My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
2. Awal Pertemuan Dengan yang Baru



Tak butuh waktu lama Monica sampai di depan cafe dan langsung memarkir mobilnya, setelah itu langsung memasuki cafe tersebut.



Kemudian Monica langsung menuju ke meja pemesanan, "mas aku boking ruang VIP cafe ini" ucap Monica.



Para pelayan cafe terpesona dengan gaya Monica yang hampir seperti model, "maaf nona tapi ruangan itu sudah dipesan oleh nona besar kota ini yang bernama Monica Louise" jawab seorang pelayan.



Tapi tiba" pemilik cafe langsung datang dan "maaf nona Monica sudah membuat anda menunggu, hey cepat berikan pelayanan terbaik kalian" ucap pemilik cafe.



"hah apa, baiklah tuan" jawab pelayan cafe.



"perasaan aku sering kesini tapi mengapa para pelayanmu tak mengenaliku ya, kau pemilik cafe nya kan ikut aku ke ruang VIP" ucap Monica.



"kau" tunjuk pemilik cafe ke pelayannya sebagai kekecewaannya.



"ya ampun sepertinya kita akan kena masalah deh" bisik para pelayan.



"kalian sih aku tinggal sebentar sudah buat masalah karena tak mengenali pelanggan VIP, dia adalah Monica Louise, sekarang bagaimana nasib kita" ucap seorang pelayan yang sudah bekerja cukup lama.



Sedangkan di ruang VIP.....



Monica langsung duduk di kursi dan "kau tau kan aku pelayan VIP di sini" ucap Monica.



"iya nona maaf, itu tadi pelayan yang baru bekerja" jawab pemilik cafe sambil gemetaran.



"dan seharusnya kau tau aku tidak suka dikhianati tapi karena tadi pelayan baru aku maafkan tapi jika lain kali terulang kau tau akibatnya kan" ucap Monica dengan santai.



"ya.. iya nona" jawab pemilik cafe yang ketakutan.



"baiklah lupakan hal ini, aku seperti biasa ya sahabatku datang dan langsung bawakan jus alpukat dan jus wortel" ucap Monica.



"baik nona saya siapkan" jawab pemilik cafe yang langsung keluar dari ruangan VIP.



"walaupun ruangannya dingin tapi aura dari nona Monica yang sedang marah memang menakutkan" gumam pemilik cafe.



Selang beberapa menit Tika datang dan langsung ke ruang pemesanan, "maaf apakah Monica Louise sudah datang" ucap Tika.



"ya nona Monica sudah ada di ruangan VIP yang seperti biasa" jawab seorang pelayan.



"oh oke makasih" ucap Tika sambil langsung menuju ke ruang VIP.



"mengapa nona tadi bisa memanggil nama..." ucap seorang pelayan tapi langsung dibungkam oleh seorang pelayan lainnya, "diam, kau ingin tau mengapa itu terjadi kan karena nona yang barusan itu adalah sahabat nona Monica, sahabatnya juga memiliki jabatan yang tinggi tapi tidak disini, dia adalah nona Tikani Wardana, gelarnya adalah duke di kota Jogja" jawab pelayan yang membungkam mulut tersebut.



"sekarang apa kau mengerti, jika kau menyinggung perasaan salah satu atau langsung menyinggung perasaan mereka berdua maka akibatnya jika tidak di bunuh ya diasingkan ketempat asing" ucap pelayan tersebut.



Sedangkan di ruang VIP.....



"akhirnya kau datang juga" ucap Monica.



"cepat sekali kau, aku tadi kejebak macet awalnya itu jalannya lancar tapi tiba" macet banget" jawab Tika.



"heh itu pasti karena jalannya di blokir sementara olehku, makanya aku cepat :v" gumam Monica sambil tersenyum.



"oh iya kau ingin cerita apa" tanya Monica.




"apa!! bagaimana bisa ada yang berani membeli lapangan kita dan bukannya kau juga dapat merebut lapangan kita kembali dengan jabatanmu ya?" ucap Monica.



"nah itu masalahnya, yang membeli itu katanya suruhan dari salah satu penguasa dunia bahwa jadi aku minta bantuanmu dan kebetulan kau juga salah satu penguasa dunia bahwa kan" jawab Tika.



"oh dunia bawah, baiklah secepatnya aku urus dan apakah kau tidak ada kerjaan lain gitu" ucap Monica.



"karena tidak ada lapangan jadi aku nganggur deh tapi minggu depan aku akan ke Jogja, apa kau mau ikut" jawab Tika.



"apakah boleh" tanya Monica sambil bersemangat.



"tentu saja boleh, kau kan sudah menguasai negara ini jadi jika kau ke Jogja kau akan menjadi tamu kehormatan karena kau datang bersamaku" jawab Tika.



"ide bagus, aku juga ingin mencari suasana baru" ucap Monica.



"oh iya setelah kau putus dengan Steve, apakah kau tak berencana untuk membuka hatimu kembali, karena aku punya banyak kenalan loh" ucap Tika.



"aku ingin tapi tidak untuk sekarang, sekarang aku harus fokus pada bisnisku, apalagi aku seorang direktur utama di perusahaan ternama waktuku terkuras habis" jawab Monica



"baiklah apa pun keputusanmu aku mendukung kok" ucap Tika.



"terima kasih, oh iya aku sudah harus kembali ke perusahaan karena banyak kerjaan yang belum selesai dan untuk cafe kau yang membayar ya karena aku kan yang datang duluan" ucap Monica sambil keluar ruangan dan tersenyum.



"haih dasar tuh anak, tapi dia tergolong wanita karir yang sangat sukses tapi sayang dia punya sifat dingin dan tak berperasan, haih... " keluh Tika sambil pasrah.



Saat di ruang utama cafe sang pemilik cafe langsung menghampiri Monica.



"nona apakah kau puas" tanya pemilik cafe.



"lumayan dan seperti biasa sahabatku membayar setengah dan setengahnya sudah ku transfer" ucap Monica.



"baiklah terima kasih nona Monica, semoga perjalananmu menyenangkan" ucap pemilik cafe sambil mebukakan pintu untuk Monica.



Saat di parkiran tanpa sengaja Monica menabrak seorang pria dan hampir membuatnya terjatuh tapi pria tersebut langsung memegang tangannya sambil menatap Monica.



"permisi tuan boleh lepaskan tanganmu" ucap Monica.



"oh iya maaf, maaf aku sedang tidak fokus tadi dan apakah kau tidak apa apa" tanya pria tersebut.



"ya, aku juga minta maaf tadi dan maaf aku terburu buru" jawab Monica sambil meninggalkan pria tersebut.



"nona maaf apakah aku boleh berkenalan denganmu" ucap pria itu sambil memegang tangan Monica.



"maaf aku sibuk, oke bye" jawab Monica yang langsung melepaskan tangannya dari pria tersebut dan menjahuinya.



"heh perusahaan Shiny Louise bukankah ini perusahaan terkenal yang akan aku ajak bermitra, aku penasaran dengan jabatan dari kucing sibuk itu" gumam pria tersebut sambil tersenyum.



Bersambung.....