My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 25



Keesokan paginya....


Lily bangun seperti biasanya ia berpakaian rapi ingin pergi ke kantor tak lupa ia sarapan terlebih dahulu.


" Pagi mommy daddy abang" sapa Lily dengan senyum sumringah menghiasi wajahnya.


" Pagi jg sayang" ucapnya mereka serempak.


" Ada hal yamg penting ingin daddy bicarain denganmu" ucap Hendra serius.


" Apa dad " tanya Lily yang masih heran akan daddynya yang sangat serius.


" Daddy mau jodohin kamu sama....."


Uhuk uhukkk Lily tersedak akan roti selai kacang ia makan Leon langsung memberikan air minum untuknya.


"Pelan pelan Ly" ucap Leon sambil menepuk pelan punggung Lily.


"Dad jangan bercanda ih" tanya Lily yang masih tak percaya akan apa yang di ucapkan Daddynya.


" Kamu liat muka Daddy bercanda Daddy ingin menjodohkan kamu sama anak teman Daddy" ucap Herman.


"Dad yang bener aku masih belum lulus kuliah usiaku masih muda" tolak Lily.


"Kau bisa kuliah setelah menikah anak temen Daddy baik dia sudah sukses mapan hidupnya perusahaannya berkembang pesat kau akan bahagia bersamanya kau akan mendapatkan cinta jg disana" jelas Herman meyakinkan Lily anak yang ia sayangi.


"Mom" rengek Lily.


"Mom ga bisa bantu keputusan ada di tanganmu kamu sma Daddy" ujar Lisa.


"Bang Le" rengek Lily.


" Abang jg ga tau Ly mungkin pilihan daddy terbaik untukmu" sahut Leon.


"Hufft" Lily menghela nafas dengan gusar.


"Dad kenapa gak bang Leon aja yang Daddy jodohin sama anak temennya daddy" ujar Lily.


" Temen Daddy anaknya laki laki masa Daddy mau jodohin sama abangmu Ly anak temen Daddy hanya satu satunya laki laki" terang Herman.


" Ya ga apa apa dad mungkin abang suka laki laki juga" ledek Lily ke Leon.


" Sembarangan lu kalo ngomong gw ini masih normal" ucap Leon sambil melotot ke arah Lily.


"Uh jangan melotot tu mata pengen keluar aja tu bola mata bisa di goreng makanan kan bang yuk Melotot lagi" gurai Lily Yang memancing emosi abangnya.


"Lu yang makan ya gw copotin nih" ucap Leon yang kesal.


" Ogah lah lu aja yang Makan" ucap Lily.


"Udah kalian jangan ribut" sahut Herman yang membuat mereka berdua bungkam.


" Lily gimana permintaan daddy" tanya Herman.


" Emmm"


"Daddy gak minta apa lagi ke kamu hanya ini permintaan daddy" ujar Herman yang membuat Lily tak bisa menolaknya.


"Huftt jika membuat Daddy bahagia Lily akan menerimanya"ucap Lily dengan wajah yang tak bersamangat.


" Senyum sayang kan bahagia" ledek Leon.


" Diem lu" ucap Lily sewot.


"Galak amat lu ntar ama calon laki lu gini jg ya kek macan" ledek Leon akan sikap adeknya.


"Serah gw" ujar Lily.


" Ly besok ikut Daddy makan malam bersama sama temen daddy jangan pulang telat" ucap Herman.


" Iya dad" Lily terpaksa mengiyakan ajakan Daddynya.


Lily masih bingung dengan pikirannya. Lily masih belum siap menjadi seorang istri Lily masih manja jika ia menolak akan menyakiti hati orang tuanya yang ia sayangi sejak dulu. Lily tidak tega jika menolak permintaan akan ayahhnya. Meskipun hatinya belum mantap akan perjodohan ini.


"Lily berangkat dulu ya Dad" pamit Lily terhadap orang tuanya.


" Gak mau selesain sarapanmu dulu nak" tanya Lisa.


" Gak mom Lily gak laper biar gak telat juga" ambigu Lily.


Lisa yang tau maksud anaknya Lisa pun tak banya tanya akan anaknya.Lily segera beranjak dari duduknya dan berjalan keluar ruangan tersebut. Leonpun menyusul adek kesayangannya tersebut.


" Mau kemana Le" tanya Lisa.


" Dad mom Leon berangkat dulu ya" pamit Leon berjalan menyusul Lily.


"Ly bareng kakak ya" ajak Leon.


"Pake apa" tanya Lily


" Pake motor mau gak" ajak Leon.


" Mau banget" seketika ekspresi wajah Lily berubah ceria kembali.


" Oke kakak ambil motor dulu" ucap Leon sambil berjalan ke arah garasinya.


Leon tau pasti adeknya menerima dengan terpaksa ia tau apa yang bisa membuat beban fikiran adeknya hilang hanya jalana kebut kebutan yang bisa menghilangkan beban fikiran mereka. Leon keluar dengan motor sportnya yang bewarna merah Leon memberikan helm untuk adik kesayangannya tersebut. Lily segera memakai helm dan naik ke atas motor sport abangnya tersebut.


"Are you ready" ucap Leon.


" Yes, i'm ready" ucap Lily tak kalah semangatnya.


Leon langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi bukan Lily namanya kalau takut akan kebut kebutan. Lily tidak memimirkan akan penampilannya namun ia makin ceria jika Kecepatannya di tambah. Dalam 10 menit Lily sudah sampai ke kantornya Lily turun dari motor sportnya melepas helmnya. Leon yang melihat rambut adeknya acak acakkan membuat Leon tertawa.


"Kenapa" tanya Lily yang tak mengerti akan kakaknya tertawa. Leon pun segera merapikan rambut adiknya tersebut.


"Uwuwu terima kasih abang" ucap Lily tersenyum manis.


"Iya abang pergi dulu ya nanti abang jemput" ujar Leon sambil melajukan mobilnya.Ketika bayangan Leon sudah tidak ada Lily segera masuk ke dalam kantornya.


****


Dikediaman Narenda....


Di pagi hari Adhel dan Rian kalang kabut akan putranya yang belum pulang semalaman tak biasanya putranya begini. Ketika Rian ingin menelfon anak buahnya Rian mendengar teriakan istrinya.


"Pah pah" teriak Adhel,Rian segera menghampiri Adhel.


"Ada apa ma" tanya Rian.


" Taufan sudah balik itu" tunjuk ke Taufan yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka.


" Syukurlah"


"Dari mana aja kamu" tanya Rian ke Taufan.


" Ke apartemen Darwin pah" jawab Taufan.


"Kenapa kamu gak bilang terlebih dahulu ke mama, mama cemas akan kamu yang gak pulang ke rumah" omel Adhel terhadap anaknya.


"Taufan udah besar ma janga khawatir Taufan baik baik saja" ucap Taufan menenangkan hati mamanya.


"Fan gimana kekasihmu kamu mau di ajak nikah ini sudah waktu terakhir untukmu" t tanya Rian.


"Sisil gak mau di ajak nikah pah" jawab Taufan.


"Jika kekasihmu tidak mau maka papa akan jodohkan kamu dengan anak rekan bisnis papa" ucap Rian.


"Tapi pah.." belum sempat Taufan menyelesaikan kalimatnya Rian pun memotongnya.


"Tidak ada tapi tapian kamu sudah menyepakati perjanjian jika kamu tidak bisa mengajak kekasihmu menikah maka kamu bersedia papa jodohkan kamu dengan anak rekan bisnis papah" jelas Rian yang tak bisa membuat Taufan mengelak lagi.


"Iya pah" ucap Taufan.


"Besok kita akan makan malam dengan calon istrimu kau jangan sampai pulang telat jika tidak papa akan bekukan perusahaanmu" ancam Rian.


"Iya pa Taufan akam datang besok" ucap Taufan dengan pasrah.


"Mah" panggil Taufan.


"Apa sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu baru sarapan mama sudah masakin makanan kesukaanmu" ujat Adhel yang di jawab anggukan oleh Taufan.


°


°


°


°


°


°


Sampe disini dulu ya😊😉