My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 41



Selesai itu Lily, Lily kembali ke kamarnya ia mulai memejamkan matanya karna mengantuk.


*****


Keesokan paginya jam weker doraemonnya berbunyi terlalu keras.


"Hishh berisik" umpat Lily.


Lily segera mematikan jamnya dengan merogohnya Lily kembali menyelimuti dirinya namun ia teringat bahwa sekarang ia harus bekerja. Lily segera beranjak dari tidurnya ia melihat jam yang berada di atas nakas.


"Huftt selamat gw bisa bikin sarapan gw lupa klo ini bukan rumah mommy" ujar Lily.


Lily segera mengingat rambutnya ke atas ia mencepolnya dan segera turun ke dapur untuk memasak membuat sarapan Lily membuat nasgor.Tak lupa Lily memakai celemek. Hanya hal itu yang terlintas di pikirannya karna Lily tak terbiasa bangun pagi di rumahnya dlu dia anak manja jdi Lily harus menyesuaikan dengan pernikahan pura pura ini.


"Hufft ternyata gini ya pekerjaan mommy setiap hari" keluh Lily.


Lily terus mengaduk nasi goreng yang berada di dalam wajan hingga matang. Ketika sudah Lily segera menuang nasgornya ke piring dan membawanya ke meja makan. Lily segera melepas celemeknya dan segera membersihkan tubuhnya untuk siap siap ke kantor magangnya. Taufan yang sudah selesai bersiap siap ke kantor ia sudah berpakaian rapi ia melintas ke dapur ada nasi goreng.


"Hemm pasti gadis kecil tersebut yang membuatnya" ucap Taufan.


"Apa yang di rencakan gadis tersebut apa ingin membunuhku" pikir Taufan.


Taufan menunggu Lily turun dan menanyakan sarapan tersebut tak lama Lily turun dengan pakaian kantornya ia terlihat dewasa ketika menggunakan pakaian tersebut Lily bingung menatap nasi goremg masih penuh belum di sentuh sama sekali apa Bos edannya gak suka sarapan yang ia buat.


"Kenapa lu gak makan" tanya Lily.


"Ini aman kan" tanya Taufan.


"Lu kira ini bahaya" ujar Lily.


"Ya bisa jadi lu campurin racun ke makanan gw " ujar Taufan.


"Astaga pengen gw gampol mulut lu" ujar Lily yang mulai emosi.


"Lu mau bunuh gw kan dengan sarapan ini"


"Gw gak percaya "


"Lu liat ya gw makan ni nasi goreng kalau gur gak apa apa brarti aman ini makanan" Lily segera menyendokkan makanan ke mulutnya dan segera mengunyahnya.


"Liat kan gw gak apa apa" ujar Lily.


"Itu kan piring lu yang aman mungkin lu gak taruh racun di piring situ, mungkin lu taruh sianida ke piring gw" ujad Taufan yang masih curiga akan sarapannya.


"Buset ni orang kalau bukan laki gw udah hw jadiin umpan hiu" umpat Lily dalam batinnya.


"Nih gw makan nasi goreng yang ada di piring lu" ujar Lily segera menyendokkan nasi goreng yang ada di piring Taufan ke dalam mulutnya dan menelannya membuktikkan bahwa makanan tersebut aman tidak ada racunnya.


"Nih gw gak apa apa kan" ujar Lily.


Taufan melihat Lily menelan nasi goreng itu tidak terjadi apa apa ia pun percaya bahwa nasi goreng tersebut aman.


"Iya iya gw percaya gw makan masakan lu" Taufan mulai menyuapkan nasi goreng buatan Lily kedalam mulutnya ia mengunyahnya dan merasakann masakan istri kecilnya.


"Hem enak juga ya" gumam Taufan dalam batinnya.


"Gimana enak gak" tanya Lily.


"Apaan gk enak ini" ujar Taufan berbohong.


"Dih boong lu" ujar Lily.


"Memang bner gak enak " ucap Taufan.


"Dih gak enak tapi dimakan" cibir Lily.


"Karna gw laper ya gw makan gw ngehargai lu capek capek buatin gw makanan kalau gw gak makan kan lu nangis ntar" jelas Taufan.


"Iya iya serah lu, gw juga bukan chef jadi gak enak" ujar Lily.


Tingg!!


Notif handphone kesayangan Lily berbunyi ia langsung melihatnya ia segera membacanya dan segera menyudahi sarapannya.


"Dah gw mau berangkat dulu" pamit Lily .


"Gw mau ke kantor lah" ujar Lily.


"Bukannya mobil lu di rumah orang tua lu, trs lu berangkat pake apaan kenapa gak bareng gw" ujar Taufan.


"Gw ogah gak bareng lu, apa kata anak anak kantor ntar" tolak Lily.


"Ishh ada benernya juga ni anak kecil apa kata anak anak kantor ntar beredar berita seorang presdir tampan berangkat sma asistenn pribadinya" Taufan membayangkan gosib yang akan terjadi bila dia berangkat bareng sama Lily.


"Ishh malah bengong" ujar Lily.


"Ya udah gw berangkat" pamit Lily langsung bergegas pergi.


Di luar rumah sudah terpampang mobil lamborgini warna kuning menunggunya Lily segera masuk ke dalam mobil tersebut.


"Lama amet lu di dalam gw sampe jamuran nunggu lu" protes Cherry sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Ya sorry tadi si Bos edan masih nanya nanya ke gw" jelas Lily.


"Nanya apaan sih jangan jangan lu msih ena ena di pagi hari" ledek Cherry sambil tertawa.


"Hishh ngawur lu"


"Buahaha bener kan ciee lu gw request ponaan lucu ya jangan lupa" canda Cherry.


"Apaan sih gw gak suka sama bos edan tersebut" ucap Lily.


"Awas ntar jatuh cinta lo"


"Gak gak mau gw "


"Kita tarohan gimana" tantang Cherry.


"Tarohan apaan" tanya Lily yang tak mengerti apa yang akan di rencanakan Cherry.


"Gw jamin lu akan jatuh cinta sama Si Taufan itu kalau tebakan gw bener lu beliin gw mobil sport jika lu menang gw beliin lu mobil juga gimana mau gak" terang Cherry sambil mengulurkan tangannya.


"Oke deal gw terima tantangan lu" ucap Lily sambil menjabat tangan Lily.


"Tambahin dong kecepatannya pelan amet gk seru Cher " ujar Lily yang sudah terbiasa dengan dunia kebut kebutan karna Leon sudah biasa membiasakan Lily hidup kebut kebutan di jalan.


"Oke gw tancap gass kuy" ujar Cherry langsung menaikkan kecepatan mobilnya yang membuat Lily semakin bahagia.


Mereka semua bahagia akan kebut kebutan begini.


"Cher di depan mobil joddi tuh" ujar Lily.


"Hiya ngebut juga tu orang "


"Kejar tuh mobil Joddi tancap gass Cher jangan kasih kendor" ujar Lily.


Cherry langsung menambah kecepatannya untuk mengejar mobil Joddi mereka tertawa ketika sudah berhasil menyalip mobil Joddi.


"Ishh lu hebat kalau nyetir Cher" Ujar Lily sambil mengacungkan jempolnya.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di gedung berjulang tinggi Cherry segera memarkirkan mobilnya di susul dengan Joddi di sebelahnya mereka semua segera turun dari mobil masing masing.


"Sial ternyata kalian yang ngejar mobil gw" ujar Joddi.


"Yoi ngapa lu kalah" tanya Cherry.


" Gw ngalah karna gw tau itu mobil lu" ujar Joddi.


"Kalian lanjutkan berdua ya gw mau ke ruangan dulu" pamit Lily segera meninggalakan mereka berdua.


Guyss naikin level novel ini bisa gak biar naik 😇😆


Novel ini masih di level 5 author ragu untuk lanjutkan😂


lanjutkan gak ya klo ingin lanjut dukungannya ya guys😁


Eh author dalam rangka menyambut HUT RI yang ke 75 Author ngadain event puisi yang berminat mari gabung ke gc Author😇