
Lily bergegas ke meja kerjabya ia tak menghiraukan pernyataan pernyataan temannya tersebut. Namun di tengah perjalanan menuju ruangannya ia berpapasan dengan seseorang gang ia kenal. Ya pria tesenut adalah Daffa.
"Hai Ly" sapa Daffa sambil tersenyum.
"Hai juga Daf" sapa balik Lily.
"Kemarin kamu kemana aku gak lihat kamu di kantor" seru Daffa.
"Oh kemarin aku masuh ada urusan keluarga" jawab Lily.
"Ya sudah, kamu sudah sarapan belum" tanya Daffa basa basi.
"Sudah emangnya kenapa"
"Ga papa, tadinya aku mau nawari kamu sarapan bareng sama aku" jelas Daffa. (Wkwkwk modusnya keliatan yak)
"Lain kali aja ya Daf"
"Aku duluan ya" sambung Lily.
"Okay semangat kerjanya" Lily hanya menengok kebelakang ia mengangguk dan tersenyum pada Daffa.
****
Beberapa bulan kemudian.
Hubungan Taufan dan Lily sudah agak mendingan walaupun masih ada cekcok di antara mereka. Taufan lebih sering mengalah akan sikap manja Lily daripfa ia harus berdebat dengan Lily.Hari ini hari weekend entah angin apa yang membawa Taufan mengajak Lily ke sebuah tempat.
"Lyra" panggil Taufan.
"Iya apa" jawabnya sambil fokus dengan handphonnennya.
"Ck suami ngomong itu hp di taroh" ujar Taufan berdecak kesal.
"Ya ada apa" sambil meletakkan handphonenya.
"Ikut gw yuk" pinta Taufan.
"Kemana" dengan dahi mengernyit.
"Ada aja mending lu siap siap gih" suruh Taufan.
30 menit berlalu Lily selesai bersiap siap entah suaminya akan membawanya kemana ia pun tak tahu selesai bersiap siap ia segera turun menghampiri Taufan.
"Lu gak mau buang gw kan dari sini" ujar Lily curiga yang Taufan ingin membawanya keluar.
"Picik kali otak kau" ujar Taufan.
"Ya mungkin lu denda ma gw, karna gw masuk di hubungan lu sma wanita kuntilanak itu" ujar Lily asal nyablak.
"Ha siapa wanita kuntilanak itu" tanya Taufan yang tak tau siapa yang di maksud Lyra.
"Ya pacar lu sapa tu namanya si upil keknya" ujar Lily yang tak mengingat namanya.
"Sisil maksud lu"
"Nah ya gw pikir upil sorry" ujar Lily sambil cengengesan.
"No problem sudahlaj lupakan jan bahas lagi"
Taufan malaa membahas Sisil ia sudah muak dengan sandiwara dengan Sisil ia sudah jengah ingin cepat cepat mengakhiri dramanya tapi Taufan menunggu waktu yang tepat ntah kapan itu.
Author: Weh aku juga males ada si upil dah lah author ngantuk.
Taufan: weh thor lanjut lah kapan gw sampenya kalo lu tidur
Taufan: Lily jadi janda muda dong thor
Author: Biarin dia kan cantik biar dapet yang ganteng lebih dari lu
(Dah lah yok balik fokus ke cerita 😆)
Mereka berdua segera masuk ke dalam mobilnya. Taufan sengaja ia menyetir mobil sendiri entah Taufan tak suka jika menggunakan supir ia ingin menikmati momen ini (ingin berduaan kali yak😂)
Setelah melalui perjalan yang sangat membosankan akhirnya mereka sampai di tempat yang indah layaknya surga dunia hamparan pasir putih yang melentang di bibirnya birunya langit yang menyatu dengan air serta deburan ombak yang berirama seperti lantunan musik yang indah. Lily sangat bahagia ini tempat kesukaannya ya Lily menyukai pantai makanya ia sangat gembira. Saking bahagianya ia sampai sampai mencium pipi Taufan. Taufan nampak kaget mematung akan hal ini.
"Terima kasih" ucap Lily.
Taufan memegang pipinya ia masih berdiam diri di tempatnya sedangkan Lily bermain kejar kejaran dengan ombak layaknya anak kecil.
"Hey lu ngapain cium cium gw lu naksir gw ya" teriak Taufan sambil menghampiri Lily . Lily yang tengah mengejar ombak ia berhenti dan melotot akan penturan Taufan.
"Ish gw ngira dia udah berubah tapi masih sama saja kayak dulu menyebalkan" gerutu Lily dalam batinnya.
" Iddih jangan kepedean dulu lu jadi orang"
"Terus maksud lu apa"
"Gw cium lu hanya mau berterima kasih aja karna lu dah bawa gw kesini"
"Ga pakek acara cium bisa kan, bilang aja lu suka ma gw" Lily yang memegang sosis di tangannnya ia menemukan ide untuk membungkam mulut suaminya.
"Udah lah diem aja" ujar Lily sambil memasukkan sosis ke dalam mulut Taufan Lily tertawa melihat ekspresi Taufan yang menggemaskan itu saat mendapatkan serangan sosis dadakan.
"Hei dasar kau" panggil Taufan yang dihiraukan oleh Lily.
Taufan mengerjar Lily yang berlasru kesana kemari untuk menghindari kejaran Taufan. Mereka layaknya kucing dan tikus. Seketika Taufan sudah dekat dengan Lily hanya tinggal beberapa langkah saja Taufan dapat menangkap Lily. Namun Lily tak keabisan akal supaya ia tak tertangkap. Lily mencipratkan air laut ke wajah Taufan hingga membuat pakaian Taufan basah . Lily tak henti hentinya tertawa tapi Taufan tak mau kalah ia juga mencipratkan air ke badan Lily. Sekaligus membuat Lilu cemberut karna bajunya yang basah ia lupa tidak membawa baju gantu ekspresi Lily yang cemberut membuat Taufan tertawa. Betapa tekerjutnya Lily melihat Taufan tertawa ia baru kali ini melihat suaminya tetawa lepas biasanya suaminya menampilkan ekspresi yang membosankan ya itu hanya datar dingin tatapan mematikan ini benar benar momen langka kalau ia membawa handphonennya maka ia akan memotretnya sayang tapi sayang handphonennya berada di mobil.
"Tampan banget sih kalau begini" puji Lily dalam batinnya sambil memandangi Taufan.
"Biasa aja kali, kek gak pernah lihat orang ganteng aja"
"Dih dah mulai kepedan" ucap Lily memasang muka masam.
"Lah gw kan cwo kan ganteng masa gw harus bilang wah gw cantik" ujar Taufan sambil memasang muka datar.
Lily skatmat ia tak bisa menjawab apapun karna ia berhasil melumpuhkan Lily.
"Iya bener juga lu"
"Nah kena lu, mau lari kemana lagi" ucap Taufan sambil memegangi dan memeluk erat Lily. Lily meronta ronta meminta di lepaskan namun bukan di lepaskan Taufan malah mengendongnya layaknya mengangkat karung beras. Lily memukul punggung Taufan menurutnya sudah kemampuan ekstra tapi tidak bagi Taufan itu hanya pukulan kecil layaknya orang memijat. Taufan membawa Lily ke dalam mobil dan mendudukannya di kursi depan kemudia ia berjalan duduk di belakang kemudi. Taufan merogoh ke jok belakang ia mengambil sesuatu.
"Pakailah" sambil menyodorkan jasnya.
"Pakai kau saja" tolak Lily.
"Apa kau ingin menggodaku ya" ucap Taufan sambil tersenyum liciknya.
"Maksudnya" tanya Lily yak tak tahu apa maksud suaminya.
"Kau menolak jas gw karna kau mau mempertontonkan tubuhmu yang jelas karna pakaiann lu basah"
Lily langsung memandangi tubuhnya benar yang di maksud Taufan meskipun tubuhnya tertutup oleh bra namun warna branya kelihatan ia segera menyambar jas milik Taufan dan menutupi tubuhnyq Taufan yang melihatnya hanya geleng geleng.
"Kita mau kemana" tanya Lily.
"Pulang lah masa iya lu mau disini"