
Bahkan pukulan bertubi-tubi Saina daratan di dada bidang Thomas. Teriakan cacian dan makian keluar. Semua Keluh kesahnya ia utarakan pada pria yang sudah membuatnya bahagia sekaligus menderita. Jika ada jam waktu, wanita ini tidak akan mengenal pria yang bernama Thomas. Karena ia hanya memberi luka dan dengan bodohnya Saina masih saja mencintai pria itu dengan setulus hati. Saina di buta kan oleh cinta.
"Saina maaf. Aku ngga bisa seperti ini terus aku punya anak perempuan. Aku ngga mau dia-"
"Apa? Dia apa? Dia menanggung karma papa nya. Iya, kan? Lalu bagaimana dengan ku. Bagaimana hati dan jiwaku. Bagaimana perasaanku? Bagaimana Thomas?" Ucap Saina lantang memotong ucapan Thomas.
"Dari awal hubungan kita salah. Dan aku kasihan dengan Mauren. Dia istri yang baik Saina. Aku sungguh tidak bisa meneruskan hubungan ini lagi. Maaf kan aku?"
"Pergi dari sini. Pergi!" Usir Saina.
"Baik, ini terakhir kali aku datang. Dan ngga akan ada pesan atau apapun itu. Maaf kan aku?" Ucap Thomas lalu ia berbalik dan meninggalkan Saina yang masih menangis.
Walaupun Thomas sudah tidak berjumpa dengan Saina tapi ia membayar orang yang diam-diam akan mengawasi Saina. Hal itu ia lakukan karena takut Saina nekat. Seperti beberapa tahun lalu, wanita itu ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dan tanpa Saina tahu, Thomas memasang cctv tersembunyi di setiap sudut ruangan apartemen.
"Tuhan, kenapa semua ninggalin aku? Kenapa? Aku baik tidak dapat cinta apakah aku harus jahat? Baiklah, mulai sekarang aku akan jadi jahat. Akan aku rusak kebahagiaan kalian berdua. Aku akan jadi jahat." Teriak Saina.
Thomas menangis di balik pintu kamar apartemen. Dia belum pergi. Tangisan Saina menyayat hati. Tapi ia tidak bisa terbelenggu dalam hubungan terlarang seperti ini terus. Istrinya tidak salah dan anaknya yang manis ia tidak mau keluarga nya hancur. Ia juga tidak mau menerima mulai Saina, walaupun dalam hati Thomas Saina lah ratu nya. Pilihan harus di ambil ia pergi atau menetap. Dan ia memilih pergi dari Saina.
----------------
Darren masih sibuk dengan berkas yang ada di meja kerjanya. Sesekali ia melirik ponsel untuk melihat ada kah, pesan dari Mauren. Istri orang yang masih ia cintai dari lama. Awal nya sahabat tapi berubah jadi cinta.
"Kemana ya, kok belum balas pesan ku?" tanya nya pada diri sendiri.
"Apa aku telepon saja, ya?" lanjutnya lagi.
Dua pria yang ada dalam hidup Mauren. Satu pria yang menjadi suami yang ia cintai sepenuh hati. Satu lagi, sahabat yang siap siaga jadi sandaran sekaligus mencintai dirinya. Namun hati manakah yang sesungguhnya tempat ia menetap? Thomas yang berkhianat lalu bertaubat, atau Darren yang mencintai nya sepenuh hati?
Hati, tak bisa di tebak. Tak bisa di paksa kadang juga cintanya salah tempat. Saat jatuh pun tak bisa ingat tempat dan waktu yang tepat.