My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 49



Sesampainya di kediaman Wijaya. Lily nampak keluar dari mobil dengan wajah yang kesal. Ini sangat keterlaluan dia sudah berbicara namun tidak di dengarkan.


"Itu bawa oleh oleh bawa masuk ke dalam" ucap Lily sambil melotot dengan Taufan.


"Astaga dia marah beneran" ujar Taufan yg melihat tingkah Lily begitu kesal dengan dirinya.


Taufan segera membuka bagasinya mengambil paper bag untuk mertuanya tersebut.


"Mommy daddy" Lily menghambur kedalam pelukan kedua orang tuanya tersebut.


"Ehem Gw gak di peluk" sahut Leon memecah momen.


"Ish abangg" Lily bergantian memeluk Leon.


"Oya mana suamimu nak" tanya Herman.


"Ada , nah itu dia Dad"


"Kenapa kalian gak bareng masuknya"


"Tadi masih ngambil oleh oleh buat daddy mommy"


"Terus gw di lupain gituh" sahut Leon yang pura pura kesal karna namanya tak pernah di sebut oleh adiknya tersebut.


"Ada lah buat abang mana ada aku lupa ke abang" ujar Lily sambil tersenyum.


"Nah adik pinter" ujar Leon sambil mengacak ngacak rambut adiknya.


"Hish berantakan" ujar Lily sambil cemberut.


"Oya Ly gimana sudah isi belum" tanya Lisa.


"Isi apa mom" tanya Lily yang tak mengerti apa maksud Mommynya.


"Mommy dan daddy ingin segera menggendong cucu" sahut Lisa.


"Itu emm itu akan Lily usahakan Mom dad" ucap Lily dengan gugup.


"Ya udah sana kalian pulang buatin gw ponakan yang lucu" usir Leon.


"Abang ngusir "


"Bukan ngusir biar cepet punya ponakan yang lucu" ujar Leon sambil membayangkan ponakan yang lucu lucu dan imut.


"Boro boro punya anak nikah aja boongan" gumam Lily dalam batinnya.


"Yang di katakan Leon benar mending kalian buat lagi gih" ujar Lisa.


"Apaan sih mom"


Lily dan Taufan segera berpamitan untuk pulang karna mereka sudah lelah. Lily membawa mobil berbeda. Lily membawa mobil sportnya sendiri ya mobil hadiah dari Leon feareri warna merah (Mon maap kalau salah tulisannya ya). Karna Lily tak mau jika besok ke kantor harus semobil apa kata orang orang kantor jika dia berangkat dengan Bosnya.


"Uh capeknya" ucap Lily memarkirkan mobil mewahnya di garasi kemudian ia segera ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Entah berapa lama dia tertidur di sana. Lily mengerjapkan matanya ia melihat jam sudah menunjukkan waktu makan malam. Lily dengan kekuatan secepat kilat ia menyambar handuk dan segera membersihkan tubuhnya. Dengan menggunakan piama tidur ia berjalan ke arah dapur ia nampak terkejut melihat sosok orang paruh baya sedang berkutat di dapur. Lily tak pernah melihat wanita tersebut selama ia disini.


"Masa iya ini kekasih Taufan seorang wanita tua tpi klo iya selera dia nenek ya" Lily yang memikirkan tersebut merasa geli akan pemikirannya.


"Non sedang apa" sapa wanita itu yang membuyarkan lamunan Lily.


"Anda siapa saya tidak pernah melihat anda sejak kemarin"


"Saya mbok Jum non saya pembantu disini" jelas mbok Jum.


"Tapi kemaren saya tidak melihat mbok Jum disini" ujar Lily.


"Kemaren tuan memberi saya cuti non"


"Oo mbok Jum mau masak apa" tanya Lily.


"Saya masak ayam kecap non"


"Saya bantu ya bi"


"Tidak usah non ntar non capek lagi"


"Gak apa apa bi saya sudah biasa bantu mommy dulu di rumah"


"Tapi ntar tuan marah non jika tau"


"Gak akan bi saya akan menangani tuan muda itu" ujar Lily.


"Baiklah non ayo kalau mau bantu Bibi"


Lily membantu mbok Jum untuk membuat makan malam. setelah selesai Lily melepaskan apronnya dan menaruh masakan mereka di meja makan.


"Bi Taufan kemana" tanya Lily.


"Tuan lagi keluar non"


"oo"


Tak berapa lama Taufan sudah datang dan Lily masih setia di meja makan untuk menunggunya makan malam.


"Nggak gw dah makan di luar tadi"


"Harusnya ngomong dong kalau makan di luar kan gw gak capek capek nungguin lu disini" cerocos Lily.


"Ngapain lu nungguin gw"


"Duh salah ngomong" umpat dalam batinnya sambil menggigit bibir bawahnya.


"Bukan maksud gw bukan gitu"


"Terus maksudnya gimana"


"Maksud gw gini"


"Iya apa"


"Sabar napa gw ini mo jelasin lu motong mulu gw sumpel pake ayam ini ntar"


"Maksus gw kan gak capek capek nungguin lu disini perut gw dah laper dari tadi"


"Yodah sekarang tinggal lu makan aja gw masih ada pekerjaan" ucap Taufan sambil meninggalkan Lily sendirian.


"Ishh dasar dia nyebelin masak gw makan sendirian"


"Mbok Jum" panggil Lily.


"Iya ada apa non" tanya Mbok Jum.


"Temenin saya makan malam mbok" pinta Lily.


"Tidak usah non saya bisa makan di belakang" ucap Mbok Jum.


"Ayo lah Mbok masa tega Lily makan sendirian"


"Tapi tuann...." belum sempat menyelesaikan kalimatnya Lily langsung memotongnya.


"Tuan tidak akan marah ayo mbok"


"Beruntung sekali tuan punya istri yang ramah seperti ini" gumam Mbok Jum di dalam batinnya.


"Ayo mbok makan"


Akhirnya mereka malam bersama namun mbok Jum merasa tidak enak akan hal ini . Ini adalah pertama kalinya mbok Jum makan dengan majikannnya.


"Mbok sisa masakannya itu mending bagiin ke tetangga sayang kan kalau di buang" ujar Lily.


"Baik non"


Lily langsung menuju ke kamarnya perutnya dah kenyang ia harus kembali ke dalam alam mimpi dulu dengan kasur empuk yang mebuatnya nyaman.


***


Keesokan paginya Lily bersama mbok Jum ia membuat sarapan untuk mereka makan. Taufan dan Lily segera sarapan.


"Enak juga masakan ni cwek" gumam Taufan dalam batinnya.


"Enak kan masakan gw" tanya Lily.


"Ga enak"


"Ga enak tapi di makan" cibir Lily.


"Karna gw laper" ucap Taufan.


"Makan di luar bisa kan"


"Hemat duit"


"Serah lu gw mo berangkat my suami" pamit Lily.


Lily segera masuk ke dalam mobilnya ia melajukannya dengan kecepatan sedang Lily melihat jalanan ibukota yang masih agak sepi karna masih pagi yak😂. Tak berapa lama Lily sudah sampai di area kantor suaminya ia berpapasan dengan Cherry dan Joddi.


"Lily kemana aja kemaren" tanya Cherry.


"Ada urusan kemaren keluar kota"


"Eh gw ada oleh oleh buat lu nih" sambung Lily.


Lily kembali membuka bagasi mobilnya dan memberika paper bag itu ke Joddi dan Cherry.


"Makasih yak" seru Lily.


"Lu ngapain kemaren atau lu honeymoon yak" tebak Cherry.


"Ya honeymoon orang tua gw rencanain"


"Gimana pak Taufan udah berhasil bobol lu belum" tanya Jodi yang otaknya mesum.


"Ishh apaan lu, gw gak cinta ngapain nyerahin itu ke dia" ucap Lily kesal dan berjalan masuk ke dalam kantor timbang meladeni pertanyaan konyol dari sahabatnya.