My Hot Uncle

My Hot Uncle
Bukan Anak Kecil Lagi



My Hot Uncle bagian 26


Oleh Sept


Ferdinand jelas kaget atas kemunculan Mikaela dengan tiba-tiba. Karena Mika langsung merangsek dan merangkul lengannya, Ferdinand pun mengatakan pada rekan bisnisnya itu, bahwa Mika adalah keponakannya. Rasanya tidak mungkin mengatakan bahwa Mika adalah kekasihnya, apalagi calon istri, ini karena Mika terlihat masih seperti bocah. Lihat betapa tidak dewasanya dia, karena langsung mengelayut manja pada pamannya di depan orang-orang.


Saat semuanya pergi, kini hanya tinggal Ferdinand dan Mikaela. Sedangkan Billi, ia harus mengantar para tamu sampai depan hotel. Ferdinand kemudian mengajak Miakela ke kamar. Karena tidak nyaman bicara di lobby.


"Sudah malam, nanti biar Billi pesankan kamar di sini," ucap Ferdinand sambil berjalan.


"Gak usah!" jawab Mikaela ketus. Terlihat sekali kalau ia masih merajuk, tapi Ferdinand belum peka. Kalau Mika kesal lantaran diperkenalkan hanya sebagai keponakan.


"Sudah malam, masak mau balik Jakarta?"


"Idih! Siapa yang mau balik!" potong Mika kemudian jalan mendahuli Ferdinand.


"Lantai berapa?" tanya Mika yang sudah tiba di depan lift duluan.


"88."


Tit


Pintu lift perlahan terbuka, keduanya pun masuk bergantian, Ferdinand membiarkan Mika masuk duluan.


"Besok kamu gak ada kuliah? Kenapa susul Om?"


"Emang gak boleh?" tanya Mika nyolot.


"Kamu lagi dapet ya, Ka? Kenapa Om lihat dari tadi kok marah-marah?"


"Siapa yang marah?" tanya Mika dengan nada tinggi.


"Ish ... kenapa ini keponakan Om? Ada masalah di kampus?" Ferdinand menyentuh kepala Mika, tapi gadis itu menghindar. Sampai Ferdinand memincingkan kedua matanya.


'Kenapa anak ini?'


"Kamu kenapa, Mika? Tiba-tiba marah sama Om? Apa Om Ferdi buat salah sama Mika?"


Ferdinand mencoba memahami Mikaela, ia tanya dengan lembut, kenapa gadis itu terlihat masam.


"Pikir saja sendiri!" jawab Mika ketus.


Tit ...


Lift terbuka, mereka sudah sampai di lantai 88.


Tap tap tap


Semburat senyum terpancar jelas di wajah Ferdinand, lucu juga kalau Mikaela ngambek tidak jelas seperti ini. Pria itu pun mengulurkan card lock untuk membuka kamar hotelnya.


Mika langsung menyambar card lock tersebut, kemudian langsung masuk saat pintu sudah bisa dibuka. Mika masuk seperti kamarnya sendiri. Ia lempar tasnya dan langsung ke kamar mandi untuk cuci muka.


Setelah kembali, ia melihat pamannya malah sibuk membuka laptop.


"Sudah malam, masa kerja terus?" protes Mika seperti istri yang bawel dan cerewet.


Ia ngomel sambil membasuh wajahnya dengan handuk bersih yang sudah disediakan pihak hotel.


"Om cuma ngecek email masuk."


"Besok kan bisa, Om."


"Sebentar saja. Oh ya, Om sudah kirim pesan ke Billi. Kamar kamu di sebelah."


"Kan aku tadi sudah bilang, gak usah Ommmm!" gerutu Mikaela.


"Lah? Terus kamu mau tidur di sini sama Om? Ayolah Mika!!!! Om ini pria dewasa, Om juga bisa khilaf!"


Keduanya saling menatap. Mika yang tadi begitu berani dan ngomel-ngomel, langsung kesulitan menelan ludah.


"Memangnya Om mau apa? Mika hanya mau tidur di sini! Kita dulu kan sering tidur bareng, dan gak apa-apa tuh!"


Ferdinand mengusap wajahnya dengan frustasi.


"Kamu dulu masih Om anggap anak kecil, Mika!"


Mika mulai gugup.


"Memangnya, sekarang Om anggap Mika seperti apa?"


Ferdinand menghela napas dalam-dalam.


"Jangan menggoda Om lagi!" ucap Ferdinand kemudian melonggarkan dasi.


BERSAMBUNG


Fb Sept September


IG Sept_September2020


Yang sudah TAMAT


Rahim Bayaran, kekasih Bayaran, Crazy Rich, Dinikahi Milyader, Suami Satu Malam, Suamiku Pria Tulen, Dipaksa Menikah, Wanita Pilihan CEO, Dea I Love You, My Boss My Husband, Dokter Asha and KOMPOL Bimasena, Jodoh Titipan, The Devil Husband, My Hot Uncle, pokoknya ketik SEPT di kolom pencarian yaa