
"Sayang aku laper." Rara ingin melangkah namun Mike malah menarik tangannya hingga wanita itu kembali terduduk di pangkuan Mike. "Kita keluar yu, restoran atau cafe gitu"
"Nggak ah, di rumah aja. Kita pesan makanan online?
"Boleh, bentar ya aku bilangin Mbak Lastri gak usah masak" Rara keluar dari kamar, sementara Mike segera meraih ponsel diatas nakas.
Kedua suami istri itu menuruni anakan tangga tadi Mbak Lastri sudah memanggil bahwa makanan siangnya sudah sampai.
"Eum bau apaan nih?"
"Ini makanan kesukaan kamu"
"Buang sayang"
"Kok di buang, mubazir sayang mending aku makan aja" Rara menarik kursi untuk di duduki.
"Enggak sayang, ini gak enak"
"Dulu kamu puji-puji makanan ini, sekarang bilang gak enak. Aneh kamu" cibirnya.
"Iya tapi ini nggak enak"
Mbak Lastri yang ada di hadapan sepasang suami istri itu hanya diam menonton perdebatan non faedah mereka. Hanya menonton sampai akhirnya Rara menanya pendapat wanita itu.
"Iya teh den Mike ini mubazir kalau di buang"
"Iya aku tau, tapi ini nggak enak aku ga suka"
"Sayang, ayolah, sedikit aja.." bujuknya. Rara berdiri menyuruh Mike untuk duduk.
"Aku tidak mau, mual sayang" Berulang kali Mike menggeleng sembari menutup rapat-rapat mulutnya menggunakan tangan.
"Terus mau kamu apa? Kamu mau aku kelaperan, kita kelaperan?" benar-benar ya membuat Rara frustasi dengan pria berstatus suaminya. Bagaimana tidak frustasi perutnya sudah kruk,kruk membayangkan betapa lezatnya makanan di hadapannya sekarang, dan ini seenak jidatnya Mike menjadi berubah pikiran.
"Bukan gitu yank. Tapi aku maunya makan Gudeg" ucapnya santai seraya tersenyum membayangkan enaknya Gudeg makanan khas Yogyakarta membuat tidak berhenti mengunyah.
Sedangkan mata dua wanita di depannya hampir keluar, kaget permintaan tidak masuk akal Mike. Ini Mike salah minum obat atau apa? Tiba-tiba pria itu seperti orang mengidam, What is it?
'Apakah otaknya mengalami sedikit pergeseran akibat memikirkan masalah kerjaan '
"Aku?" kejutnya.
"Iya buatan kamu sayang"
"T- Tapi"
"Udah Ra, biar aku yang bantu"
Biarpun mbak Lastri di Perkerjakan sebagai asisten rumah tangga tapi wanita itu juga sudah di anggap oleh ketiganya sebagai bagian dari keluarganya.
Mbak Lastri asli dari Jogja. Tidak ada salahnya belajar membuat makanan khas Jogja kan ada ahlinya, Rara yang tadinya malas meladeni suaminya kini sangat antusias membuat Gudeg.
Pria itu menarik kursi dan duduk sambil mengatupkan dagunya sebagai bantalan seraya membayangkan nikmatnya Gudeg bikinan orang tercinta.
Rara yang melihat Mike seperti anak kecil, begitu sangat aneh seharian ini sikap Mike sangatlah aneh. Entah apa yang terjadi pada suaminya, apa dia sedang hamil dan mengidam tapi bagaimana dia seorang pria dan seorang suami masa mengandung, pikiran semplak Rara.
Perlahan tangannya mulai mengobrak-abrik bumbu yang sudah di siapkan oleh mbak Lastri sesuai arahan wanita itu.
Satu jam berlalu Gudeg sudah siap di hidangkan. Rara tersenyum akhirnya makanan yang dengan susah payah di buat sudah jadi.
"Sayang makanlah.."
Mata Mike langsung berbinar menatap makanan yang diinginkan sudah di depan mata, memang sejak kemarin dia sudah membayangkan makan makanan itu namun dia harus menahannya.
Mike membuka lebar - lebar mulutnya ketika tangan Rara bergerak menyuapinya. Namun, tiba-tiba mual kembali melanda. Cepat-cepat pria itu berlari ke wastafel memuntahkan semua.
"Kamu gapapa sayang?" tanya Rara sambil memijit tengkuknya.
Mike menggeleng, "Maaf yank," lirihnya bergumam.
"Tidak apa-apa sayang. Kita ke rumah sakit ya?"
"Aku tidak apa-apa sayang" Mike meyakinkan istrinya bahwa dirinya tidak apa - apa.
...***...