
Hari ini adalah hari sabtu yang di mana semua murid berlibur namun sabtu ini SMA Alaska mengadakan persami, jadi saat ini kelas 10 sampai kelas 12 kini berada di semua gunung terkenal di kota.
Sesuai dengan instruksi ibu Alya murid yang laki-laki mencari kayu bakar sementara yang cewek-cewek membantunya untuk menyiapkan makan untuk malam hari.
Saat ini Dave menaruh kayu bakar seperti yang di bilang pak Bayu di penampungan kayu bakar.
Setelah dia menaruh kayu di tempatnya, Dave beralih ke arah gadis yang kini sedang asyik mengaduk sayur mayur untuk nanti malam.
"Kamu ngapain?" tanya Dave membuat Caramel berbalik arah.
"Masakin kakak. Ini tuh spesial buat kakak, kamu harus cobain"
"Emang kamu pintar masak?"
"Kakak ngeraguin Caramel?"
"Buk-" Tangan Caramel dengan cepat menyuapi Dave.
"Aaaa... Ini pasti enak cobain deh"
"Enak kan?"
Dave yang merasakan masakan Caramel mengerjapkan mata beberapa kali, "Ini kamu belajar masak darimana?"
"Gimana enak gak?"
"Enak banget"
"Siapa lagi yang ngajarin Caramel kalau bukan Mbak Lastri"
"Ternyata biarpun gadis manja kamu pintar masak" ujar Dave mencubit gemas pipi Caramel.
Gadis itu kembali dalam lamunannya lagi dan itu di rasakan oleh Dave.
"Kamu kenapa?"
"Gapapa."
Sisi lain Novi di belakang tangannya mengepal kuat melihatnya sepasang sejoli itu di pojok terlebih lagi disana tempat sepi, diapun berpikir untuk menghancurkan lagi tenda yang sudah didirikan untuk mengambil alih keduanya.
BRAK
PRANG
Sepasang kekasih itu berbalik badan mendegar suara benda jatuh. Dan ternyata ada tiga cewek berdiri di depan mereka dan... Apa ini tendanya roboh, bukannya tadi mereka sudah mendirikan tenda.
"Lo apaansih Nov. Kok di robohin, capek-capek lho kita benerin" Ucap salah satu teman Novi.
"Iya si Novi nih"
"Kalian bisa diem nggak, ini roboh sendiri"
Dave menghampiri Novi dan teman-temannya.
"Tau tuh si- emtt Nov..." adu Lala dipotong karena dengan segera Novita membungkam mulut Lala yang sedari tadi terus mengomel.
"Diem aja La, nggak usah ngomong" bisik Novi.
"Dave tolong bantuin gue dong?"
"Rupanya caper." gumam Jessi cuek. Ucapan cewek itu biarpun pelan Novi dapat mendengar dengan jelas gumaman temannya itu.
"Jessi!" Novi mendelik tajam kepada Jesica.
"Yaudah kalian duduk aja, biar gue yang urus" ucap Dave datar. Novi tersenyum menang dia memang sengaja membongkar tendanya, dan memang benar apa kata Jessica cewek itu emang CARI PERHATIAN!
***
Malam hari semua murid berkempul mengitari menu makanan yang sudah di persiapkan oleh cewek-cewek, api unggun pun menghiasi malam minggu mereka.
"Selamat malam anak-anak"
"Malam pak"
"Selamat datang di acara persami, perkemahan sabtu minggu"
Terdengar tepuk tangan siswa yang terlihat semangat, ada pula siswa hanya mendengar suara pak Bayu dengan tak minat dan sama sekali tidak menyahuti perkataan bapak guru.
"Disini kita akan bersenang-senang, nah selain bersenang-senang besok bapak akan bawa kalian ke kandang ternak sapi untuk mempelajari konsep- konsep merawat sapi dengan benar. Jadi di harapkan semua murid balik ke tenda setelah acara malam mingguan kalian, ada yang mau di tanyakan."
Lala angkat tangan, "Kok sapi sih pak, gak ada yang lebih authentic gitu selain ngurusin sapi-sapi di ternak. Kan jyjay pak."
"Lala, kita disini untuk belajar! Ada waktunya juga kalian senang-senang disini tapi untuk malam ini saja!" Pak Bayu menanggapi perkataan anak muridnya itu dengan nada ketus yang membuat Lala mendapatkan teriakan riuh dari teman-temannya.
"Huuuuuuuu! Lala lebay."
"Apaansih." gumam Lala sebal.
"Guys" panggil Novita kepada kedua temannya.
"Ya."
"Gue punya rencana!"
"Jangan aneh-aneh Nov!"
"Rencana apaan?"
Novi mendekat kepada kedua sahahatnya itu dan membisikkan, sesekali Lala dan Novi tersenyum licik.
"Gak, gak. Kita nggak boleh ngelakuin itu, lo mikir dong kalau sampe Caramel jatuh beneran gimana?" protes Jessi.
"Jessi lo kalo takut, yaudah nggak usah ikut aja. Ribet banget sih" sewot Novi.