My Childish

My Childish
Pacar Gemash



"Kak" Caramel melambaikan tangan nya menyambut kedatangan Dave di parkiran.


"Lama banget sih, Caramel capek tau berdiri terus." ujarnya mengatupkan bibirnya rapat-rapat sembari memanyungkan nya.


"Ululu maaf" serunya mengacak-acak rambut pacar childish nya.


"Kakak aku laper" celetuknya memegang perutnya yang tadi terus keroncongan, seperti anak kecil meminta makan kepada ibunya.


"Laper banget?" tanyanya dan di balas anggukan Caramel.


"Yaudah mau kantin?"


"Gak usah deh kak, aku mau langsung aja jemput kak Mike" jawabannya dengan semangat empatlima.


Dengan gemasnya Dave mencubit pipi chubby perempuan itu. "Ihk kakak sakit" Caramel mencebikkan bibir bawahnya kesal.


"Makanya kamu makan dulu katanya pacar aku ini laper"


"Ih…iya deh, iya"


"Ayo" ajaknya menarik tangan Caramel menuju kantin sekolah. Di sepanjang koridor sebagian besar siswa siswi sudah mengetahui bahwa keduanya sudah berpacaran jadi semua tidak heran lagi. Menurut mereka keduanya sih cukup serasi, Dave itu kan cowok pintar, sementara Caramel cewek bar-bar dan cengeng + manja. Tidak heran sebagian kaum hawa sekolah Alaska ini menginginkan mereka putus, dan ingin memiliki Dave yang notabene idola sekolah.


"Car,"


"Iya kak"


"Aku minta maaf ya yang tadi?"


"Kejadian kak jely jely itu tadi minta ukuran C-"


"Shutttt. jangan ngomong gitu, gak baik" potong Dave, menaruh jarinya depan bibir Caramel. Mana mau dia otak polos Caramel blank kemana-mana, termasuk otaknya. "Lebih baik kita makan, bi"


"Iya Dave"


"Pesen sandwich biasa satu ya bi, teh anget dua"


"Oke den Dave"


"Kok Sandwich sih kak, aku kan maunya seblak" protesnya.


"Lho biasanya kan kamu suka sandwich, bukannya ini makanan kesukaan kamu"


"Iya emang makan kesukaan Caramel, tapi aku maunya seblak"


"Nggak boleh,


"Ini Den, Neng satu sandwich dua teh anget"


"Makasih bi"


"Sama-sama"


Dave melihat sekilas Caramel yang cemberut lalu turun lagi ke arah makanan di hadapannya.


"Gak mau" sahut cewek itu masih keadaan kesal.


"Katanya laper hem?"


"Tapi akuna mau seblak"


"Caramel sayang makan," Dave mengangkat sandwich berniat mengigit ujung sandwich. "Atau kamu mau aku suapin gini" imbuhnya menyeringai tipis.


"Malu kak" lirih Caramel.


"Yaudah kamu makan. Aaaa," Dave menyuapi Caramel. Dengan sedikit mengunyah juga sandwich, itupun yang menyuapi Dave, Caramel. Jadi kedua sejoli itu saling suap-menyuap, untung saja tidak banyak orang yang berada di sekolah, hanya ada anak eskul.


Sesampai di bandara Caramel mengedarkan pandangannya, mencari sosok lelaki yang selama ini selalu menjaganya tanpa jasa selain ibu dan ayah, siapa lagi kalau bukan kakak nya tercinta Mikael dan istri nya bernama Rara.


"Kak," Caramel sudah berdiri belakang kakak nya dengan pria itu menduduki meja cafe, lalu mengagetkannya dengan menupuk pundak laki - laki itu.


"Astagfirullah al-adzim Caramel, kakak kaget tau" dengus kesal Mike memegang dadanya terkejut.


"Hehehe…" tawa renyah Caramel. Gadis itu tidak menghiraukan Mike melainkan wanita yang duduk di hadapan Mike.


"Kak Rara, hu..kangen tau sama kakak"


Rara terkekeh kecil mendengar suara manja, yang sudah lama dia tidak dengar. "Kakak juga kangen banget sama adek kakak satu ini" Tangan nya mengacak - acak rambut Caramel gemas.


"Kak Mike, maaf ya. Tadi jalanan macet, jadi aku telat jemput!" sahut Dave berdiri samping Caramel


"Gapapa" Mikael berdiri lalu mereka tos ala cowok jaman now.


"Kak"


"Kenapa sayang?" tanya Rara tersenyum manis menatap Caramel.


"Debay nya mana?" tanya Caramel menagih sembari mengerjapkan mata polos. Membuat ketiga nya membola mata nya ketika Caramel meminta debay alias dede bayi.