur nya, mimpi itu selalu saja menghantui nya selama ini, mungkin saja rasa bersalah itu masih terus hinggap pada nya, ia tak bisa menampik bahwa selama ini dia sadar telah melakukan kesalahan besar pada masa lalu nya.
Kris segera bangun dari ranjang nya, dia berjalan menuju dapur nya dengan tubuh yang basah oleh keringat karena efek mimpi nya, entah bagai mana cara nya menebus kesalahannya masa lalu nya itu.
" serrr!!!
segelas penuh air putih telah membasahi kerongkongan nya yang kering, selesai minum Kris berjalan menuju balkon nya, menatap keluar dan menengok ke arah langgit yang tampak hitam kelam.
" gue berharap Lo baik baik aja disana !!!"
ucap Kris pada malam itu, ia menyampaikan nya pada bulan agar di sampai kan pada seseorang yang mungkin tak akan bisa lagi di temui nya, bagi nya seseorang tersebut adalah hal yang sanggat berarti dalam hidup nya.
sebuah inggatan kembali menggerayangi pikiran nya, seperti sebuah kaset yang di putar ingatan itu berjalan seperti sebuah televisi yang sedang di nyalakan dan menyunguhkan hiburan drama kehidupan pada nya.
....... flashback on ..........
"arka!!!!!"
seorang remaja lelaki berdiri pada sebuah tebing yang cukup curam, tebing itu berhadapan langsung dengan air paut yang terlihat ganas dengan serbuan ombak besar yang tentu saja akan melenyapkan kehidupan jika berani turun pada nya.
dengan amarah dan rasa dihianati membuat tatapan benci itu mengarah pada seseorang yang ada di hadapannya, ia dengan mata menyala menatap nyalang pada seseorang di hadapan nya.
" Lo tega hancurin persahabatan kita!!!" ucap nya dengan rasa benci yang mendalam.
" maafin gue!!!" ucap remaja yang menjadi biang permasalahan nya dengan kepala menunduk kebawah.
"bughhhhhhhhhhh!!!"
sebuah pukulan keras berhasil menghantam tubuh ringkih remaja lelaki tersebut, ia hanya meringis menahan sakit, ia sama sekali tak mau melawan dengan semua ini, ia sadar kesalahan nya telah membuat teman nya tersebut marah besar.
" Lo tega Ar!!, Lo ngak tau betapa Lo udah hancurin kehidupan gue!!!" dengan air mata yang berhasil lolos dari mata nya Kris terus berteriak histeris menyalahkan teman nya tersebut.
dengan penuh amarah Kris membabi buta teman nya tersebut, namun arka sama sekali tak membalas nya ia hanya diam seribu bahasa dengan muka yang meringis sakit namun ia tetap kokoh berdiri lagi.
hingga seorang remaja dengan cekatakan menghentikan perkelahian tersebut, dengan muka amarah ia menatap kedua teman nya itu.
" kalian gila hah!!, apa kalian mau mati!!! jika kalian jatuh di bawah nyawa kalian taruhan nya " ucap remaja tersebut
" dia yang mulai semua, dia penghianat!!!" tunjuk Kris pada arka
arka hanya bisa diam saja, ia tak membela sedikit pun diri nya, bagi nya jika amarah di balas dengan amarah tentu saja semua tidak akan menghasilkan hal yang positif.
merasa arka tak bergeming sedikitpun Kris melangkahkan kaki nya untuk pergi, namun sebuah tangan berhasil mencegahnya.
" tunggu gue mau jujur soal semua nya !!!" ucap anak tersebut
" buat apa hah!!, semua udah jelas!!" ucap Kris mendorong tubuh arka,
karena mereka terlalu dekat dengan tepi tebing dorongan Kris berhasil membuat tubuh ringkih arka melayang jatuh kebawah, " arkaaa!!!!!" aton berteriak histeris menyaksikan tubuh teman nya tersebut terjebur kedalam ombak ganas di bawah sana.
Anton dengan segera menarik kerah baju Kris,"tolong arka Kris, dia ngak bisa berenang !!" ucap Anton ketakutan.
Kris hanya menatap nanar didepan, ia tak sengaja mendorong arka hingga jatuh ke bawah sana ia masih anak anak dan tentu saja tidak bisa berenang ke bawah sana, orang dewasa saja takut untuk turun apa lagi diri nya yang hanya seorang anak.
Kris melepas cengkraman tangan Anton, dia mundur perlahan lahan, Anton bersimpuh memohon agar Kris menolong arka yang di bawah sana, tapi Kris juga takut pada lautan yang ganas di bawah sana, dia berlari dengan kencang meninggal kan Anton yang hanya menangis.
" pembunuh!!!!!!"
teriakan itu mengema sayu diantara alam ini, dia dengan suara tangisnya menatap benci pada sosok yang telah berlari pergi menjauh.
................. flashback off. ..............
" Kris!!!!"
sebuah suara lembut menyadarkan Kris dari lamunanannya, tengan lembut itu mendarat indah di pundak nya. kini telah berdiri sosok wanita paruh baya menatap nya penuh pertanyaan.
" ada apa??" ucap perempuan itu pada anak semata wayangnya
" ngak apa kok mah, Kris hanya tidak bisa tidur saja !!" ucap Kris dan mengemgam tanggan sang ibu
" jangan bohong, mamah tau siapa Kris !!" ucap sang ibu sambil menatap putra nya itu
" Kris hanya merasa tidak bisa hidup dengan tenang mah setelah kejadian beberapa tahun silam, itu semua telah menghantui Kris seumur hidup dan bahkan membuat Kris tidak bisa tidur dengan nyenyak!!" ucap Kris kembali menatap kedepan
" mamah tau rasa bersalah itu tidak akan pernah bisa hilang, coba lah kamu untuk memperbaiki semua nya, temui dia, arka masih dalam keadaan koma sekarang, kamu pasti merindukan teman mu itu!!" ucap sang mamah pada Kris
" tapi Kris takut mah, orang tua nya pasti tak akan mengunjinkan pembunuh seperti aku untuk menjenguk nya!!" ucap Kris dengan tersenyum hampa.
" mamah akan membantu mu, kau temui lah dia jika kamu terus takut seperti ini sampai kapan kamu akan terus hidup dalam rasa bersalah dan penyesalan. hidup terus berjalan nak kita harus bisa menyelesaikan apa yang sudah kita perbuat kita harus bertanggung jawab atas semua perbuatan kita!!"
" memang tak mudah tapi mamah yakin Kris bisa !!" ucap sang mamah pada putra nya itu.
Kris memeluk sang mamah, selama ini sosok itu telah selalu memotivasi hidup nya tidak pernah menyalahkan Kris atas semua kejadian itu mamah nya adalah sosok bijaksana dan Arif yang mampu menenangkan jiwa nya dalam keterpurukan.
" semoga kelak aku menemukan pasangan seperti cinta pertama ku ini !!!" guman Kris dalam hati sambil memeluk hangat sang mama
......................