my secret love

my secret love
Bab 13



Mauren tidur sambil memeluk Thomas setelah kegiatan panas mereka. Balutan selimut putih tebal menutup tubuh polos keduanya. Sementara itu, Thomas masih belum tidur. Ia memandang wajah cantik Mauren. Istrinya ini di atas segalanya dari Saina. Tapi, kenapa ia tidak sedikit pun tergerak intuk mencintai Mauren. Masih saja ia menjamin hubungan dengan Saina.


Cup... Thomas mencium kening Mauren lama. Mungkin ia adalah pria brengseek tapi ia juga masih ada rasa kasian kepada sang istri. Tapi rasa bersalah nya kepada Saina selalu menghantui dirinya. Thomas adalah pria pertama Saina. Mereka menjalin hubungan sejak di kuliah. Saat Thomas mengenakan Saina kepada orang tua Thomas bukan sapaan hangat malah hinaan yang Saina terima. Naas nya lagi saat itu Saina harus keguguran karena ia sedang mengandung anak Thomas.


Sang surya sudah nampak di paraduan nya. Aktivitas pun di mulai. Seperti biasa setelah mandi, Mauren menyiapkan keperluan sang suami.


"Ini bajunya daddy." Ucap Mauren pada Thomas.


"Makasih, sayang." Jawab Thomas.


"Kok panggil sayang, tumben. Pasti ada udang di balik bakwan ini deh. Ngga biasanya gini." Ujar Mauren.


" Iya, ada maunya. Ayo, kita bulan madu?" ajak Thomas.


"Ha? Apa? Bulan madu, aku ngga salah dengar daddy?" tanya Mauren yang terheran-heran.


"Iya, ayo kita bulan madu. Berdua ke Paris dua minggu lagi. Aku ngga banyak kerjaan. Ayo kita buat hubungan kita membaik. Ayo, kita mulai jatuh cinta. Bersama dengan Miska dan kita menua bersama. Gimana?"


Bukan nya menjawab. Mauren malah meneteskan air mata. Sungguh ia tidak menyangka sang suami akan mengucapkan hal ini. Tadi malam Thomas berbeda dengan biasanya. Ia memperlakukan Mauren sangat istimewa bahkan berkali-kali Thomas mengucapkan terima kasih. Sepertinya cara Mauren berhasil, ia ingin membuat rumah tangga nya kembali harmonis. Dengan cara membuat ranjang mereka hangat.


Pernikahan karena di jodohkan. Bahkan saat ada anak di antara mereka pun tidak ada rasa cinta. Hubungan ranjang hanya sebatas saling memenuhi kebutuhan biologis di antara mereka. Hanya sebatas saling butuh tanpa ada cinta di keduanya.


" Iya, aku akan telepon Rian untuk mengatur semuanya. Apa tidak apa-apa kita tinggal Miska?"


"Di ajak juga tidak apa-apa. Tapi, kalau mau di tinggal nanti kita minta tolong mama untuk tinggal di rumah sementara waktu." Usul Mauren.


"Oke kita berangkat berdua saja. Kita tinggal Miska sebentar sama mama. Pasti Miska nanti senang kalau kita kasih dia oleh-oleh adik bayi." Goda Thomas.


Ia mendekat ke arah Mauren lalu mengecup sekilas bibir Mauren.


"Sudah jam setengah delapan. Nanti terlambat." Ucap Mauren.


Ia mencegah tangan nakal sang suami yang sudah mulai meraba punggung nya dan ciumannya sudah mengarah ke leher.


"Kan aku bos nya, sekali telat ngga apa-apa lah. Ayo, kita lakukan singkat sebelum aku berangkat bekerja," Thomas menggiring Mauren ke ranjang dengan cepat tangan nya melucuti baju Mauren.


Kegiatan panas pun mereka lakukan kembali lenguhan keduanya menggema di setiap sudut kamar. Pagi yang dingin justru membuat mereka berkeringat karena aktivitas panas mereka di atas ranjang. Mauren pun melakukan nya dengan sepenuh hati. Hari ini semua akan di mulai dari awal. Mereka akan jatuh cinta bukan hanya sebuah hubungan yang berdasarkan atas ikatan hukum dan agama. Tapi juga dengan ikatan hati.