
Taufan segera ke kamarnya ia duduk di tepi ranjang ia juga mengacak ngacak rambutnya dengan kasar. Hari yang ia paling tak suka pun sudah datang ia pasrah dengan apa yang akan terjadi ia harus menerima perjodohannya dengan anak teman papahnya. Taufan beranjak dari duduknya ia segera berjalan ke arah keluar kamarnya ia menuju suatu ruangan yang sering ia kunjungi. Taufan segera masuk ke ruang olah raganya Taufan melampiaskan kekesalannya disana. Taufan berolahraga menggunakan alat pelari. Taufan makin lama menambah kecepatan hingga ia ngos ngosan dan keringat bercucuran di badannya.Taufan tidak ke kantor ia butuh menenangkan fikirannya. Jika terasa lelag Taufan berhenti dan duduk di kursi ia mengambil sebotol air ia siramkan ke wajahnya dan mengusapnya dengan kasar. Taufan mengatur nafasnya yang ngos ngosan, jika dirasa sudah teratur Taufan segera kembali ke kamarnya ia ingin mandi akibat aktivitasnya yang mengeluarkan banyak keringat membuat badannya terasa lengket. Taufan segeraasuk ke dalam kamar mandi ia menyalakan showernya Taufan berdiri lama disana membasahi tubuhnya. Ketika di rasa sudah cukup ia mendinginkan tubuhnya. Taufam keluar dengan menggunakan handuk melilit di pinggangnya yang bertontonkan tubuh atlestisnya yang seperti roti sobek(wkkwk Kek roti di iris yak😒) Taufan segera mengambil benda pipih kesyangannya ia menscroll nama Darwin dan langsung menekan tombol hijau.
"Hallo gw gak ke kantor tolong lu handle gw sibuk" ucap Taufan langsung memutuskan sambungan telfonnya tanpa memberikan darwin kesemparam berbicara.
Taufan meletakkan benda pipih tersebut dengan sembarangan ia segera berpakaian santai ia memakai celana pendek dan kaos oblong selesai itu Taufan segera ke turun ke bawah untuk sarapan.
"Fan kamu gak ke kantor" tanya Adhel.
"Gak mah Taufan di rumah dulu capek" jawab Taufan sambil menarik salah satu kursi untuknya duduk.
"Ingat besok jangan lupa pulang telat atau papa akan suruh orang untuk ngawal kamu" ancam Taufan.
" Nggak usah pakai bodygurd pah Taufan gak akan kabur" ucap Taufan dengan santai sambil menyuapkan 1 sendok nasi.
****
Lily berjalan ke ruangannya dengan muka yang ditekuk tidak semangat senyumanmu pun sudah tidak ada di pagi ini. Lily duduk di kursinya dengan lesu dan termenung ia hingga tak sadar jika ada seseorang masuk ke ruangannya.
" Ly" panggil orang tersebut.
" Ly" panggilnya sekali lagi dengan lebih kencang.
"Ha apa" jawab Lily.
" Bos gak masuk tolong kamu kerjakan ini aja" ucap Darwin sambil memberi dokumen yangbharus dikerjakan Lily.
"Bos kemana" tanya Lily pada Darwin.
"Bos ga masuk dia ijin" jawab Darwin.
"Eh kamu kenapa melamun" tanya Darwin.
" Aku gak papa" telak Lily.
" Kamu ga bisa bohong sama kakak" ucap Darwin.
" Emn sebenarnya" belum selesai Lily menyelesaikan kalimatnya Darwin memotongnya.
" Kamu ada masalah" tanya Darwin.
" Emm iya" jawab Lily yang tak bisa berbohong di depan lelaki satu ini.
" Kenapa cerita sama kakak" tanyanya.
"A aku di jo jodohin sama daddy" ucap Lily dengan gugup sontak membuat Darwin melongo tak percaya.
" Yang benar kamu ga boong kan " tanya Darwin sekali lagi.
" Emm mna pernah Lily boong" ucapnya sambil menunduk tak berani menatap Darwin.
"Sama siapa kamu di jodohin umurnya berapa kamu kenal dia gak" cerosos Darwin seperti emak emak komplek.
"Aku masih belum tau kak dia seperti apa besok daddy mommy mau bawa aku ketemu dia" jelas Lily.
"Kamu yang sabar saja siapa tau laki lakinya ganteng kayak kakak" gurau Darwin.
"hahah yeah mna ada" ucap Lily sambil tertawa.
"Udahlah jangan bengong lagi tu kerjaan numpuk" ucap Darwin sambil berlalu meninggalkan Lily sendirian di ruangan tersebut.
Lily mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya ia berusaha tidak memirkirkan tentang perjodohannya namun susah pikirannya masih tentang akan perjodohannya. Sampai waktu makan siang Lily masih belum fokus sungguh benar benar kacau akan perjodohan konyol ini. Lyra lebih baik pergi ke teman temannya ia lebih baik kesana. Lyra beranjak dari tempat duduknya ia berjalan ke kantin untuk menemui sahabatnya.
" Hy Lyra sayang" sapa Joddi.
"Siang Lily sayang" sapa Cherry.
"Umm siang" ucapnya dengan lesu.
"Kenapa lu kok lemes belum sarapan" ledek Joddi.
" Mungkin minta di traktir lu Jod" sahut cherry.
"Hemm gak" ucap Lily singkat.
"Ngapa lu Ly, Lu ada masalah" tanya Cherry yang melihat sikap Lily berubah.
"Iya gak kek biasanya dia Cher kalo ada masalah cerita ama kita Ly kita siap nampung cerita lu" terang Joddi.
" Sembarangan lu Jod" ucap Lily dengan ketus.
" Terus lu kenapa Ly" tanya Joddi.
" Gue di jodohin" ucap Lily yang membuat Cherry melotot sedangkan Joddi syoknya bukan main.
" Dih Cher mata lu awas copot" ledek Lily sempat sempatnya ia bercanda dengan sahabatnya.
"Apaan sih Ly gak lucu" ujar Cherry.
" Lu nge prank kan kek youtobers gitu mna dong kameranya jangan di sembunyiin" sahut Joddi yang masih menganggap itu bercandaan.
"Ga ada kamera gw gak nge prank" ujar Lily.
"Seriously" tanya Cherry Yang di jwab anggukan oleh Lily.
"Lily sayang tolak dong cintaku ke kamu itu jauh lebih besar timbang cowok yang di jodohin sama lu" ucap Joddi dramatis.
" Sabar Jod sabar" Cherry menenangkan Sahabatnya tersebut.
"Gw ga bisa nolak permintaan daddy gw sayang sama daddy" ujar Lily.
" Ly lu tau cwok yang di jodohin sama lu" tanya Cherry dan Lily menjawab hanya anggukan.
"Lah terus" tanya Cherry yang masih bingung.
" Gw masih besok yang mau ketemu sama tu orang" jawab Lily.
"Ha jika calonlu aki aki tua gimana" sahut Joddi.
Lily belum mefikirkan kesitu ia pun makin takut akan laki laki yang ia jodohkan seperti apa.
" Ah ngaco lu ga mungkin Daddy gw jodohin sama kek gitu" bela Lily.
" Mungkin aja Ly kan kita mana tau" ucap Cherry.
" Ly lu bahagia" tanya Cherry.
" Bahagia"Lily berbohong.
" Bohong lu" sahut Joddi.
" Gw gak boong gw bahagia" Ucap Lily sambil tersenyum ceria namun dihatinya tidak.
" Gw tau lu Ly ga usah boong ma gw di mulut lu bilang bahagia tapi di hati lu pasti terpaksa kan" sindir Cherry.
"Lu tau gw banget Cher" ucap Lily tersenyum.
" Gw sahabat lu gw akan selalu ada di setiap suka dan duka lu" ucap Cherry.
"Unchhh Cherrryy gw sayang lu lu emang sahabat terbaik gw" ujar Lily sambil memeluk Cherry.
"Ehem gw gak di peluk" ujar Jodi yang sedari tadi hanya menonton.
" Uh sini kita berpelukan" ucap Cherry.
Mereka berpelukan bersama layaknya telethubis dengan ini Lily merasa bahagia melupakan masalahnya sejenak.
°
°
°
°
°
**Maap update malem ya biasanya sore update ada kendala saya lagi ga enak badan.
Kamren yang banyak typo saya mohon maaf saya ga fokus kmaren gara" saya lagi ga enak badan.
Tolong dukung novel ini ya like vote komen pliss karna itu semangat author😍😘
Kuy masul gc bagi yang mau ya😊**