My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 37



Keesokan paginya mereka terbangun dari alam mimpi mereka tertidur saling berpelukan si Lily beralaskan tangan Taufan sebagai bantal.


"Hummm" dengus Lily sambil menyadarkan pandangannya dan Langsung membuat Lily terkejut.


"Eh lu ngapain disini peluk peluk gw lu siapa gw sih" protes Lily tanpa bernafas.


"Brisik amet lu" ucap Taufan yang masih mengantuk, Taufan mengambil sebuah bantal ia langsung tutupi ke wajahnya.


"Lu keluar gak atau gak gw teriakin mommy" ujar Lily sambil membalutkan selimut ke badannya.


"Jangan aneh aneh deh lu gw harus tidur dimana masa di kolong jembatan" ucap Taufan.


"Ya di kamar lu aja" ucap Lily.


"Lu mau mommy daddy lu curiga" ujar Taufan.


"Curiga apaan" tanya Lily.


"Gw sama lu dah nikah masa tidurnya gw di kamar lain" ujar Taufan.


"Buset gw lupa kalau dah jadi istri orang" gumam Lily yang langsung menutupi seluruh wajahnya dengan selimut.


"Udah jangan ganggu gw, gw mau tidur" ucap Taufan yang kemudian memejamkan matanya.


***


Semua keluarga sedang menunggu Lily dan Taufan untuk sarapan. Mereka berdua belum kunjung datang.


"Mom kita nungguin siapa sih, lama amat" ucap Leon.


"Nunggu adekmu sama Taufan" jawab Lisa.


"Pasti dia masih tidur tan" sahut Joddi.


"Bangunin gih Le"pinta Darwin.


"Iya bangunin gw udah lapar nih" ucap Darwin.


"Kalian berdua aja sono" tolak Leon.


"Lu aja kali Le, lu kan kakaknya" ucap Darwin.


"Terus kalau gw kakaknya kenapa"


"Sudah sudah biar Mommy aja yang bangunin mereka" ucap sang mommy.


"Nah itu lebih baik" ucap Leon.


Lisa langsung beranjak dari duduknya ia langsung berjalan ke kamar pengantin.


Tok tok tok


"Ly bukain pintunya" pinta Taufan namun tak ada sahutan hanya terdengar gemircik air.


"Oh mungkin dia mandi" gumam Taufan.


Taufan dengan malas beranjak dari tidurnya berjalan ke arah pintu ia terkejut akan mama mertuanya yang berdiri mematung di depan pintu.


"Eh mommy, ada apa" tanya Taufan.


"Sarapan dulu ya kami semua nunggu di bawah"ujar Lisa.


"Iya tan mom" jawab Taufan.


"Lily kemana" tanya Lisa.


"Ada sedang mandi mom" jawab Taufan.


Didalam kamar Lily yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian ia melihat di ranjang Taufan sudah tidak ada.


"Kemana dia katanya ngantuk" gumam Lily.


Lily mendengar pembicaraan Taufan dan mommynya Lily pun ikut keluar.


"Mommy" sapa Lily.


"Sarapan sayang kami semua udah nunggu kalian" ujar Lisa.


"Iya mom kami akan turun setelah Taufan selesai mandi" tutur Lily.


"Iya Mommy ke bawah dulu ya" ujar Lisa sambil berlalu dari kamar mereka berdua dan kini tinggallah mereka berdua.


"Mandi sono lu bauk" ujar Lily.


"Iya iya gw mandi ni otw" ujar Taufan dengan malas namun belum sempat ia sampai kamar mandi Taufan memberhentikan langkahnya dan menoleh ke Lily.


"Apa lagi" tanya Lily.


"Ambilkan gw handuk" pinta Taufan.


Lily segera mencari handuk di almari dan langsnung melemparkan ke Taufan.


"Gw suami lu main lempar lempar aja" protes Taufan.


"Bodo amat suami boongan juga" ujar Lily.


"Iya terserah gw ini bos lu" ujar Taufan.


"Disini bukan kantor jadi bebas" ucap Lily.


"Cepet mandi gw laper" printah Lily.


"Cerewet lu" umpat Taufan.


"Bodo amat"


"Lama bat dia mandi apa gak tau gw lapar ni dasar suami gak ada akhlak" gerutu Lily.


"Taufan cepetan gw laper" teriak Lily.


"Iya gosah teriak teriak oneng"


"Kagak gw jagain air disana"


"Serah lu"


Taufan dan Lily segera turun ke bawah untuk sarapan.


"Lama banget lu abis ngapain aja dari tadi" protes Leon.


"Ya gw tadi lagi...." belum sempat Lily menyelesaikan kalimatnya Darwin memotong kalimat Lily.


"Lu kek gak tau manten baru aja le" goda Darwin.


"Sudah sudah dulu biarkan mereka duduk dulu" sahut Adhel, mereka berdua duduk.


"Heh semalam kau ngapain aja" tanya Darwin ke Lily.


"Gak ngapa ngapain" jawab Lily dengan jujur.


"Eh ogeb ngapa lu nanya ade gw" sahut Leon yang membuat Lily mengkerutkan dahinya.


"Ya kan adek lu polos" ujar Darwin.


"Dasar kampret" umpat Leon.


"Fan gimana tadi malam" tanya Leon.


"Gimana maksudnya" tanya Taufan yang tak tau apa maksud ucapan Ledia


"Belah durennya ama adek gw nikmat ga" tanya Leon.


"Maksud lu apaan" tanya Taufan yang masih tak paham akan apa yang di maksud kaka iparnya.


"Udah deh lu Le berbeli belit mending gw aja" sahut Darwin yang mulai geram.


"Lu tadi malam olahraga malam kan sama si istri lu" tanya Darwin.


"Gw gak olahraga bang ngpain bikin capek aja" ucap Lily.


"Buset bukan itu Ly" ujar Leon.


"Terus apaan bang" tanya Lily yang sama sama tak paham.


"Ah kalian belibet semua mending gw aja" ujar Joddi.


"Fan Ly lu tadi malam habis malam pertama ya" tanya Joddi yang langsung to the point yang membuat Taufan dan Lily melotot.


"Dasar lu" Joddi mendapatkan ledekan semua keluarga.


"Nggak" ucap Taufan dan Lily serempak.


"Cie kompakan ni" ledek Cherry yang sedari tadi hanya diam.


"Apaan sih Cher" ujar Lily.


"Brarti yang mama liat tdi malam kalian bertiga ngintip ya" sahut Adhel.


"Em anu itu tan" ucap mereka semua gelagapan.


"Kalian ngintip mereka berdua" ujar Cherry yang mendapatkan anggukan dari mereka bertiga.


"Gimana dong ceritain, gw kepo" tanya Cherry.


"Cherry" gertak Lisa.


"Hehehe maaf tan"


"Udah kalian jangan bahas itu kita makan dulu" ujar Lisa.


"Itu apa tante" tanya Darwin.


"Hish kamu ini nakal ya" ujar Lisa langsung menjewer telinga Darwin.


"Ampunn tante" ucap Darwin yang mengundang gelak tawa mereka semua.


"Udah ma kasian bang Darwin" bela Lily.


"Ya udah kita makan semua" ucap Rian.


"Lily sayang layanin suami kamu itu" tutur Lisa.


"Tapi mom di bisa ambil sendiri" protes Lily.


"Ya tidak boleh gitu sayang ambilin gih" ujar Herman.


"Iya mom dad ini Lily ambilin" ujar Lily.


Lily mengambil sebuah piring ia menuangkan nasi yang banyak dan lauk pauk yang banyak.


"Ly itu buat makan beberapa orang sih" tanya Leon.


"Buat 1 orang lah kak"


"Ly gw gak makan sebanyak itu" ujar Taufan.


"Biar kuat gw kasih banyak" ucap Lily.


"Buahahaha fan lu mau di gemukin ama adem gw" ledek Leon.


"Lily gak boleh gitu ambilkan yg bner" ujar Lisa.


"Tapi mom ini mubazzir" ujar Lily.


"Buat lu aja Ly biar gemuk" sahut Joddi yang mendapatkan pelototan dari Lily.


"Cepet Ly kasian suamimu lapar" ujar Herman.


Lily terpaksa mengambilkan kembali makanan untuk Taufan. Dan mereka pun bisa melaksanakan sarapan setelah ada lelucon receh dari mereka.