My Hot Uncle

My Hot Uncle
Merinding



My Hot Uncle bagian 27


Oleh Sept


"Om mau apa? Jangan menatap Mika seperti itu! Om nakutin Mika!" protes Mikaela.


Ferdinand semakin melangkah maju, semakin dekat dengan gadis yang tadi marah-marah itu. Pria tersebut juga meletakkan dasinya sembarangan. Membuat Mika tambah panik.


"Om mau apa? Oke ... Mika keluar."


Setttt ...


Mika ngacir, ia buru-buru meninggalkan kamar hotel milik pamannya. Melihat itu, Ferdinand langsung terkekeh.


"Segitu saja sudah takut, bagaimana nanti kalau kita sudah menikah?" gumam Ferdinand tersenyum sendiri seperti orang kurang waras.


Bukkk


Ia lempar tubuhnya sendiri di tengah ranjang, kemudian merentangkan kedua tangannya. Sembari memejamkan mata dalam-dalam.


"Mbak ... bolehkah Ferdi menikahi Mikaela ... tapi dia masih kekanak-kanakan, datang ke sini pasti karena curiga ... dia benar-benar seperti anak kecil ..." bibirnya kembali mengulas senyum.


Ferdinand bicara pada diri sendiri, membayangkan sedang cerita pada almarhumah kakaknya, Dinara.


***


Pagi hari, Ferdinand masih terlelap ketika pintunya terus saja di ketuk.


"Om! Om buka!"


Tok tok tok


Mata pria itu mengerjap, masih di atas ranjang empuknya.


'Jam berapa ini, kenapa dia sudah sangat berisik?'


"OMMMM!"


"Astaga!" gumam Ferdinand kemudian turun dari ranjang. Ia memakai sandal hotel kemudian ke kamar mandi dulu, barulah membuka pintu untuk Miakela.


KLEK


"ASTAGA! Lama bener, Mika sampai jemuran!" ujar Miakela. Gadis itu masuk dan nyelonong seperti biasanya.


"Ish! Kenapa pagi-pagi ganggu Om? Jam berapa ini?"


Ferdinand melihat jam, masih sangat pagi.


"Mika bosen!"


"Hemm ... siapa suruh kamu susul Om ke sini?"


"Jadi gak boleh nih??? Mentang-mentang di sini ketemu perempuan cantik-cantik!" gerutu Mikaela dengan bibir yang meliuk-liuk karena terus saja ngomel-ngomel.


"Ish!" Gadis itu merajuk pagi-pagi.


Ferdinand jadi gemes, kemudian memeluk Mikaela. Ia membuang napas panjang. Seperti menahan sesuatu.


"Mika ..." panggil Ferdinand masih memeluk Mikaela.


"Ya," jawab Mikaela yang memegangi lengan Ferdinand yang melingkar di pinggangnya.


"Ayo menikah."


JLEB


Krik krik krik


Kamar langsung sepi, seperti pindah ke dimensi lain.


"Om jangan bercanda, Mika masih kuliah," kata Mikaela kemudian.


"Lalu bagaimana dengan Om? Om rasa tidak bisa menunggu lama. Om takut khilaf lama-lama."


Deg deg duerrr


Hati Mikaela tambah jedak-jeduk. Diajak nikah secepatnya oleh Ferdinand, membuat Mikaela gelisah.


"Bagaimana kalau di tengah kuliah Mika hamil?"


Ferdinand terkekeh lalu menjawab, "Kita bisa tunda. Om akan tunggu sampai kamu siap hamil anak-anak Om."


"Tapi ... tapi Mika takut."


Ferdinand langsung melepaskan pelukannya, ia berjalan ke depan Mikaela. Berdiri menatap Mikaela dalam-dalam.


"Kita lewati bersama, tidak usah takut akan masa depan kita. Selama kita bersama, semuanya akan baik-baik saja."


"Om beneran sayang Mika?"


Ferdinand mengangguk


"Mika kan bawel, cerewet, bandel, suka gak nurut, jengkelin."


Ferdinand langsung membuat Mikaela berhenti bicara. Dengan sekali kecuppp, Mika langsung diam. Setelah itu Ferdinand menarik diri, ia kembali menatap Mikaela dengan intens. Hingga Mika memalingkan muka dengan pipi yang telah merona.


"Bagaimana? Will you marry me?"


'Bagaimana ini, seperti ada yang mengerakkan kepalaku untuk mengangguk. Bahkan tubuh ini saja begitu setia pada om. Tapi aku masih takut. Namun, saat melihat sorot mata itu, aku seperti terhipnotis. Om ku yang tampan, pemilik pelukan hangat, cool, dan satu lagi, ci umannya selalu bisa membuatku lemas ... Mika, ada apa denganmu? Astaga ... jika aku mengangguk, artinya aku akan jadi istri om. Dan artinya kami akan tidur satu kamar, satu ranjang. Ya ampun ... mengapa aku malah merinding begini?'


BERSAMBUNG


Fb Sept September


IG Sept_September2020