My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 29



"Lu ngapain disini" tanya Lily.


"Lah gw harusnya nanya sama lu, lu ngapain disini" tanya balik taufan.


"Lah kalian sudah saling kenal" tanya Adhel.


"Iyah mah" jawab Taufan.


"Iya om tante ini bos edan di kantor Lily magang" terang Lily.


"Bos edan maksudnya gimana sayang" tanya Adhel.


"Bos ngeselin tante" ucap Lily dengan polosnya yang mendapatkan pelototan dari Taufan.


"Lu bilang apaan sih ke mama gw" ucap Taufan sinis.


"Oh jadi ini orang tua lu" tanya Lily ke Taufan.


"Iya knp"


"Ini yang namanya om Paijo" ujar Lily.


"Paijo" ucap mereka semua dengan ekspresi bingung.


"Siapa Paijo Ly" tanya Lisa.


"Om ini pah" tunjuk Lily ke Rian.


"Dia ini Rian bukan Paijo" jawab Herman.


"Tapi kata dia Paijo pah" Ucap Lily sambil menunjuk ke arah Taufan.


"Taufan" gertak Rian.


"Emm iya pah Taufan salah" aku Taufan.


"Maafkan Taufan ya sayang" ucap Adhel.


"Iya tante" ucap Lily tersenyum ramah.


"Shit gw di bohongin sama bos edan" umpatnya dalam batinnya.


"Kalau disini Taufan berarti gw di jodohin sama kutu kumpret ini" gumamnya dalam batinnya.


"Oke papah ingin jodohin kamu dengan anak temen papah putri om Herman kenalin Fan Lyra" ucap Rian.


"Udah kenal pah" ucap Taufan.


"Dad serius mau jodohin Lily sama ni orang" tanya Lily dengan raut masam.


" Iya nak ini putra temen Daddy" jawab Herman.


"Kalau kalian sudah saling kenal bagus dong" sahut Adhel.


"Kenapa bagus tan" tanya Lily.


"Jadi om sama tante ga usah kenalin anak om tante lagi" ucap Adhel.


"Daddy sama om Rian mau jodohin Lily sama Taufan" ujar Herman.


"Gak mau" ucap mereka bersamaan.


" Lily inget apa kata daddy" sahut Lisa dan Lily mengangguk.


"Taufan apa kata papah tadi" gertak Rian.


"Iya pah" ucap Taufan mengiyakan ucapan papahnya.


"Papah ingin kalian cepat cepat menikah" ucap Rian.


"Apa menikah" ucap mereka bersamaan.


"Iya kalian kan sudah dewasa cocok membina rumah tangga" ujar Lisa.


"Tapi mom Lily masih kuliah belum selesai magang" ujar Lily.


"Gak apa apa sayang menikah sambil kuliah kan bisa" sahut Adhel.


"Tapi tante..." belum selesai Lily menyelesaikan kalimatnya.


"Taufan sudah setuju kok Ly tinggal kamu" ucap Rian.


" Buset kutu kumpret main setuju aja, tapi kalau aku tolak kasian Daddy mommy gw sudah terlanjur janji ke mereka" guman Lily dalam batinnya.


"Bagaimana jika kita adain pernikaha 1 minggu lagi" ucap Rian.


"Kenapa cepat sekali pah" tanya Taufan yang terkejut akan ucapan papahnya.


"Lebih cepat lebih baik" sahut Herman.


"Haddeuh daddy ngapa ngiyain aja pusing bat gw harus nikah muda" gumam Lily dalam batinnya.


"Cih ngapa gw harus nikah sama cwe rese ini" gumam Taufan dalam batinnya.


"Tapi dad gak terlalu cepat itu"ujar Lily.


"Nggak sayang itu daddy sama om sudah pikirin dari dulu"terang Herman.


"Buset Daddy mateng amet jodohin gw sama ni kutu kumpret" gumam Lily yang semakin pusing.


Lily memutar otak supaya jika ia menikah dengan bos sintingnya supaya tidak banyak ada yang tau.


"Lily ada 1 permintaan om tante" pinta Lily.


"Duh si Lily jangan mintah aneh aneh" gumam Tautan dalam batinnya sambil menatap Lily.


"Permintaan apa itu" tanya Rian.


"Lily minta om dad pernikahannya sederhana aja cuma sekeluarga terdekat jangan undang yang lain dulu" ucap Lily.


"Kenapa gak mau meriah sayang" tanya Lisa.


"Lily maunya gitu kalau nggak Lily gak mau nikah sama dia" ucap Lily.


"Iya iya om akan turuti kemauan kamu" ujar Rian mengiyakan permintaa Lily.


"Jika udah selesai kita makan malam dulu tante sudah siapin meja kusus buat kalian berdua disana" ucap Adhel sambil menunjuk meja sebelah yang agak jauh dari dirinya.


"Buat siapa tante" tanya Lily.


"Buat kamu sama Taufan biar ngobrolnya lebih enak" ujar Adhel.


"Enak apaan malah ntar ribut sama ni bocah" gumam Taufan dalam batinnya.


"Iya njeng biar mereka ada waktu berdua" goda Lisa.


"Apaan sih mom" ucap Lily.


"Udah kalian kesana aja" pinta Rian.


Mereka bersama mengiyakan perintah kedua orang tuanya. Mereka berdua pindah ke meja yang di tunjuk oleh Adhel disana sudah ada hidangan bermacam macam ada lilin bunga layaknya kencak sama kekasih.


"Dih lu kok gak nolak si di jodohin" tanya Lily.


"Gw ga bisa nolak permintaan orang tua gw"jelas Taufan.


"Lu ngapa gak nolak jangan jangan lu suka ama gw"


"Iddih amjt amit gw suka sama lu" ucap Lily seraya bergidik ngeri.


"Gw nerima ini demi daddy mommy" sambung Lily.


"Ya sama kita mau nikah karena terpaksa" ujar Taufan.


"Iya apa lagi gw harus liat lu tiap hari bikin eneg" ucam Lily yang hanya mengaduk ngaduk makanannya


"Apa lagi gw bisa bisa gila jika ada lu di sisi gw" ujar Taufan.


"Oh bagus dong kalau lu gila, gw bisa bebas dari pernikahan ini" ucap Lily.


"Sialan lu, lu aja yg gw kirim ke rumah sakit jiwa" ucap Taufan.


Sementara ke dua orang tua mereka mengira Taufan dan Lily sedang akran membicarakan tentang pernikahannya.


"Liat njeng itu akrab anak anak kita" tutur Adhel.


"Iya njeng seneng liatnya" balas Lisa.


"Gw males liat muka lu bikin ga nafsu makan" ujar Lily.


"Lu pikir gw enak makan sama lu gw ga nafsu jg" ujar Taufan.


"Ckck ikut ikut gw lu ga ada kalimat selain itu" ucap Lily dengan sewot.


"Serah gw mulut mulut gw apa hubungannya ama lu"


"Sabodo serah lu maha benar"ujar Lily yang mengakhiri perdebatan ini karna sudah malas pasti bos yang akan menang.


"Gw ga laper liat lu disini" ucap Taufan.


"Gw kenyang liat lu bikin gw eneg" ucap Lily.


"Lily Taufan udah gobrolnya ya yuk pulang" panggil Lisa.


"Iya mom"


"Iya tan"


Sebelum Lily beranajak dari duduknya Lily terlebih dahulu menendang kaki Taufan.


"Aww" ringis Taufan.


"Awas lu" ancam Taufan namun dihiraukan oleh Lily.


"Ayo Dad mom pulang" ajak Lily.


"Om tante Lily pulang dulu ya" ucap Lily.


"Hati hati ya sayang"ucap Adhel.


"Iya tante"


Keluarga Atmaja segera berlalu meninggalkan resatauran dan kini hanya tinggal keluarga Taufan di restauran tersebut.


"Gimana cantik kan Lily" tanya Adhel.


"Cantik apanya mah" ucap Taufan dengan malas.


"Hem dia anak baik Fan sopan polos lagi" Rian memuji muji Lily.


"Kenapa gak papah aja yang nikah sama tu bocah" ujar Taufan.


"Sembarangan kamu kalau ngomong"


"Udah pah Fan yuk kita pulang" ajak Adhel.


.


.


.


Kuy Like komen Vote


Author bingung nak visual apa kuy komen lah di bwah maunya siapa hehehe