My Hot Uncle

My Hot Uncle
Hot Husband



My Hot Uncle bagian 49


Oleh Sept


"Ih ... mandi dulu sana."


"Wangi banget kamu, Sayang." Ferdinand tidak peduli, ia malah memangku Mika sembari melingkarkan lengannya di pinggang Mikaela.


"Nanti dilihat orang!" desis Mikaela sembari menepis tangan suaminya.


"Dilihat juga gak apa-apa. Kamu kan istriku!"


Ferdinand semakin merapatkan tubuhnya, sampai bibi yang mau masuk dapur langsung putar balik.


'Astaga!'


Buru-buru bibi pergi, malu melihat Ferdinand yang sedang memangku Mika di dapur. Sementara si pelaku, malah dengan santai melanjutkan aksinya.


"Udah, aku mau berdiri. Malu!"


"Hufff ... masih lama puasanya!"


Ferdinand menghela napas panjang, kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Mika.


Oek ... oek ... oek ...


Bibir Mika langsung menggembang, ia punya alasan untuk kabur.


"Key nangis!" Mika langsung melepaskan lengan suaminya.


Hufff ...


Ferdinand lantas melepaskan tubuh istrinya, ia harus bersabar. Dan kali ini harus berbagi dengan bayinya.


***


Ferdinand sudah rapi, dia habis mandi. Karena di kamarnya sepi, ia pun mencari Mika ke kamar bayi. Pasti istri dan anaknya ada di sana.


"Nahh ... itu papa!" ucap Mika saat melihat Ferdinand berdiri di ambang pintu.


Pria itu masuk kemudian melirik sekilas sosok lain yang ada di dalam sana. Pasti babysitter baru mereka.


"Gina, ini suami saya!" kata Mika, sembari mengenalkan keduanya.


"Salam kenal, Pak ... saya Gina."


Ferdinand bersikap dingin, ia mengangguk kemudian duduk di atas ranjang. Menghampiri Mika yang bermain-main dengan buah hatinya.


'Oh ... ini Pak Ferdinand. Ganteng, kulitnya bersih, kaya, dan sepertinya perhatian,' batin Gina yang mengagumi sosok Ferdinand yang memang tampan tersebut.


Sementara itu, tidak enak berada di sana. Gina pun pamit ke luar. Alasannya membereskan cucian baby Key di belakang.


Kini, di kamar bayi yang bernuansa biru itu hanya ada mereka bertiga. Keluarga kecil yang hangat dan penuh cinta. Saling melengkapi, saling mengisi satu sama lain. Mereka hidup dengan bahagia, sangat bersyukur karena kini sudah memiliki keluarga yang lengkap. Ya, meskipun hanya keluarga kecil saja.


***


"Maaaa!"


Mika langsung menoleh ke pintu. Buru-buru ia meraih pakaian yang ada di atas kursi.


Tok! Tok! Tok!


"Mama!"


Ferdinand terkekeh, melihat Mikaela yang buru-buru memakai baju.


"Tuh, kan ... Key sudah pulang!" gerutu Mika.


"Lagian siang-siang pulang ngantor ada aja!' omel Mika, sambil tangannya menggancingkan bajunya.


"Gimana lagi, sapa suruh tadi goda-goda vcall pakai baju seksiiii!" elak Ferdinand. Siang-siang dia langsung tancap gas dari kantor langsung ke rumah hanya sekedar isi besin.


Mika yang gemas langsung melempar bantal, membuat Ferdinand malah menariknya sampai jatuh ke ranjang.


"MAMAAA!" teriak Key di depan pintu.


"Iya, Sayang!"


Mika melotot pada suaminya yang super jahil. Ia beranjak dan kembali merapikan baju. Tidak lupa memunguti pakaian milik Ferdinand. Ya, pria itu sudah polos. Sejak datang secara mendadak, langsung mengunci Mika.


KLEK


"Mama ngapain? Key capek nunggu!" celoteh anak usia 5 tahun tersebut.


Mika menelan ludah.


"Tadi di kamar mandi, Mama."


Key langsung cemberut, kemudian kepalanya menengok ke balik tubuh sang mama.


"Papa di rumah? Papa sakit? Kok tiduran siang-siang?" tanya Key polos.


Ferdinand langsung menarik selimut. Menyembunyikan pakaian di balik selimut.


"Hem ... Papa sedikit kurang enak badan. Makanya pulang."


Mendengar jawaban suaminya, Mika langsung tersenyum kecut.


"Ayo, sini ganti baju dulu. Papa badannya masih panas dingin!" ucap Mika seolah mengejek suaminya.


"Papa jangan minum es, ya!" kata Key sambil berbalik menatap papanya.


"Ehh ke mana, ayo ganti baju."


Mika menatap putranya yang masih pakai seragam sekolah tersebut.


"Key mau sembuhin Papa."


Anak itu langsung naik ke atas ranjang dan menempelkan bibirnya di sekujur wajah sang papa.


CUP CUP CUP


"Sembuh Pa ..."


Mika heran, kalau sakit ya minum obat. Kok malah di tium-tium?


"Memang bisa sembuh, sayang?" goda Mika kemudian pada buah hatinya.


"Kata Papa. Kalau sakit .. kalo capek ... dici um mama langsung sembuh. Key mau sembuhin Papa juga."


Mikaela tidak bisa menahan senyumnya, ia hanya bisa menggeleng kepala.


"Tuh ... badan Papa gak panas, kan?" celoteh Key.


Ferdinand pun langsung menghujani banyak kecupann di wajah putranya itu.


"Pinter banget kesayangan Papa."


Mika kemudian mendekat, ia memeluk dua pria yang sangat berarti dalam hidupnya. Dua penjaga yang akan setia menemani sampai ia menua.


"Kesayangan Mama!" kata Mika kemudian mengusap kepala Key.


Dasar Ferdinand, masih saja curi-curi kesempatan. Saat wajah mereka berdekatan, ketika Key tidak melihat. Ia langsung saja menyesapp bibir manis Mikaela yang bagai candu.


"Love you, Sayang."


Mika terbelalak, tapi membalas. Sampai wajahnya terasa panas dingin dibuat Ferdinand.


"Sebentar, aku gantiin pakain Key dulu!" kata Mika gugup. Meskipun sudah menikah hampir 6 tahun, Ferdinand selalu bisa membuatku jantungnya berdesir. Cinta itu semakin lama semakin tumbuh subur, karena paman sekaligus suaminya itu, selalu bisa membuatnya terbakar dalam api asmara yang bergelora. Benar-benar HOT Uncle.


Tamat