
Dave dan Caramel tidak menghiraukan pernyataan Sena, langsung pergi begitu saja.
Tentu, itu membuat Sena mengepalkan tangan nya kuat sekaligus kesal.
"Kamu belajar yang rajin" sahut Dave sembari tangan nya mengacak pucuk rambut Caramel.
"Siap bos." Hormat Caramel membuat Dave terkekeh dan segera berpamitan untuk masuk ke kelasnya di atas lantai tiga.
***
Caramel dan Melda segera menuju kantin, akan tetapi pertengahan koridor ada murid berjalan berlawanan dengan keduanya dan berhenti depan Caramel.
"Mel, di panggil tuh sama kakel, di depan toilet"
"Siapa?" tanyanya penasaran.
"Gue juga nggak tau" jawabnya disertai mengedikkan bahu nya, lalu pergi begitu saja.
"Gimana sih, katanya dia disuruh manggil elo"
"Yaudah sih gapapa"
"Gue temenin ya Car"
"Ga usah Caramel bisa sendiri kok!"
"Gue tunggu dikantin!"
"Iya" Caramel berjalan menyusuri koridor ke gedung sebelah menuju toilet dimaksud oleh murid yang tadi.
Sesampai di depan toilet, Caramel malah celingak-celinguk, pasalnya disini tidak ada orang. Hanya ada ada beberapa orang berlalu lalang yang keluar masuk kedalam toilet itu.
"Hai Caramel" sapa seseorang gadis seorang diri yang duduk di taman depan toilet.
"Kak Novi"
"Hai" Novi berdiri dari kursi itu, dan menghampiri Caramel.
"Kenapa kak?"
"Gue cuma mau kasih tau lo. Biasa cowok itu kebanyakan nggak suka cewek manja, maka dari itu gue pernah dengar-dengar Dave itu pernah curhat ke Ehsan tentang…, lo mau tau dia curhat apa ke sahabatnya itu. Dia pernah bilang, kalau sebenarnya Dave itu nggak pernah suka sama orang manja. Ya, lebih tepatnya cewek kayak lo. Ya udah sih itu aja yang mau gue bilang, bye Car." ucap nya to the poin. Novi menepuk pelan pundak Caramel lalu melenggang pergi dari hadapan Caramel.
Caramel mengangguk pelan menatap punggung Novi kian menjauh. Lalu dia mengedikkan bahunya cuek dan melangkahkan kakinya ke arah kantin.
"Dari mana aja lo?"
"Emm, dari...ternyata itu tadi Eca manggil gue, nyuruh gue buat bantuin dia angkat bangku ke ruang Osis"
Meski sedikit curiga, Melda tetap mengangguk kepalanya mengerti. Gelagap Caramel membuatnya sedikit tidak percaya, kalau gadis itu dipanggil oleh Eca yang berpangkat ketua OSIS sekolah ini.
Kini Dave dan Caramel berada di kantin, seperti biasa Dave menemani Caramel makan sehabis pulang sekolah.
"Kak" cicit Caramel.
"Emmtt, kakak bisakah kita ke rumah om Felix," beo Caramel ragu.
"Rumah dia!" Mendengar hal itu membuat Dave mendadak tak suka.
"Kak, itu kan juga rumah kakak, ka-" katanya sedikit kesal.
"Aku nggak mau pulang!"
"Tapi kak-"
"CARAMEL! SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG, AKU NGGAK MAU PULANG!"
Caramel memejamkan mata sejenak. "Kakak bentak Caramel?" Setelah mengucapkan itu dari bibir Dave, membuat menjadi hening. Tak lama Caramel mengeluarkan setetes benih cair.
"Bu-bukan gitu Bee,"
"Udahlah kak. Caramel mau pulang sendiri" Caramel berdiri, gadis itu berjalan dengan menghentak-hentakkan kakinya malas.
"Car.. Caramel" panggilnya mencoba meraih pergelangan tangan Caramel
Ketika Caramel berjalan melewati jalan raya menuju halte, di arah depan tiba-tiba ada motor berlawanan dengan laju di atas rata-rata. Tanpa melihat kanan kiri Caramel menyebrang begitu saja.
"CARAMEL AWAS"
Spontan Caramel melihat kedepan, dan berteriak. Membuat seluruh pejuru sekolah berdesakkan kedepan apa yang terjadi pada Caramel.
****
"Dave!"
"Kakak,"
"Caramel mana?"
Cklek
Ketika Dave ingin menjelaskan kronologi sesungguh nya, Dokter keluar dan Suster mengekorinya.
"Gimana adik saya dokter?" tanyanya menghardik pastinya karena refleks cemas.
Dokter wanita itu tersenyum, dia mengerti bagaimana khawatirnya Mike. "Adik kamu hanya terbentur sedikit, Caramel cuma butuh istirahat. Nanti dua atau tiga jam pasien sadar" ucapnya menerang, membuat Mike, Rara, dan Dave baru bisa bernafas lega.
"Kalau gitu saya permisi"
"Makasih dok"
Setelah dokter dan suster pergi. Terlihat Dave yang nampak tertunduk. "Maaf kak, Dave minta maaf sama kak Mike, nggak bisa jagain Caramel"
Mike menarik nafasnya gusar, lalu tangannya bergerak menepuk-nepuk pundak pemuda di hadapannya. "Gapapa kok, kamu nggak salah. Justru kakak berterimakasih sama kamu, karena kamu tulus jagain Caramel"
...----------------...