
"Hemm" deheman yang membuyarkan aktivitas Lily.
Lily melihat siapa yang ia tabrak Lily melotot tak percaya orang yang ia tabrak adalah bosnya sendiri.
" Ngapain kamu melotot ke saya bukannya minta maaf tapi malah melotot" tegur Taufan.
" Hemm bapak Taufan yang terhormat saya minta maaf atas sebesar besarnya ya" ucapnya sambol tersenyum manis.
" Hem oke kamu ngapain kesini kamu ngikutin saya" tanya Taufan.
" Iddih ogah sapa yang ngikutin bapak mungkin bapak yang ngikutin saya" bela Lily.
" kayak kagak ada kerjaan saya ngikutin kamu " ujar Taufan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
" Ya sama lah pak mles ngikutin bapak " ujar Lily sambil memutar bola matanya.
" Ngaku aja kamu sebenarnya kamu nge fanss ke saya kan" ujar Taufan sambil memainkan salah satu alisnya.
" Cih selera saya bukan anda mungkin yang nge fanns ama bapak tuh kodok di sungai" ujar Lily yang mulai malas meladeni bosnya.
"Enak saja kamu masa kodok" ujar Taufan tak terima.
"Serah bapak saya masih ada urusan" ujar Lily yang teringat akan ponselnya di mobil.
Lily segera berbalik arah dan melangkahkan kakinya menjauhi bosnya tersebut.
" Heh kamu mau kemana urusan kita belum selesai" teriak Taufan Lily hanya memblasnya dengan mengangkat jempolnya.
Lily segera ke berjalan ke mobilnya untuk memgambil handphonenya. Sesudah sampai di mobil Lily segera mengambil handphonnenya ketika ia ingin melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam caffe namun terhenti ada seseorang yang menyapanya.
"Hay kamu Lily kan" sapa orang tersebut namun Lily tak mengenal siapa yang menyapanya.
" Hemm iya maaf anda siapa" tanya Lily.
" Oke kenalkan aku Daffa dari divisi x" sambil menjulurkan tangannya.
" Lyra biasa di panggil Lily" Lily membalas jabatan tangannya.
"Oya kita ngopi bareng yuk di dalam" ajak Daffa.
"Maaf saya gak bisa saya ada janji sama teman" tolak Lily dengan sopan.
"Kekasihmu" tanya Daffa memberanikan dirinya.
"Bukan saya gak punya kekasih" jelas Lily.
"Cih kepo amet ni orang" gumam Lily.
" Temen" ujar Lily singkat.
" Oh boleh aku minta nomor telfonmu" tanya Daffa lagi.
" Emm boleh sini handphonemu" pinta Lily.
Daffa segera mengambil handphonenya dan memberikannya ke Lily. Lily menerimanya dan mengetikkan nomor handphonnenya ke handphone daffa dan langsung memberikannya ke daffa. Daffa segera menerimannya Daffa segera memanggil nomor tesebut dan hp Lily bergetar.
Drttt....Drtt....Drttt....
" Terima kasih" ucap Daffa.
"Sama sama saya duluan" ucapnya sambil berlalu pergi meninggalkan Daffa yang masih mematung.
Daffa melihat Lily berjalan terus masuk ke dalam cffe hingga bayangannya tak terlihat lagi.
"Oke gw bisa dapetin lu" gumamnya.
Sesampainya Lily ke ruangan yang ia tuju Lily segera duduk.
"Hayy gaes kesayangannya aku" sapa Lily.
"Hay Lily sayang" sapa Joddi.
"Hayy Lily sayang" sapa Cherry.
"Lama amet Ly nyampek sini" tanya Joddi.
"Mungkin Lily nyasar" sahut Cherry yq mengundang gelak tawa.
"Hilih gw bukan anak kecil ya, gw gak nyasar tapi ada insiden" ujar Lily.
" What insiden apaan" tanya Cherry yang mulai kepo.
"Wah mis kepo sudah beraksi nih" ledek Joddi diringi gelak tawa
"Hihi diem deh lu Jod" ujar Cherry sambil menatap sinis.
" Emm gw tadi ketemu ama si boss dan daffa di luar" ujar Lily.