My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 42



"Lily kok bareng lu kok gak bareng pak Taufan" tanya Joddi ke Cherry.


"Ya mana gw tau lah gw gak ikut campur urusan dia"ujar Cherry.


"Ishh lu kan tadi bareng dia" desak Joddi.


"Lu Jod oon apa **** sih, kalau Lily semobil bareng ntar apa kata anak kantor kan nikahnya diam diam jangan peak deh lu lama lama gw remes tu isi pala lu"ujar Cherry yang mulai geram.


"Eheheh gw lupa mereka kalau di jodohkan" ucap Joddi sambil menggaruk tengkuk kepalanya yang tak gatal.


"Udah lah ayo ke ruangan cepet " ajak Cheery.


"Iya iya sabar napa"


"Lu sih lelet"


"Apa lu ngatain gw lelet, masih pagi jangan pancing gw untuk emosi"


"Gw gak mancing lu, emangnya lu ikan harus di pancing pake umpan" ucap Cherry sambil tertawa.


"Ish lu aws ya"


"Mau apa lu ha" tantang Cherry.


"Mau gw bejek lu" seru Joddi.


"Jangan kasar dong sma cwek cantik kek gw yang imut ini" ujar Cherry yang sok imut yang mengundang gelak tawa Joddi.


"Astaga sok imut banget lu Cher pen muntah gw" ujar Joddi.


"Hish muntah aja sono" ucap Cherry yang pura pura ngambek.


"Hilih jangan gitu dong" bujuk Joddi.


"Dih bodo gw mo kerja" ucap Cherry langsung mempercepat jalannnya.


"Cher tungguin" teriak Joddi namun di hiraukan oleh Cherry.


***


Di rumah Taufan segera menyelesaikan sarapannya dan segera bergegas di depan rumah disana sudah ada Darwin sekertaris pribadinya (Aslinya Darwin asisten pribadi namun masih Lily yang menggatikan posisi tersebut selama 3 bulan) plus supir pribadinya.


"Lama amat lu ngapain aja padahal istri lu udah dari tadi keluar sama temennya" omel Darwin.


"Brisik lu, Lily tdi berangkat sama siapa" tanya Taufan.


"Sama temennya"


"Cherry apa Joddi" tanya Taufan.


"Sama Cherry tadi" jawab Darwin dengan santai.


"Kenapa lu gak berangkat bareng sama Lily kan lu udah sah menjadi suami istri" ucap Darwin.


"Kita nikahnya dengan perjodohan secara diam diam tidak ada orang yang tau maka akan beredar gosib ketika seorang ceo berangkat sama anak magang di kantornya"jelaa Taufan.


" Awas jatuh cinta loh kalian berdua seiringnya waktu berjalan kau akan terbawa suasana juga" peringatkan Darwin.


"Hishh jangan ngaco kalau ngomong gw sama Lyra gak ada apa apa jadi jangan aneh aneh deh lu" ujar Taufan.


"Ishhh apaan sih lu gw kan cuma memperingatkan lu, lu sama Lyra punya perjanjian 1 tahun ingat ya waktu 1 tahun itu lama kau akan terbawa perasaan juga jika 1 atap sampai kapan kau akan memikirkan sisil, belum tentu wanita itu memikirkanmu ingat lah fan sadar buka hatimu untuk orang lain jangan tutup hatimu demi menunggu sisil yang tak tau kapan akan menikah denganmu" ujar Darwin menasihati Taufan panjang kali lebar( kek rumus matematika yak).


"Tapi gw kan sama dia udah lama Win gw masih sayang sama Sisil" ujar Taufan.


"Bodoh lu wanita kek gitu lu pertahanin"


"Lagian cantikan Lyra timbang sisil" sambung Darwin.


"Kalau di pikir pikir Lyra memang cantik dibandingkan sisil" gumam Taufan namun Taufan segera menepis pikirannya jauh jauh.


"Ish gw mikirin apaan sih" gumam Taufan.


"Udah lah lu fokus aja nyetir" ucap Taufan


"Hilih dia bos besar tapi sangat bodoh akan hal cinta" gumam Darwin sambio fokus menyetir.


Taufan mengambil handphonennya ia bermasin game online namun pikirannya masih tentang lelaki siapa yang bersama sisil. Sisil tak punya Saudara laki laki. Taufan tak tinggal diam ia pun berfikit cerdik.


"Udah turun cepet udah nyampe kita neh" ujar Darwin yang mendapati Taufan fokus akan handphonnennya.


"Yah cepet lu sih ke asikan main handphonennya" sindir Darwin.


" Ya udah ayo kerja" ucap Taufan lamgsung turun dari mobilnya dan langsung berjalan ke area kantor di susul oleh Darwin di belakangnya semua staf berdiri menunduk melihat kedatangan bosnnya namun Taufan cuek tanpa senyum langsung berjalann ke ruangannya.


Ceklekk Taufan membuka pintu didalamnya ada Lily yang fokus dengan komputernya hingga tak sadar bahwa Taufan masuk ke dalamnya.


"Ehem" dehem Taufan.


"Eh bapak ada yang mau saya omongin" ucap Lily.


"Ya apa" tanya Taufan.


"Tadi mommy telfon sama Daddy kita di suruh ke rumah nanti pulang kerja" terang Lily.


"Baiklah nanti kamu 1 mobil dengan saya"


"Gak mau " tolak Lily.


"Mau ortu lu tau kalau kita gak akur ntar gimana persaan orang tua lu pasti kecewa" ujar Taufan.


"Ada benernya jg ya si kutu kumpret ni" gumam Lily.


"Iya gw bareng lu kok gw tunggu di jalan sebrang sana" ucap Taufan.


"Iya sana balik kerja gw sibuk"


"Cih kumat lagi ni orang" gumam Lily.


Lily kembali melanjutkan aktivitasnya yaitu bekerja di depan layar komputer. Taufan memberikan setumpuk kertas yang harus ia kerjakan.


"Tolong revisi laporan itu" ucap Taufan dengan santai.


"Baiklah " jawab Lily.


"Huftt gw kenapa kerja begini terus numpuk banget haus gw" gumam Lily.


"Bos saya mau keluar dulu ambil minum" ujar Lily pada Taufan, Taufan hanya mengangguk tanpa melihat Lily.


Lily segera pergi ke pantry ia membuat jus jeruk dan segera meminumnya Lily hendak pergi handphonennya berdering.


Drtttt.....Drttttt....Drrtttttt...


Tertera nama Bos edan Lily segera menerimanya.


"Hallo iya kenapa" tanya Lily.


"Buatin gw kopi yang kayak tadi lu bikin lu yang buat jangan orang lain" ucap Taufan.


"Apaan sih hish lu mah seenak jidat kalau merintah" geram Lily.


"Gw suami lu cepet buatin" printah Taufan segera memutuskan sambungan telfonnya.


Lily segera mengumpati suaminya tersebut Lily mengambil kopi dan gula namun ia melihat garam ia ingin memasukkan garam namun teringat akan kejadian dlu waktu ingin mengerjain Taufan malah ia yang minum kopinya. senjata makan tuan wkwkwk. Lily segera menyiapkan kopi yang seperti tadi pagi selesai itu ia langsung membawa ke ruangannnya namun di tengah perjalanan ia bertemu Cherry.


"Lily" panggil Cherry.


"Apa"


"Cie buat kopi istri idaman banget lu" ledek Cherry.


"Bisa diam gak atau gw siram pake kopi ini" ujar Lily kesal.


"Ishh jadi istri jangan galak galak dong"


"Apa cepet mau apa sih ntar bos edan ngamuk kalau lama lama disini" ujar Lily.


"Cie panggilan sayang ya sampe mau buru buru kesana gak mau jauh jauh sama suami ya" ledek Cherry sambil mentoel dagu Lily.


"Isshh apaan sih"


"Nih gw titip buat lu ya minta tanda tangan suami lu" ucap Cherry sambil memberikan dokumen.


"Ya ngapa gak jalan sendiri"


"Males gak mau ganggu penganten baru" ledek Cherry.