
Eughhh
"Sayang kamu udah bangun?" Suara lembut itu diselingi panggilan 'sayang' ah membuat Caramel melting saja.
Caramel bangun karena menyadari kedatangan Dave, gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali lalu ia merubah posisinya bersandar di headboard tempat tidur Caramel menggosok-gosokkan hidungnya.
Hoammm, tangan Dave terangkat menutup mulut Caramel yang menguap.
Setelah mengumpulkan nyawanya Caramel, "Kok lama kak?" tanyanya dengan suara sedikit serak.
"Maaf tadi ada insiden kecil dijalan," Caramel manggut-manggut gadis itu lantas mengalihkan arah pandang kearah dimana kantong besar disamping ranjang.
Caramel menatap bingung kantong dan Pemuda dihadapannya secara bergantian.
"Kamu habis ngeborong?"
"Hehe…" Cengirnya menggaruk tengkuknya kaku.
"Kakak… Kak tuh ngapain ngeborong kasihan tau uangnya. 'Kan kakak nggak kerja ntar kakak sama Diva mau makan apa?"
"Kamu ngeledek atau peringatin kakak sih?"
"Dua duanya" ketus Caramel.
Dave terkekeh. Gadisnya tidak tahu saja kalau dia dan papanya sudah berbaikan dimalam ultah Diva kemarin bahkan dia sudah menerima keluarga istri papanya.
Caramel menengadah tangannya kepada Dave, Dave yang melihat seketika bingung.
"Minta uang?" Dave mengerutkan dahinya.
"Bukan, iks…"
Dave yang mengerti langsung mengambil satu set pembalut. Nih anak ada-ada sih masa Dave ngambilin kan jadi malu, batin Dave.
Cup
Caramel langsung mendekat ke Dave lalu tanpa rasa malu gadis itu langsung menyatukan bibirnya dengan pipi mulus Dave singkat dan langsung beranjak ke kamar mandi karena sudah dipastikan kalau sekarang pipinya memanas dan memerah oleh rasa malu.
Diatas kasur Dave memegang pipinya bibirnya sedikit terangkat memperlihatkan seringai kecil, lihat aja dia akan membalasnya karena gadisnya dengan sengaja membuatnya malu-malu kucing.
Tangan kekar itu dengan cepat menarik tangan Caramel, "Mau aku bantu?" tanyanya sembari menaik turunkan alisnya dan tak luput senyum seringai tipis
"Mesum, ihh." lirih Caramel sedari tadi gadis itu terus berbalik kebelakang tak sekalipun menatap Dave dia tidak mau menunjukkan wajah yang bertambah malu setelah Dave mengatakan itu kepadanya. Caramel segera menampar tangan Dave yang merangkul tangannya lalu menghentak-hentak kesal, Dave pun mengetahui muka Caramel persis kepiting rebus sampai ke telinga menahan tawa melihat gadisnya salah tingkah.
'ganteng banget sih pacar aku.' Merasa terganggu dengan tangan usil gadisnya Dave sedikit membuka matanya memberhentikan tangan itu mengacak surainya.
"Kenapa? Aku ganteng yak?" Pergerakannya membuat Caramel terkejut cepat-cepat tangannya menyingkir dari kepala Dave, namun kalah cepat dengan Dave langsung mengenggam tangannya lembut.
"Enggak!" jawab Caramel sekenanya dengan bersekedap dada dan memalingkat wajahnya. 'Iya, ganteng banget kayak oppa-oppa korea, aaaaaa so kyut.' Caramel membatin sembari menggigit bibir.
"Boong banget," Dave merubah posisinya menjadi duduk bersila sedikit memiringkan wajahnya kesamping. "Hey?" dia meraih wajah Caramel dan memalingkan ke arahnya.
"Ke─kenapa?" Entah kenapa aura tajam Dave membuatnya gugup, canggung ingin rasanya dia menyemburkan wajahnya di lautan antartika agar tak bertemu lagi dengannya.
Bukannya menjawab Dave malah mendekatkan wajahnya dengan Caramel membuat Caramel semakin gelagapan ingin menabok wajah tampan dihadapannya tapi rasanya tidak tega.
Nanti wajahnya tambah berubah lagi kaya Spongebob, Patrick, atau bahkan Squidward 'kan nggak enak dilihat jadi agak lucu. Caramel tidak mau bertambah ada saingan merebutkan satu cowok, pikir Caramel.
"Ngapain sih?" galaknya sentak mendorong cowok itu.
"Yaudah deh, kalau kamu nggak bisa jujur aku tau kok kamu boong. Tapi sebagai gantinya aku pengen dipeluk," Dave merentangkan tangannya meminta Caramel memeluknya kek anak ke emaknya.
"H一Hah?"
"Peluk Caramel." Caramel sesegera mungkin menetralkan jantungnya sebelum mendekati pemuda itu lalu memeluknya dia tidak mau Dave malah mendengar detak jantung setiap dalam dekapan.
"Kok kamu degdegan sih?" Tuhkan nih cowok ngeledek juga, Caramel tidak menjawab dia hanya mencebikkan bibirnya kesal.
Namun beberapa detik juga bersuara, "Kamu juga degdegan," Dave tidak menyahut lagi, memang benar kalau dia selalu dekat Caramel bawaannya sering dag dig dug serr begitupun sebaliknya.
"Kakak, kak Dave pake pelet sama plastik ya?" tanya Caramel polos yang berhasil membuat Dave mendonggak.
Sekarang Dave yang terpengarah mendapatkan pertanyaan sekenah dari kekasihnya sendiri. Bisa-bisanya dia bilang gitu enak aja, batin Dave. "Eh, mulutnya!" peringatan Dave. "Ya kali kakak pake gituan, kakak tuh cowok baik-baik ya." lanjutnya.
"Terus kakak oplas ya?"
"Astaghfirullah Caramel, kakak bukan orang kayak gitu sayang!"
"Terus kenapa kakak ganteng banget? Kayak habis oprasi plastik!" cibir Caramel ceritanya merajuk.
"Udah ganteng dari lahir kali." gumam Dave terkekeh.
"Kakak mau Caramel makin tertutup sama fans-fans kakak diluaran sana?" Lirih Caramel dengan suara bergetar dan cewek itu memainkan jari-jari lentiknya.
...****...