
Saat tiba di depan sebuah ruangan...
"wah.. Ruangan apa ini?" tanya William.
"tunggu dan lihat lah sendiri" jawab Tika.
Saat mereka memasuki ruangan tersebut...
"hah, baju baju ini banyak sekali dan warna ini kan warna favorit Monica" ucap William.
"iya kau benar, Monica memborong semua jenis baju dengan warna putih biru dengan hiasan emas, jadi kalo kau ingin pakaian dengan warna itu maka kau harus mendesain sendiri" jawab Tika.
"oh, jelas saja kualitas pakaian di sini keren dan terkesan mewah" ucap William.
"kau sekarang tau dan baju apa yang kau akan pakai untuk pesta nanti malam" tanya Tika.
"aku akan memakai baju yang dibeli oleh Max, walau warnanya tidak seperti yang disini tapi aku pastikan warna kami serasi kok" jawab William.
"baiklah kalo begitu, aku tinggal dulu ya dan selamat istirahat" ucap Tika sambil meninggalkan ruangan tersebut.
"tak kusangka Monica punya selara yang bagus, memang cocok sih karena tipe yang serius tapi materialistis" gumam William sambil berjalan ke kamarnya.
Setelah itu William kembali ke dalam kamarnya.
Beberapa menit kemudian....
Tok.. Tok.. (suara pintu yang diketuk).
"iya masuklah" ucap William.
"nih barang nya dan tadi aku susah banget dapet yang bagus kayak gitu, apa karena banyak orang beli ya" keluh Maxel.
"ya mungkin sih, oh iya makasih ya dan bagus juga kain sama model nya" ucap William sambil mengecek pakaian nya.
"ya iya dong, aku baru dapat setelah berkeliling ke hampir seluruh toko" jawab Maxel.
"ok makasih dan mengapa kamu pilih warna putih hitam?" tanya William.
"karena hanya itu yang kain dan model nya bagus, coba liat ada bordiran emasnya asli tau" jawab Maxel.
"iya sih, ya udah lah makasih ya" ucap William.
"ya tak masalah selama kau menepati janjimu" jawab Maxel.
"tenang saja" ucap William.
"ya sudah, aku bersiap dulu ya untuk pesta nanti" ucap Maxel sambil kembali ke kamarnya sendiri.
"ya, aku juga ingin bersiap" jawab William.
Beberapa menit kemudian....
Setelah William bersiap diri, dia pun pergi menuju kamar Monica.
"hey, bangun" ucap William sambil membangunkan Monica dengan lembut.
"em.. Ya aku bangun, oh iya jam berapa sekarang?" tanya Monica.
"jam 16.30 ,sudah sekarang kau mandi dulu biar aku yang menyiapkan pelayan dulu" jawab William.
"ya makasih" ucap Monica.
Beberapa menit setelah Monica mandi..
"huh segar sekali, oh iya pakaian apa yang yang harus aku pakai" gumam Monica sambil keluar dari kamar mandi.
"hah pakaian siapa ini, lalu ada surat di atasnya" ucap Monica kaget.
"pakai lah gaun ini untuk pesta nanti dan pelayan akan segera datang setelah kau memakai gaunmu" tulis William.
"wah dia baik, dan gaun ini bagus dan cocok dengan ukuran dan seleraku" gumam Monica sambil mengenakan gaun nya.
Setelah itu....
Tok.. Tok.. "nona, bolehkah kami masuk?" tanya seorang pelayan wanita.
"ya masuklah" jawab Monica.
Saat di kamar Monica...
"nona kami yang akan merias dan merapikan rambut anda" ucap para pelayan.
"ya silakan, dan siapa yang mengirim kalian kemari? " tanya Monica.
"tuan William non" jawab pelayan sambil melakukan tugas nya.
Setelah beberapa menit....
"nona sudah selesai, bagaimana menurut anda?" tanya seorang pelayan.
"apa William akan menyukai nya, aku malu sekali" ucap Monica.
"kalo masalah itu kami tak tau, kami mohon pergi dulu ya non" ucap para pelayan.
Di depan kamar...
"ya tuan dan kami mencapai efek sempurna berkat nona Monica" jawab para pelayan.
"baiklah pergilah, aku sudah menansfer uangnya" ucap William.
"baik tuan" jawab para pelayan.
Tok.. Tok.. "Monica ayo kita ke pesta" ucap William.
"William aku malu" jawab Monica yang masih di dalam kamar.
"sudahlah keluarlah" ucap William.
"baik" jawab Monica.
Setelah itu....
"bagaimana penampilanku?, riasan ini sudah tipis dan nggak menor loh" tanya Monica.
Tapi seketika itu William langsung mimisan dan terdiam, "eh kamu kenapa?" tanya Monica sambil memberi sehelai sapu tangan.
"tak apa, hanya saja kau membuatku sangat terpana" jawab William sambil malu.
"kau bisa saja, dan menurutku kamu tampan loh" ucap Monica.
"sudahlah ayo kita ke pesta jika tidak aku akan pingsan disini" jawab William dengan canggung dan langsung merangkul pinggang Monica.
Saat tiba di ruangan pesta...
William dan Monica memasuki ruangan bersama dan dengan memakai pakaian yang serasi.
"wah akhirnya kalian datang juga, kalian serasi sekali" ucap Tika.
"terima kasih, tapi Tik aku merasa malu karena kan biasanya aku hanya berdua denganmu" bisik Monica.
"tenang sayang kan ada aku" jawab William sambil menggoda.
"sudah sudah ayo" ucap Tika.
Setelah itu...
"para hadirin sekalian ini dia tamu kehormatan kita, mari kita sambut Duke Monica dan Tuan William" ucap Tika.
"wah pria itu tampan sekali, ada hubungan apa ya Duke Monica dengan Tuan itu" bisik para tamu.
"para tamu sekalian saya William, saya merasa terhormat karena menjadi tamu kehormatan dan saya adalah kekasih dari Monica" ucap William sambil memegang tangan Monica.
"wah.. Ternyata begitu, kalian cocok sekali" ucap para tamu.
"terima kasih" jawab William dan Monica bersama.
"karena semua sudah datang mari kita mulai pesta nya" ucap Yama.
Beberapa menit kemudian...
"bagaimana, apakah kau senang?" tanya Monica sambil berdansa dengan William.
"aku selalu senang karena kau ada di dekatku" jawab William.
"bersiaplah setelah ini tarian inti" ucap Monica.
Setelah itu musik memulai ritme cepat...
"wow, keren sekali tarian ini begitu cepat" ucap William.
"ya begitulah, dan mengapa tiba tiba aku merasa pusing ya" tanya Monica yang mulai berhenti menari.
"mungkin kau kekurangan udara, mari kita ke balkon" ucap William sambil menarik tangan Monica ke balkon.
Setelah itu(saat di balkon).....
"bagaimana apakah sudah lebih baik?" tanya William.
"ya lumayan, kaki ku lemas karena tarian tadi, huh.. " jawab Monica dengan kesal.
"kalo begitu... aku akan menggendongmu" ucap William yang tiba tiba menggendong Monica di punggung nya.
"wah nyaman sekali" ucap Monica dengan senang.
"ayo kita kembali ke pesta, pasti sekarang jamuan nya sudah akan dimulai" jawab William yang menuju ruang jamuan.
Pada saat di ruang jamuan...
"maaf kami terlambat" ucap William yang terus menggendong Monica.
"ya tak apa, tapi mengapa kau menggendong Monica seperti itu?" tanya Tika.
"kaki ku lemas karena tarian tadi, jadi William yang membantu ku kemari" jawab Monica sambil duduk di kursi yang sudah disiapkan.
"sudah sudah mari kita makan jamuan malam nya" ucap Yama.
Bersambung.....