
My Hot Uncle bagian 25
Oleh Sept
Mikaela sudah siap, ia akan berangkat kuliah. Sudah kelihatan fashionable, sesuai umurnya. Tidak terbuka lagi, karena Ferdinand pasti akan melotot jika ia pakai rok panjang. Kalau masih ngotot, terpaksa Mika pakai legging.
Saat akan masuk mobil, ia menatap Billi yang menenteng koper dari dalam.
"Loh ... loh!"
"Pagi, Non."
"Koper siapa itu?"
"Koper tuan besar, Non." Billi kemudian membuka bagasi, memasukkan koper warna silver tersebut.
'Kok gak bilang-bilang!' gerutu Mikaela kemudian masuk.
"Om ... Ommmm.!" panggil Mikaela. Saat melihat pamannya keluar kamar dan berpakaian rapi, ia langsung cemberut.
"Apa Mika, kenapa balik, nanti kamu telat?"
"Om mau ke mana?" Ditanya balik nanya, itulah Mikaela.
"Ya kerja, mau ke mana lagi?" Ferdinand menatap aneh pada sang ponakan.
"Tuh ... kenapa bawa koper segala? Biasanya juga bilang kalau ke luar kota, atau nginep."
Mikaela protes, tiba-tiba ia merajuk.
"Oh, Om lupa gak bilang. Tapi memang acaranya mendesak. Ini tadi pagi Billi baru bilang."
"Ke mana?" potong Miakela ketus.
Ferdinand tersenyum kecut, sudah seperti suami yang mau ijin ke luar kota pada istrinya saja. Ferdinand harus menjelaskan ia mau ke mana.
"Cuma ke Bandung. Om mau ketemu klien di sana. Cuma dua hari."
"Ketemu kok dua hari. Kliennya perempuan kan?" tuduh Miakela.
"Sudah tua, klien Om sudah tua. Cantikan kamu ke mana-mana."
Jleb
Mendadak seperti ada kupu-kupu dalam hati Miakela. Sesaat ia terbuai, tapi langsung sadar.
"Ish!"
"Ya sudah. Om berangkat dulu. Takut macet. Kamu juga, kuliah yang bener."
"Hemm!" Mika masih memasang muka bebek. Masam dan cemberut. Kareka buru-buru, Ferdinand sama sekali tidak merayu keponakannya itu. Membuat Mikaela tambah sebal.
'Dua jam perjalanan aja nginep! Pasti mau aneh-aneh!'
Mika kemudian ke kampus dengan dongkol. Sepanjang kelas berjalan, ia tidak konsentrasi. Sampai dicubit temannya karena malah melamun. Hingga sore harinya, ia pulang dengan BT karena di rumah sepi, hanya ada Art.
Bosan, ia pun meneror Billi, sekretaris Ferdinand.
[Pak Billi, Om sedang apa?]
Mika mengirim pesan pada sekretaris pamannya.
[Masih meeting]
Mika langsung jengkel, dan buru-buru membalas.
[Meeting apaan? Sudah sore juga. Mana alamat hotel om Ferdinand!]
....
Pesan lama tidak dijawab, membuat Mika kesal. Ia pung langsung telpon.
"Ya, Non." Billi menyapa nona muda yang cerewet itu.
"Mana alamatanya?" Mikaela langsung tanya tanpa basa-basi.
"Nona mau apa?" Dahi Billi sampai mengkerut.
"Nanti tuan marah," kata Billi.
"Udah, kirim sekarang. Mika OTW sekarang."
'Aduh!'
Akhirnya Mika ganti baju, membawa tas slempang croco dan dompet. Ia tidak membawa pakaian ganti, karena buru-buru.
"Non ... Non mau ke mana?"
"Bandung! Nyusul om."
Bibi langsung mengangguk paham.
"Hati-hati, Non."
"Iya, Bik."
Tidak ada yang mencegah, selama kuliah memang Mika lebih nurut, tidak pernah keluar malam. Jadi Ferdinand pun sudah tidak memperketat penjagaan. Lagian Mika sudah dewasa, kalau aneh-aneh, anak itu yang akan rugi sendiri.
***
3 jam kemudian
Bandung, karena macet Mika baru sampai dan hari sudah petang. Ia langsung ke sebuah hotel, di sana ada Billi yang sudah menunggu di lobby.
"Om, mana?"
"Masih ada jamuan dengan beberapa tamu, Non."
"Perempuan?"
Billi menelan ludah.
"Ada laki-lakinya juga," sela Billi.
Tidak jauh dari sana, Ferdinand berjalan bersama 3 orang, satu pria dan dia wanita. Mereka berjalan sambil berbincang, dan sepertinya sedikit bercanda, karena mereka terlihat tersenyum dari kejauhan.
"Jamuan apa! Mereka pasti habis makan malam bareng? Iya kan?" tanya Mika kesal pada Billi.
"Tuh siapa, wanita pakai dress kuning kurang bahan? Apa dia sengaja menggoda om? Jangan-jangan dia pacar om?" Mika menatap marah pada Billi.
"Bukan ... Non.. itu ....!" Billi dibuat bengong karena ulah Mikaela.
Gadis itu langsung menghambur ke sana, ia langsung berdiri di samping Ferdinand lalu melingkarkan lengannya pada lengan pamannya.
"Mika ...?"
Tamu-tamu Ferdinand menatap Mikaela. Seolah bertanya dia siapa.
Ferdinand pun memperkenalkan Mikaela, sembari mengusap pundak keponakannya.
"Perkenalkan, dia adalah Mikaela, keponakan saya, putri dari almarhum Alexander Hartanto."
"Oh, cantik ya."
"Senang bertemu denganmu."
"Oh, mirip seperti pak Alex."
"Beautiful!"
Banyak pujian yang terlontar, tapi Miakela justru lemas.
.....
'Apa? Keponakan?'
BERSAMBUNG
Fb Sept September
IG Sept_September2020