
Seorang anak laki-laki belajar berjalan dan sesekali terjatuh. Tawa nya membuat sang mama ikut bahagia. Pipinya yang gembul membuat gemas siapa saja yang melihat. Tumbuh dengan baik dan sehat walaupun tanpa kasih sayang seorang ayah.
"Jordan, ayo ke sini!" Seru Saina mengulurkan tangan nya dari jarak jauh agar di gapai sang buah hati.
"Wah, tambah pinter aja ya, sekarang cucuku." Ucap Siti.
Mereka sedang berada di halaman belakang rumah Sina di Yogyakarta. Aktivitas sore saat selesai mandi lalu menyuapi Jordan sambil bermain di belakang rumah. Saina satu tahun ini bekerja dengan keras tanpa peduli tentang dirinya. Ia hanya ingin menjadi ibu yang baik untuk anak nya. Bahkan beberapa pria yang mendekati dirinya tak ia gubris sedikit pun. Hanya anak dan anak yang ia pikirkan.
"Bikin rame ya, bi? Kalau pulang dari cafe lihat dia tertawa gini, kok ilang semua lelah ku ya bu?"
"Iya dong, itu namanya perasaan gembira non. Rasa syukur dan anugerah yang luar biasa saat mengasuh anak. Walaupun kadang berat tapi banyak yang ringan nya kan?"
"Iya bi, hidup begini jauh lebih tenang. Dan aku bisa merasakan bahagia yang sesungguhnya. Ternyata anak itu adalah pelipur dari segala lara. Aku menyesal dulu di buta kan karena cinta sampai aku merusak rumah tangga orang lain. Tapi aku bersyukur tidak bersama nya, karena dengan begini aku tahu arti hidup sesungguhnya berjuang sendiri demi anak. Dan aku selalu berdoa untuk kebahagiaan bu Mauren dan kaka nya Jordan. Aku akan menanamkan pada Jordan kebaikan dan aku akan memberitahunya kalau dia punya kakak. Cukup Jordan jadi pelindung kakak nya dari jauh tanpa mendekat. Aku ngga mau timbul kebencian di diri kakak nya Jordan. " Saina mengungkapkan maksud hatinya.
" Berharap itu akan jadi penebus dosa ku bi. Aku tahu ngga akan cukup, tapi setidaknya itu adalah niat baik ku. Tidak akan ada yang bisa mengubah masa lalu tapi untuk masa kini dan masa yang akan datang akan bisa kita ubah lebih baik. Aku berharap kebaikan akan terjadi di hidup anak ku bi. "
Saina memandang wajah Jordan penuh haru. Ia tidak menyangka kedewasaannya muncul saat ia patah oleh sebuah rasa yang di sebut cinta. Orang ya g ia pikir baik dan melindungi ternyata malam menyakiti. Bahkan ia dengan sadar merusak kebahagiaan wanita lain. Dengan tega memadu asmara dengan suami nya dan tega meruntuhkan rumah tangga orang tersebut.
Semua orang punya salah, segala sesuatu yang tercela akan terus mengusik hidup seseorang rak ada cara menghapus tapi ada cara memperbaiki. Agar semua baik menjadi baik dan karma baik yang di dapat.
"Nona sudah dewasa sekarang."
"Iya bi, dan semua juga berkat bibi, karena Jordan juga, makasih ya bi? Aku ngga tahu kalau aku sendiri mungkin aku akan nuhun diri. Tapi bi Situ selalu setia menemani ku tanpa menghakimi kesalahan ku. Tidak semua orang seperti bibi."
"Kan orang itu ada dua sisi nona. Sisi baik dan jahat, dan tidak ada manusia selamanya jahat begitupun manusia tak selalu berbuat baik bukan?"