
Hay mohon maaf ya ketika telat banget jan lupa di love kembali saya akan lanjut ceritanyađź–¤
Dukung lagi ya đź–¤
Setelah Sisil menerima amplop coklat dari kekasihnya ia mencoba membukanya betapa syoknya si Sisil semua bukti perselingkuhannya terungkap disana.
"Aaku bisa jelaskan semua ini" Ucapnya dengan gugup.
"Apa yang kau ingin jelaskan" Bentak Taufan.
"Ini fitnah, aku gak pernah melakukan ini"kelak Sisil.
" Kau masih bilang fitnah, dimana otakmu yang cerdik itu"
"Ini rekayasa bisa saja wajahku di edit disana" Bantah Sisil.
"Oke bagaimana si cowo itu aku datangkan kesini" Ancam Taufan yang membuatnya semakin panik.
"Dia tidak di negara ini" Jawabnya sambil menutup mulut.
"Bagaimana bisa kau tau kalau dia tidak disini" Selidik Taufan
"Aku hanya menebaknya"
"Baik lah Sil kau dan aku sekarang tidak ada hubungan hentikan hubungan konyol ini"
"Tidak aku tidak ingin kita putus" Ujarnya.
"Hubungan kita berakhir sampai disini aku muak liat wajahmu yang sok polos itu" Ucapnya sambil berlalulu pergi.
"Taufan" Teriaknya namun tidak di dengarkan.
Sisil terus meneriaki nama kekasihnya eh ralat mantan kekasihnya. Sisil mengejar Taufan hingga mobil yang di tumpangi Taufan melesat ke area jalan. Sisil geram akan keputusan Taufan. Sisil bingung bagaimana nasibnya kedepan. Ia merutuki kebodohannya ia menyesal telah melepaskan aset berhaganya. Ia telah menyia menyiakan perhatian orang yang sangat mencintainya.
"Aku tidak akan tinggal diam jika aku tidak bisa memiliki Taufan maka, gadis itu juga tidak bisa" Gumamnya sambil tersenyum licik.
*****
Setibanya di kantor Taufan nampak tidak fokus akan pekerjaannya. Ia memikirkan masalah yang tadi. ia memikirkan wanita ular itu dan Lily.
"Bagaimana jika Lily sama dengan Sisil"
pikiran itu terus menghantuinya. penghinatan mantan kekasihnya bikin dia Tidak fokus bekerja. Taufan memilih keluar ruangan.
"Tumben dia keluar jam segini" gumannya Lily yang nampak berkerut dan Lily melihat jadwal suaminya tidak ada klien hari ini.
"Ooh mungkin mo nemuin nenek sihir itu" gumamnya sinis.
"Eh wait kenapa gw sewot dengan si upil ya, kan upil kekasihnya biarin ajalah dia senang senang" ucapnya dengan dirinya sendiri.
Lily tidak tahu kalau suaminya sudah memtuskan hubungannya dengan kekasihnya. Lily nampak acuh dan memilih menyelesaikan pekerjaannya. Namun Lily nampak tidak fokus hari ini dipikirannya hanya ada suaminya.
"Jan bilang kalau gue jatuh cinta sama tu beruang kutub" umpatnya
"Ingat Ly lu cuma istri kontrak gak lama lagi lu akan berpisah dan si beruang kutub itu punya kekasih si upil namanya" Ketika bayang bayang suaminya hadir ia selalu menerapakan kata kata itu.
Ia membuka Sosmednnya dan menscrool kata kata yang ia sering baca. Ada 1 kata yang menarik perhatiannya.
Mulutmu berkata tidak
Mulutmu berkata benci
Mulutmu juga bisa berdusta
Namun hati dan pikiranmu
Tidak bisa berbohong
"Ck bucin sekali" berdecak kesal.
ia kembali menscrool benda pipih kesayangannga itu.
Kita dipertemukan oleh keadaan yang secara tidak sengaja
Aku tau hatimu bukan untukku
Namun kita ada ikatan suci di mata tuhan
Mau tidak mau kita harus terima
Tinggalkan masa lalu dan fokuslah membina ikatan suci kita....
"Anjir kata katanya seperti gue sama si edan yang gak bisa nerima pernikahan ini"
Lily menutup handphonennya dan meletakkan di mejanya. Dan ia memikirkan nasib rumah tangganya bagaimana jika nanti orang tuanya tau bahwa pernikahannya hanya di atas kertas. pasti orang tuanya akan marah besar telah mempermainkan ikatan suci ini.
"Astaga gw bener bener gak bisa bayangin, mommy daddy maafin anakmu ya seandainya jika Taufan tidak mempunyai kekasih mungkin Lily bisa membuka hati untuknya" ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ly kau kenapa" tanya Cherry sambil menepuk pundaknya.
"Hah lu ngagetin aja" ucapnya yg tekerjut.
"Gw gapapa Cher " sambungnya lagi.
"Boong lu ya Ly"
"Gw cuma banyak kerjaan dan mikirin skripsi gimana " ucap Lily.
"Laki lu kan pinter minta bantu lah sama dia" ujar Cherry dengan santainya dan Lily membulatkan matanya.
"Si dia ogah banget tatapannya aja kek gitu dingin banget bisa bisa gue di gantung Cher" ucapnya sambil bergidik ngeri.
"Ntahlah"
"Ayo kita pulang gw numpang sama lu ly" ucap Cherry sambil cengengesan.
"Kebiasaan lu Cher " ucapnya dengan canda.
"Yee gratisan kan lumayan"
"Dih otak gratisan lu" sindir Lily sambil tertawa puas.
"Makanya doain gw dapet suami kaya raya"
"Gw ada yang kaya buat lu"
"Sapa Ly" tanyanya dengan penasaran.
"Om gw umur 40 duda" ucap Lily sambil tertawa puas ketika berhasil mengerjai sahabatnya.
"Ck sialan lu berdosa banget lu gw cari yg daun muda bukan yg bau tanah" ucapnya dengan kesal.
"Lu ulat ya doyannya daun muda"
"Yang muda Lyra Atmaja yg seumuran kaga tua bangka" Cherry benar benar kesal akan kelakuann sahabatnya.
"Gw tau sapa yang cocok buat lu" ucap Lily.
"Ogah pasti lu aneh" ujar Cherry mendahului langkah Lily dan menekan tombol lift.
"Beneran gw gak bercanda lagi" sambil masuk ke dalam lift.
"Ya siapa" tanyanya.
"Joddi udah tampan kaya lagi" ujar Lily dengan santainya.
"Iddih kita kan sahabatan mana mungkin jadi kekasih" ucap Cherry dengan sendunya.
"Apa yang gak bisa di dunia ini pasti bisa Cher" ucap Lily.
"Lu tau definisi sepatu gak Ly"tanya Cherry.
"Gatau"
"Sepatu diciptakan berpasangan namun tidak dapat bersatu"
"Pasti bisa Cher, kenapa lu gak jujur aja sama perasaan lu"
"Ya gimana Ly gue lebih suka persahabatan begini jika Joddi tau gue suka pasti dia akan membetengi kita dia akan pasang tembok sebesar besarnya buat gue dan dia"
"Nama temboknya apaan" tanya Lily ngelantur.
"Tembok Raksasa China"
"Tinggi banget lah"
"ya emang gitu"
Pintu lift terbuka memberhentikan pembicaraan mereka dan Lily menangkap 1 sosok mahluk tak kasat mata yaitu Joddi.
"Joddi" teriak Lily.
"Ya apa" sapanya dan menghampiri mereka berdua.
"Anterin Cherry pulang dong" pinta Lily.
"Eh gk usah gw lebih baik naik taksi aja" tolak Chery.
"Eh gapapa bareng gw aja"
"ya udah ayo Cher"
"Ingat Jod anterin Cherry ke rumahnya jangan ke supermarket" canda Lily.
"Sialan lu Ly" umpatnya.
Lily puas tertawa dan ia segera ke parkiran untuk mengambil mobilnya dan melajukan pulang ke rumahnya.
******
Taufan berada di caffe temannya untuk menghilangkan rasa penat dan pusing akan pikirannya. ia Nampak menikmati alunan musik yng di nyanyikan oleh bandnya.
"Apakah semua wanita sama menginginkan uang gue" gumamnya.
Taufan membuka layar handphonnnya dan ia melirik satu postingan sosmed.
Kau menyukai seseorang
namun kau juga di patahkan seseorang
tapi wanitanya berbeda
akankah kau menyamakan keduanya
wanita yang kau sukai tidak sama dengan wanita yg mematahkan hatimu
Cobalah kau berdamai dengan masa lalu
jangan berlarut larut akan dalam masalah masa lalumu