My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 46



Selesai makan siang itu Lily dan Taufan menatap indahnya pantai yang sangat cantik perlahan sang surya mulai akan menenggelamkan badannya.


"Fotokan gw yak" ujar Lily sambil menyerahkan kameranya.


Lily berpose layaknya model berlatarkan senja di belakangnya yang sangat indah sinar mentari yang bewarna oranye oranye itu membuatnya sangat indah. Hasil jepretan Taufan tak kalah bagus layaknya fotographer terkenal.


"Ayo foto berdua" ujar Taufan.


"Haah" Lily nampak kaget.


"Buat bukti ke mama mommy biar percaya kalau kita bner bner honeymoon" ini hanya akal akalan Taufan supaya mendapatkan foto berdua dengan Lily. Taufan nampak gengsi ketika mengakui bahwa ia yang mengajak foto. Lily dan Taufan berpose namun agak canggung di antara mereka berdua namun foto mereka nampak bagus. Sang surya pun sudah mulai tenggelam tidak ada cahayanya hanya ada cahaya lampu disana Taufan segera mengajak Lily ke parkiran hotel untuk mengambil mobilnya mereka membeli pakaian untuk di pakaiannya nanti malam dan esok.


"Besok ke pantai Lagi ya" ujar Lily yang diangguki Taufan.


Taufan segera masuk ke dalam mobil Lily hanya duduk diam memandangi foto foto hasil jepretan suaminya tersebut hasilnya bagus layaknya fotographer profesional Lily nampak puas Lily segera melapas memori card yang ada di kamera tersebut dan menyalin semua foto fotonyq ke dalam handphonennya.


"Lu kenapa mandangi kamera terus" tanya Taufan sambol fokus menyetir.


"Ga papa bagus kok makasih ya" ucap Lily sambil tersenyum manis.


Taufan yang mendapatkan senyuman manis Lily jantungnya merasa berdegup kencang seperti lari maraton ada apa dengan Taufan apakah punya riwayat jantung? pasti tidak mungkin toh Taufan tidak mempunyai riwayat seperti itu dia sehat wal afiat karna sering rajin berolah raga.Apakah Taufan sudah jatuh cinta terhadap Lyra Atmaja? Apakah pernikahan ini akan terus berlanjut apa harus berakhir di 1 tahun.


"Ayo turun kita sudah sampai"


Mereka berdua berjalan layaknya serorang kekasih yang sedang memadu cinta mereka segera mencari pakaian untuknya Lily segera mencari pakaian masing masing dan Lily tak lupa mencari oleh oleh untuk teman teman mereka semua.


"Buset ni anak kalau belanja banyak amat" gumam Taufan.


Lily membelikan Leon kemeja dan Hoddie namun Lily tertarik satu kemeja buat Taufan Lily agak ragu untuk membelikan Taufan pakaian itu Lily mengambilnya semoga Taufan memakainya kemeja bewarna maroon mungkin pas buatnya.


"Dia ngapain membelikan kemeja laki laki itu bukan ukuran Leon" gumam Taufan.


"Pasti buat kekasihnya" pikir Taufan.


"Ayo udah" ajak Lily ke kasir.


Taufan segera menyerahkan kartu debitnya untuk membayar semua belanjaannya. Selesai itu Taufan segera bergegas pergi namun beberapa langkah ia terhenti akan Lily yang memanggilnya.


"Bantuin" panggil Lily Taufan melupakan gadis mungil tersebut dengan belanjaannya Taufan mengambil beberapa belanjaan yang di pegang Lily.


"Makasih"


"Plis jangan tersenyum ke gw" namun Lily tersenyum manis yang langsung membuat hati Taufah nano nano. Entah kenapa dengan Taufan ketika Lily sudah tersenyum dengannya jantungnya terasa berdetak dengan cepat. Taufan dan Lily segera bergas ke parkiran untuk segera pulang ke hotelnya.


*****


Di hotel mereka berdua segera mandi begantian dan segera beranjak ke atas ranjangnya.


Lily segera tidur duluan karna rasa kantuk menyerangnya. Sedangkan Taufan mengecek laporan pekerjaannya. ketika sudah melihat jam menunjukkan pukul 00.00 Taufan segera menutup layar Laptopnya dan menaruhnya dan segera beranjak ke ranjangnya. Namun Lily menggeser guling tersebut dan memeluk Taufan seperti guling. Taufan yang begitu merasa tersiksa.


"Kau yang membuat batas tapi kau yang melanggar aku ini lelaki tulen jika begini aku ga bisa nahan" gumam Taufan.


Taufan segera beranjak dari tidurnya perlakuan Lily mengharuskan Taufan mandi dalam. Taufan segera ke toilet mengguyur badannya dengan air dingin selesai itu Taufan segera berganti pakaian dan tidur di sofa. Keesokan paginya Taufan segera bangun terlebih dahulu dan berjalan jalan di daerah pantai. Lily pun mengerjapkan matanya karna sinar sang surya masuk melalui celah jendelanya.


"Kemana si bos edan" gumam Lily.


Lily segera beranjak dari ranjangnya dan bergegas mandi selesai di kamar mandi Lily sudah di kagetkan dengan Taufan duduk di sofa sambil menatap benda pipih persginya nampaknya pria tersebut sedang bermain game online Lily berdehem dan Taufan menoleh ke Lily.


"Dari mana" tanya Lily.


"Habis beli makanan"


"Ayo sarapan" ajak Taufan dan Lily mengangguk.


Mereka berdua sarapan dengan lahap karna Lily sudah lapar niatnya Lily ingin mengajak Taufan pergi ke luar untuk sarapan namun Taufan sudah membawakannya jdi ia urungkan niatnya. Lily nampak tersenyum akan perlakuan Taufan yang manis entah kenapa Lily melihat perlakuan hari ini sangat manis.


"Kenapa lu senyum senyum sendiri gila lu ya" ujar Taufan yang melihat tingkah Lily seperti orang gila. Baru saja Lily memuji akan pria ini namun pria ini sudah kembali menjengkelkan seperti ini Lily mendengus kesal.


"Iddih lu yang gila" ujar Lily tak mau kalah.


"Lu lah gila"


"Lu bos gila menyebalkan dasar es batu" ucap Lily.


"Brani lu ya" ujar Taufan berdiri dan menyudutkan Lily ke tembok Taufan ingin memberi pelajaran atas gadis ini atas kejadian semalam yang membuat Taufan harus menuntaskan hasratnya ke kamar mandi. Taufan sudah mengambil ancang ancang untuk menyergap mangsanya. Taufan sudah ingin menempelkan bibirnya ke bibir Lily namun Lily berjongkok alhasil Taufan mencium tembok bukan mencium bibir mungil Lily denga kesampatan ini Lily segera kabur membuka pintu kamar Lily segera berjalan ke arah pantai.


"Shit gila tu orang man nyosor aja untung gw pinter" ucap Lily.


Sedangkan Taufan yang berada di dalam kamar mengrutuki kebodohannya.


"Shit masa iya gw nyium tembok" ujar Taufan mengerang kekecewaannya.


Taufan segera menyusul Lily keluar mencari anak kecil itu kemana.Tak berapa lama Taufan melihat Lily sedang bermain air Lily melihat kedatangan Taufan segera menyipratkan air je muka Taufan. Taufan yang mendapatkan perlakuan itu Taufan pun membalasnya dengan mencipratkannya ke Lily. Bukan hanya itu saja mereka berdua bermai main kejar kejar kesana kemari layaknya tom and jerry yang tak pernah akur Taufan segera mengejar Lily, namun Lily hanya tertawa dan sambil berlari. Tak butuh waktu lama Taufan dapat menangkap tubuh Lily dan mengendongnya.


"Kena kau " ujar Taufan dan Lily tertawa.


"Lepasin fan"


"Kau harus mendapatkan hukuman akibat tadi"


"Buahaha ya salah lu ngapa cium tembok" Lily tetawa mengingat kejadian tadi.


Taufan segera mengendok Lily membawanya kembali ke hotel. Apa yang terjadi di dalam hotel??