
Semua tersentak kaget mendengar permintaan Caramel, membolakan matanya.
"Kenapa? Cuma bercanda kali, aku nggak sepolos itu" Sahut Caramel seraya memecahkan ketegangan di antara mereka.
Pletak
"Aduh.." rintih Caramel saat mendapatkan jitakan dari Mike.
"Makanya kalau ngomong di jaga! Gue pikir beneran" sentaknya setengah bergumam.
"Beneran mau kasih aku keponakan?" tanyanya menggoda wanita disampingnya.
"Mike!" geram Rara mendelik tajam kepada pria itu
"Sayang"
"Emang gak cukup apa disana" gumam Rara pelan mengerutuki suami nya.
Sementara Dave yang berada di tengah - tengah kakak-adik itu hanya bisa menggeleng sembari menyunggingkan senyum, keluarga bahagia, walaupun tidak ada orang tua di antara mereka. Sedangkan dia yang masih mempunyai ayah, sekalipun dia dan Diva tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari sang ayah.
*****
"Terimakasih ya, kamu sudah menjaga Caramel selama kakak pergi. Dan maaf juga kalau Caramel ngerepotin"
"Sans aja kak, Caramel nggak ngerepotin Dave kok!" ucapnya. Dia melirik arloji nya, sebentar lagi pria itu ingin mengajak jalan-jalan Diva.
"Ya udah kak, aku pulang dulu ya. Soalnya sebentar lagi aku mau ngajak Diva makan malam diluar"
"Makan malam diluar? Wah boleh tuh, makan malam bareng boleh kan?"
"Of course, Diva juga pasti seneng" ujar Dave, dan Mike segera pamit untuk bersiap-siap.
Sesampai sebuah restaurant, kelimanya langsung duduk ke tempat yang sudah di reservasi Dave. Dengan berbincang-bincang sembari makan, mata Diva tidak sengaja manangkap anak muda seusia Dave berpamitan kepada ayah nya ke toilet. Diva terkesiap menatap pria paruh baya yang duduk membelakanginya, dilihat-lihat pria itu kayak tidak asing. Rambut yang cepak, baju warna blue gray, sepatu pantofel hitam kilap, itu semua tidak asing bagi gadis itu.
"Kak Dave" panggil Diva bergumam.
Dave yang menikmati makan nya, menengadah menatap adik nya, rasa penasaran Dave kian mengembang ketika Diva terus mendelik kepada pria di belakangnya, Dave pun ikut menoleh. Terlihat pria paruh baya mamakai pakaian formal, postur tubuhnya kayak tidak asing.
"Itu papa kak" gumamnya pelan.
"Kenapa Va?" tanya Caramel.
"Kak"
Dave langsung berdiri menghampiri meja pria cepak yang Diva kira papa Felix. Tapi kenapa papa Felix disini bersama seorang anak muda seumuran dengan nya dan memanggil papa juga? Apa-apaan ini, apakah dia mempunyai saudara selain Diva..
"Papa ngapain kesini?"
"Dave! Kamu ngapain disini?"
"Jawab Dave dulu pah, papah ngapain kesini. Dan…laki-laki bersama papa itu siapa?" tanya Dave
"Kamu ini..pertanyaan apa itu, papa hanya sendiri disini, anak laki-laki siapa"
Dave masih menatap tajam ke arah papa nya, sungguh gelagap papa nya sepertinya dia menyembunyikan sesuatu yang dia dan Diva tidak tahu, gelisah.
"Jangan menatapku seperti itu" hardik Felix. "Kalian yang kenapa kesini? Bareng mereka lagi, ayo pulang" tanyanya ber-imbuh dan menarik tangan Diva kasar.
"Nggak pah,"
"Ayo pulang" bentak nya.
"Diva nggak mau pah" pinta Diva berusaha melepas cengkraman papa nya.
"Diva! Pulang"
"Pah pah, lepasin Diva"
"Diam kamu" hardiknya menunjuk Dave.
"Pah" panggil seseorang pemuda tampan ber hoodie merah.
Dave menoleh kala mendengar panggilan papa di belakang, suara itu, suara itu amat dia kenal, dan amat sangat dia benci. Sena. "Sena" sentaknya
Sementara Sena menyunggingkan senyum manis tapi menurut Dave itu sangat menyebalkan. "Papa ayo kita pulang"
"Iya" sahut papa Felix santai dan pasrah.
"Tunggu-tunggu, kalian ada hubungan apa?"
"Ekhem. Perkenalkan nama Gua Sena, dan papa Felix… Papa KANDUNG Gua" jawabnya menekankan sembari mengulurkan telapak tangannya untuk menjabat tangan Dave disertai dengan seringai tipis, Berpura-pura mengajak Dave berkenalan. Dia sudah tahu dari awal bahwa rival nya sendiri adalah saudara tiri nya, dan dari awal juga Sena ingin kedua bersaudara ini mengetahui Papa nya menikah lagi dengan mama nya, akan tetapi papa Felix melarang nya. Dan ini..ini yang dia tunggu-tunggu.
Tenyata dibalik ketulusan papa Felix selama ini, papa nya menyembunyikan ini. Syok, itulah yang dirasakan Dave dan Diva. Sena seumuran dengan Dave hanya beda setahun, berarti sudah dari dulu papa nya berhubungan dengan mama Sena dan mengkhianati mama nya. Tidak.. Tidak mungkin, dari waktu Dave kecil dilihatnya papa Felix sangat menyayangi mamanya, jadi tidak mungkin papa mengkhianati mama nya.