My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 47



Taufan menggendong Lily layaknya karung beras ia membawanya ke dalam hotel. Taufan ingin menggoda Lily..Sesampainya di dalam kamar hotel Taufan meletakkan Lily di atas ranjang. Lily pun sudah merasa cemas akan hal ini takut apa apa akan terjadinya pada dirinya. Taufan hanya ingin menggoda Lily dengan merapatkan wajahnya dengan wajah Lily, namun Lily tampak tak kalah cerdik ia berguling ke samping sialnya Taufan yang mencium bantal bukan Lily ini dua kalinya Taufan yang ingin mengerjai Lily namun dianya yang di kerjai dari tadi Lily tak hentinya tetawa terbahak bahak akan ahal ini.


"Shit" Taufan mengumpati dirinya sendiri.


"Eitss jangan macan macam lagi ingat perjanjian kita" ucap Lily sambil melotot ke dia.


"Iya iya gw inget cepet mandi kita pulang sekarang"


"Yah pulang sekarang"


"Lah kenapa gak lu masih mau disini kah" Tanya Taufan dan Lily mengangguk.


"Kapan kapan kita akan kesini lagi " ujar Taufan sambil mengusap lembut rambut Lily.


Entah apa yang merasuki Taufan hingga ia melunak akan Lily namun fikirannya terlintas akan pernikahan kontrak yang selama 1 tahun ia pun mulai memasang muka datar dinginnya sok cool. Lily yang mengetahui perubahan sikap Taufan hanya bisa geleng geleng kepala.


"Ishhh maunya ni orang apaan sih" gumam Lily tak habis pikir.


Lily segera mandi dan mengemas pakainnya. Taufan pun sma apa yg di lakukannya selesai beberes ia kemudian langsung menuju ke mobilnya. Taufan kembali masuk ke dalam mobilnya dan di ikuti Lily ia segera kembali ke ibukota.


****


Sesampainya di ibukota mereka berdua mampir terlebih dahulu kerumah orang tua masing masing tujuan pertama mereka ke kediaman Narenda lalu ke kediaman Wijaya. Sebelum mereka memutuskan terlebih kemana dahulu mereka sempat bertengkar. Namun kemudi di pegang Taufan jdi Lily tidak bisa berbuat apa apa.


"Turun" ucap Taufan tanpa menatap Lily.


"Ini sudah di rumah mama, lu tetep gak mau turun" ujar Taufan sambil membuka sabelt beltnya. Sontak Lily menjadi salah tingkah dan langsung membuka sabel beltnya juga.


"Ngapain buka juga bukannya lu gak mau turun" sindir Taufan.


"Ishh nyebelin" ucap Lily turun dari mobil sambil muka di tekuk.


Taufan yang melihat wajah Lily di tekuk hatinya rasanya senang akan dapet mengerjai Lily. Entah kenapa Taufan sangat menyukai ekspresi Lily dengan begini.


"Kenapa lu malah bengong ayo cepet masuk" ucap Lily sambil menarik tangan Taufan.


Mereka berdua segera masuk ke dalam kediaman Narenda yang megah dan mewah itu. Disana nampak sepasang wanita dan lelaki paruh baya wajahnya yang sudah mulai kriput namun masih cantik dan tampan.


"Halo mah" spa Taufan sambil memeluk Ibunya tersebut Lily hanya mematung kemudian Adel melepaskan pelukannya dengan Taufan dan memeluk Lily dan Lily membalas pelukan ibu mertuanya.


"Kalian datang honeymoon kan" tanya Rian pada mereka berdua dan mereka mengangguk.


"Dasar anak nakal kalian tidak memberi tahu kami terlebih dahulu" Rian langsung memukul Taufan.


"Ampun pa ini daddy dan mommy yang ngerencanain" ujar Taufan dan Rian berhenti memukuli Taufan.


Para wanita yang melihatnya nampak terhibur akan kelakuan ayah dan anak tersebut.


"Pah mah Lily dan Taufan membawa oleh oleh buat kalian" ucap Lily.