My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
6. Kejadian Tak Terduga



Setelah itu......



"Monica, apakah kau ingin makan macaron" tanya William.



"boleh, kebetulan aku belum makan dan aku lapar" jawab Monica.



"baiklah biar aku yang beli dan kalian coba cari tempat duduk" ucap William.



"baik, ayo Tik" jawab Monica.



Setelah beberapa menit kemudian.....



"ah.... William lama sekali, aku lapar" kesal Monica.



Tapi William yang mendengar hal itu langsung mendekati Monica dari belakang, William memberi aba aba kepada Tika supaya tak mengatakan apapun.



Setelah itu William menaruh macaron nya di meja, "yey akhirnya macaron nya datang dan dimana William" ucap Monica.



William langsung memeluk tubuh Monica dari belakang dan "apa kau mengkhawatirkan aku kucing ku" tanya William.



"kau itu, sudahlah ayo kita makan" ucap Monica.



"haih aku beneran jadi nyamuk deh" gumam Tika.



Beberapa menit kemudian.......



"setelah ini kita akan kemana" tanya Monica.



"aku mau pulang aja karena aku harus menyiapkan barang barang yang harus dibawa ke keraton" jawab Tika.



"baiklah, sedangkan kamu William" ucap William.



"aku tunggu kamu dulu aja deh" jawab William.



"ok teman teman aku pulang dulu ya" ucap Tika.



"ya hati hati ya" jawab Monica.



"sekarang ikut aku ke suatu tempat" ucap William sambil menarik tangan Monica.



"eh kita mau kemana" tanya Monica.



"nanti kau tau" jawab William.



Setelah sampai si suatu tempat, Monica terkejut karena William membawanya ke sebuah taman bunga.



"wah bunga nya indah sekali" ucap Monica.



"syukurlah kalo kau suka" gumam William.



"oh iya bagaimana kalo kita foto dulu, lumayan buat latihan foto prewedding" ucap William.



Wajah Monica seketika memerah sedangkan William tersenyum.



"ayo kucing ku bilang cheese" ucap William sambil berselfi dengan Monica.



"cheese" jawab Monica".



"wah bagus, lebih bagus lagi kalo kau menciumku" ucap William.



"kau itu, ini kan di umum" jawab Monica dengan malu.



"haih sudahlah" ucap William dengan kecewa.



"tunggu ayo tapi hanya sekali" jawab Monica.



Setelah itu.....



"Monica pulang yuk, aku yang antar" ucap William.



"tapi aku bawa mobil" jawab Monica.



"gpp kayak kemarin aja" ucap William.



Setelah itu William yang menyetir mobil dan langsung menuju ke rumah Monica, saat sudah sampai di sana.



"terima kasih telah mengantarku dan kau tak masuk dulu" ucap Monica.



"ya baiklah" jawab William.



Saat di dalam rumah.....



"nona anda sudah pulang dan selamat datang tuan William" ucap bibi Hang.



"ada apa bi" tanya Monica.



"itu nona, tadi den Steve memaksa masuk ke dalam rumah dan sekarang dia ada di ruang tamu" ucap bibi Hang.



"apa!! Dia kemari berani dia, biar aku saja yang mengusirnya" ucap Monica dengan kesal.



Saat di ruang tamu....



"hey kau, mengapa kau masih masuk ke rumah ku dan bukannya kita tak punya hubungan apa apa" ucap Monica dengan nada tinggi.



"Monica tolong maafkanlah aku tapi aku dijebak oleh seseorang dan ternyata orang itu bersengkokol dengan orang tuaku" jawab Steve dengan menyesal.



"aku memaafkan mu tapi bisakah kau pergi dari rumahku dan aku mohon kita tak punya hubungan apa apa lagi, anggap aku sebagai orang asing" ucap Monica.



"Monica aku mohon, aku ingin kembali bersamamu dan jangan tinggalkan aku" jawab Steve yang sambil memohon.



"pada saat aku digoncang kemiskinan kau meninggalkan ku tapi saat aku berjaya kau kembali, kau memang tak berguna" ucap Monica sambil berkaca kaca dan ingin menangis.



"ku mohon berikan aku satu kesempatan" jawab Steve yang tetap memohon.



"bukankah Monica sudah bilang pergi, maka pergilah dari sini tapi jika kau tak pergi maka kau akan lenyap dari bumi" ucap William sambil langsung memeluk Monica dari depan.




"kau telah mengkhianati Monica dengan menghamili orang lain maka kau harus bertanggung jawab, mulai sekarang Monica tanggung jawab ku jadi perintahnya perintahku juga" bentak William yang tetap memeluk Monica.



"baiklah aku pergi, tapi jangan menyesal" ucap Steve yang pergi dari rumah Monica.



"justru kau yang akan menyesal karena menyianyiakan Monica" balas William.



"Monica jika kau ingin menangis maka menangis lah sambil peluk aku dan luapkan semua perasaan mu" ucap William sambil membelai kepala Monica dengan lembut.



"hu... hu... hu... William apakah aku tak pantas dicinta bahkan orang yang dulu aku anggap setia ternyata hanya memanfaatkanku lalu meninggalkanku hu.. " ucap Monica sambil menangis dan memeluk William.



"tidak itu salah dia yang salah, sedangkan kau hanya korban dan kau pantas dicintai buktinya aku yang amat menyayangimu" jawab William sambil berusaha menenangkan Monica.



"apa kau berjanji tak akan meninggalkanku sendiri dan bertanggung jawab padaku" tanya Monica yang masih tersirak.



"ya aku janji sayangku, sekarang tersenyum lah karena senyumanmu membuat mu lebih cantik dan dewasa" ucap William.



"terima kasih William, aku juga menyayangi mu" jawab Monica yang mulai tersenyum.



"nah itu baru kucing manisku" ucap William.



"ah... Kau itu apaan sih" jawab Monica.



"bi tolong bawakan segelas air putih dan kau kucing ku duduklah dulu" ucap William.



"tuan ini" jawab bibi Hang sambil menyerahkan segelas air putih.



"makasih, Monica minumlah dan coba tenangkan dirimu" ucap William.



Setelah Monica minum segelas air putih, William menaruh gelasnya di atas meja dan "Monica jangan berfikir kau sendiri karena aku ada disini untukmu" ucap William.



"iya" jawab Monica.



Tiba tiba, din din(suara klakson mobil yang berbunyi).



"eh aku sudah dijemput, Monica ingat kau tak sendirian dan selamat beristirahat sayangku" ucap William sambil mengecup dahi Monica, setelah itu William keluar rumah dan menuju ke mobilnya.



"terima kasih William" jawab Monica.



Pada malam harinya.....



"loh nona belum tidur" tanya bibi Hang yang sehabis cuci piring dan melihat Monica menuju ke kamar.



"iya ini mau ke kamar, selamat malam bi" ucap Monica.



"selamat malam juga non" jawab bibi Hang.



Saat di dalam kamar.....



Dret.. Dret.. Dret.. (suara ponsel yang berdering).



Monica segera mengangkat teleponnya, "halo William ada apa" tanya Monica.



"gpp aku hanya ingin berbincang denganmu sebelum tidur" ucap William.



"haih kau itu, tapi sebentar aja ya" ucap Monica.



"ya, oh iya kamu suka tantangan nggak" tanya William.



"suka aja, memang mau nantang apa" ucap Monica.



"coba habis gini kau telpon orang yang sangat kamu cintai dan bilang padanya I Miss You, gimana berani nggak" ucap William.



"boleh aja tapi aku matikan telponmu dulu" jawab Monica.



"iya baiklah" ucap William.



"mengapa dia mau menerima tantangan itu dan kira kira siapa yang akan dia telpon ya, tenanglah dia berhak menentukan hatinya" gumam William yang sudah mematikan telponnya dan merasa sedih.



Tapi tiba tiba ponsel William berdering, "halo Monica mengapa kau meneleponku" tanya William.



"I Miss You Honey" ucap Monica.



Deg.. Deg.. Deg.. (seketika hati William berdegub kencang).



"I Miss You To Honey" jawab William sambil malu malu.



"kamu gimana sih, kamu sendiri yang nantangi tapi kamu sendiri yang malu" ucap Monica.



"karena aku tak menyangka kalo kamu mencintai ku" jawab William.



"kamu kan kekasih ku kalo tidak mencintai mu, kenapa aku mau menerimaku" ucap Monica.



"terima kasih, oh iya hari minggu besok boleh kah aku ikut denganmu ke Jogja" tanya William.



"ya boleh tapi jangan sendirian, bawa seseorang bersamamu supaya Tika tak sendirian" jawab Monica.



"baiklah" ucap William.



"udah ya aku tutup dulu, aku ngantuk nih" ucap Monica.



"ok, Good Night Honey" ucap William.



"Good Night To William" jawab Monica yang langsung menutup teleponnya dan langsung tidur.



bersambung.....