
Selesai sarapan mereka semua. Mereka bersiap siap untuk pulang ke kota Jakarta jika mereka berlama lama akan membuat orang orang akan curiga jika mereka berlibur berdua.
"Ly barang gw beresin" pinta Taufan.
"Beresin sendiri gw ogah" ujar Lily.
"Lu istri gw, lu biasanya nurut dong"
"Ogah gw males, cepet kita mau chek in pesawat" ujar Lily sambil mengemas barangnya.
"Bantuin gw kek kan lu istri gw" ujar Taufan.
"Ogah ih gw males" ujar Lily sambil keluar kamar meninggalkan Taufan sendiri beberes pakaiannya.
**
"Lily" panggil Cherry.
"Hemm"
"Harus kah kita pulang, kita kan belum liat suasana kota jember" keluh Cherry.
"Harus ntar semua pada curiga ke kita kalau lama lama cuti Cher" tutur Lily.
"Tapi Ly gw masih belum puas disini" rengek Cherry.
"Nanti kita balik lagi kesini" ujar Lily.
"Oke Ly"
"Udah siap lu kan" tanya Cherry.
"Udah tinggal berangkat aja ke bandara" jelas Lily.
"Lu semobil ama gw kan" tanya Lily.
"Enggak deh, gw semobil ama kak Leon aja" ujar Cherry.
"Ngapa gak mau ma gw lu" tanya Lily sambil mengerutkan dahinya.
"Gw gak mau ganggu pengantin baru" ledek Lily.
"Ish apaan kagak ada gitu, ikut mobil gw aja yuk" ajak Lily.
"Gw gak mau jadi obat nyamuk" ucap Cherry.
"Ish serah lu lah" ucap Lily.
"Uttu jangan ngambek dung sini sini gw ada lolipop buat lu"
"Ogah lu kira gw anak kecil" ucap Lily.
"Eh ada pak Taufan mau berangkat pak" sapa Cherry.
"Iya semua siap siap"tutur Taufan sambil menggeret kopernya ke luar dan meletakkannya di bagasi.
" Ni masukin" suruh Lily.
"Ogah masukin sendiri punya tangankan" tolak Taufan.
"Gak punya, tangan gw lagi di kamar" jawab Lily ngawur.
"Ya ambil sono apa susahnya"
"Lily udah siap" panggil Herman.
"Belum Dad tinggal masukin koper" ujar Lily.
"Minta suamimu biar cepet sayang" ucap Herman.
"Iya dad tapi Taufan gak...." belum selesai Lily menyelesaikan kalimatnya Taufan memotongnya.
"Ini Dad Taufan mau masukin koper Lily" potong Taufan.
Taufan segera memasukkan koper Lily ke bagasi dan iya segera masuk ke dalam mobil.
"Huft kita harus ke bandara mna dulu" tanya Taufan ke Lily.
"Ya kita harus ke bandara NOTO HADINEGORO dulu baru ke kota Surabaya" ujar Lily.
"Kenapa gak langsung dari bandara Jember aja" tanya Taufan.
"Ya gak bisa kita harus ke kota Surabaya baru kita bisa pulang kalau kita nempuh jarak darat ke kota Surabaya bisa bisa 5 jam perjalanan jika udara kan cepet 1 jam nyampek" terang Lily.
"Oh gitu lu kan kaya kenapa lu gak bangun bandara sendiri" tanya Taufan.
"Lu kira ini dunia novel tinggal cring udah jadi, ribet dodol" jawab Lily.
"Yah mungkin lu halu" ucap Taufan sambil fokus menyetir mobil.
***
Sesampainya di bandara NOTO HADINEGORO mereka semua segera menaiki pesawat. Kondisi bandara tersebut sangatlah sepi tak ramai karna hanya di pakai untuk membawa penumpang ke bandara nasional yang berpusat di kota Surabaya. Pesawat yang di tumpangi mereka hanya sekeluarga tidak ada orang luar pun.
"Gw masih ngantuk" ucap Lily.
"Ya tidur apa susahnya" ujar Taufan.
"Apaan sih dia" ujar Lily.
Lily berusaha menahan kantuknya dengan sekuat tenaga namun kantuknya tak dapat di tahan Lily pun memejamkan matanya tertidur pulas dan tak sadar kepalanya mulai menurun dan menyender di bahu Taufan.
"Dih dia tidur" ucap Taufan.
Taufan pun memejamkan matanya juga ia pun ikut tertidur sesampainya di bandara kota B yang bernama Bandara Juanda Lily terbangun duluan ia kaget kenapa bisa tertidur berpelukan dengan bosnya.
"Ih bangun" protes Lily.
"Humm" dehem Taufan.
"Apaan sih lu tidur main peluk peluk gw, lu cari kesempatan dalam kesempitan kan memanfaatkan keadaan begini" ucap Lily.
"Dih lu tuh tidur main nyender nyender di bahu orang sekarang lu malah marah marah ga jelas gini seharusnya gw yang marah ke lu lah" ujar Taufan.
"Iddih jelas jelas lu udah peluk peluk gw masih ngelak" protes Lily yang tak mau kalah dengan Taufan.
"Lu tu ya kalau dibilangin ngeyel" ucap Taufan yang bingung menghadapi sifat Lily.
"Eh kalian mau disini berduaan terus apa gak mau pulang" sahut Leon.
"Eh kakak Lily mau pulang kok" ujar Lily.
"Mesra mesraannya ntar di rumah aja yak sekarang yok pulang dulu ih mentang mentang manten baru malah mesra mesraan disinu kasian dong jiwa jomblo kek kami" jelas Leon dramatis.
"Apaan gak ada yg mesra mesraan " bantah Taufan.
"Dih kakak kayak Joddi lama lama sok dramatis" tegur Lily.
"Dasar lu adek lucknut samain gw sama tuh bocah tengil" tolak Leon.
"Ngapain malah disini kalian bertiga pesawatnya ntar ketinggalan kalau kalian asik bercanda" tegur Rian yang tiba tiba datang membuat mereka semua kaget.
"Iya pah ini Taufan, Lily, dan Leon mau turun" ucap Taufan.
Taufan , Leon , dan Lily segera turun dari pesawat ia harus ganti pesawat lagi untuk sampai di kotanya.
"Lu awas jangan deket deket ama gw jauh jauh sono" peringakatkan Lily.
"Lu yang jauh jaub ga usah deket deket gw" ujar Taufan.
"Lu dih sono pindah kursi aja lu" pinta Lily.
"Ogah gw gak mau ditanyain orang tua gw dan orang tua lu mending lu aja sono yang pindah" ujar Taufan yang tak mau kalah.
"Huftt" Lily mendengus.
"Udah diem jangan banyak ngomong pesawatnya dah jalan"
"Satu lagi lu jangan tidur biar lu gak nyenden di bahu gw dan gw males denger omelan lu" ujar Taufan.
"Yaya serag lu bos edan" ucap Lily.
"Lu ngatain gw awas aja lu"
"Bodo amat" umpat Lily.
****
Sesampainya di Jakarta semua keluarga langsung melajukan kendaraan mereka ke rumah masing masing. Leon yang membawa 3 penumpang terpaksa harus mengantarkan penumpangnya pulang ke rumahnya masing masing.(kek supir bang Leon yak) Sementara Taufan ia melajukan mobilnya ke arah yang berbeda.
"Kenapa beda jalannya kita mau kemana" tanya Lily.
"Ya mau pulang" jawab Taufan singkat.
"Ya tau tapi inu beda rumahnnya mommy sama Daddy" ucap Lily.
"Rumah lu bukan jg deh mau kemana sih" tanya Lily.
"Cerewet amat lu"
"Kita mau pulang ke rumah kita lah, gw udah siapin rumah" ujar Taufan.
"Tapi barang barang gw di rumah mommy daddy gimana gw blum sempat ambil" ujar Lily.
"Udah gw nyuruh orang untuk ambil semua barang barang lu" ucap Taufan.
Tak berapa lama mereka sudah sampai di rumah mewah di kediaman mereka sendiri.