
Saat di dalam kamar(Monica)....
"ah.. Aku lelah sekali dan akhirnya aku bisa rebahan" ucap Monica yang langsung rebahan di kasur.
Tok.. Tok.. (suara pintu yang diketuk), "ya siapa ya? " tanya Monica.
"ini aku William, apakah aku boleh masuk" ucap William.
"ya masuklah" jawab Monica.
"wah ternyata kekasihku lagi rebahan toh" ucap William.
"iya aku lelah sekali" jawab Monica.
"mau aku pijitin?" tanya William.
"boleh deh" jawab Monica.
Setelah itu William memijit punggung serta lengan Monica dengan posisi Monica membelakangi William.
"bagaimana enakkan?" tanya William.
"ya ini enak sekali" jawab Monica yang merasa cukup puas.
Pada saat memijit William tak sengaja melihat leher belakang Monica, William merasa hasratnya bangkit.
"glek... Oh tidak leher Monica membuatku berhasrat dan ingin mencium nya" gumam William sambil. menelan salivanya sendiri.
"ada apa William, mengapa berhenti?" tanya Monica.
Tapi William langsung menciumi leher belakang Monica, "ah... William lepaskan, kau akam membangkitkan hasratku" ucap Monica.
"sayang.. kau yang membuatku berhasrat duluan dan aku tak dapat menghentikannya" jawab William.
"tapi kita tidak ada di rumah loh, tahan dulu sampai rumah" ucap Monica.
"baiklah tapi kau harus cium aku dulu" ucap William.
"ya baiklah" jawab Monica yang langsung mencium William.
Um.. Um.. Ah..."sudah ya, aku ngantuk sekali" ucap Monica yang hanya mencium William sebentar.
"baiklah ganti bajumu dulu baru beristirahatlah, oh iya saat pukul 18.00 aku akan membangunkanmu untuk pesta malam" ucap William.
"ya baiklah" jawab Monica.
"baik sayang, selamat tidur" ucap William sambil mengecup dahi Monica.
Setelah itu Monica mengganti pakaiannya dan langsung tidur, sedangkan William langsung menuju ke kamarnya.
Saat di dalam kamar(William)....
"halo Max, tolong siapkan 2 setel pakaian yang serasi untukku dan Monica" ucap William sambil menelpon Maxel.
"hey aku ini sepupumu dan lagi pula ini adalah liburan, aku ingin liburan sebentar" jawab Maxel.
"ayolah, nanti kita mabar deh dan tim masterku akan membantu tim mu" ucap William.
"baiklah, jika bukan karena mabar aku tak akan melakukannya" jawab Maxel dengan pasrah.
Setelah beberapa menit kemudian...
Tok.. Tok.. "William, ini aku Tika dan apakah aku boleh masuk?" tanya Tika sambil mengetuk pintu kamar William.
"ya masuklah" jawab William.
"wah ternyata kamarmu bagus juga, oh iya aku hanya ingin mengingatkan bahwa pesta nanti malam yang sudah berpasangan harus pakai baju couple" ucap Tika.
"ya aku sudah tau dan Max masih mencarinya" jawab William.
"oh iya, warna favorit Monica adalah gradasi putih, biru tapi dengan sedikit motif emas sebagai hiasan" ucap Tika.
"karena dia berfikir orang orang sana akan banyak yang menyindir nya dan kau tau kan dia tak suka orang menyindir nya, walau dia berusaha tak peduli" jawab Tika.
"oh baiklah kalo begitu, oh iya apakah dia tak suka warna lainnya seperti merah atau ungu gitu?" tanya William.
"dia suka tapi tak terlalu, dia akan memakai pakaian itu jika ada event khusus yang sangat formal" jawab Tika.
"baiklah terima kasih atas info nya, oh iya nanti jam 18.00 biar aku aja yang membangunkan nya" ucap William.
"baiklah aku pergi dulu ya, jika ingin sesuatu tinggal pencet tombol kuning itu dan pelayan akan segera datang" jawab Tika sambil keluar dari kamar William.
"baiklah" ucap William.
Setelah itu William mengangkat telepon nya, "halo Max apa kau sudah menemukan baju nya?" tanya William.
"sudah, aku mendapatkan warna gradasi putih hitam dengan hiasan berwarna emas murni" jawab Maxel.
"baik terima kasih dan kerja bagus, oh iya apakah ada pakaian serasi dengan gradasi putih, biru dengan hiasan emas?" tanya William.
"dari setiap toko yang aku temui tidak ada warna seperti itu dan aku sedang ada di perjalanan ini, coba kau tanya Tika saja" jawab Maxel.
"baiklah terima kasih" ucap William sambil menutup teleponnya.
"aku akan pergi mencari Tika dulu saja" gumam William.
Saat mengelilingi bangunan keraton...
"ya ampun, aku sama sekali tak punya akses di sini lalu bagaimana aku bisa menemukan Tika ya" gumam William.
Tapi tiba tiba...
"hey" ucap seseorang yang tiba tiba menyapa William dari belakang.
Saat William menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, "ya ada apa" jawab William.
"apakah kau William?, orang yang datang bersama nona Monica" tanya orang itu.
"ya, anda ini siapa ya?" tanya William.
"aku adalah Hanyu Abriel, aku pilot Amerika dan juga salah satu duke disini, lalu aku dengar kau kemari bersama nona Monica bukan?" ucap Hanyu.
"ya memang kenapa?, oh iya apakah kamu tau dimana Tika berada?" tanya William.
"gpp, aku cuman pinggin berbincang bincang denganmu tapi sepertinya kau tak ada waktu jadi lain kali saja ya dan Tika berada di halaman depan sekarang" jawab Hanyu sambil pergi meninggalkan William.
"oh baiklah terima kasih" ucap William.
Saat di taman...
"hey Tika akhirnya aku menemukanmu" ucap William.
"wah... kenapa kau mencariku lagi?" tanya Tika.
"ada satu pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu, yaitu mengapa pada saat aku menyuruh Max membeli gaun dengan favorit Monica tapi kata Max dia tak menemukan satu pun" ucap William.
"oh itu karena semua baju/gaun dengan motif itu sudah diborong oleh Monica sendiri" jawab Tika.
"apa!! Benarkah, lalu dimana baju tersebut?" tanya William.
"ada yang sebagian di rumah pribadinya dan ada yang sebagian di sini" jawab Tika.
"lah tapi, mengapa aku mencari kemeja berserta jas dengan motif itu dan tidak ada?" tanya William lagi.
"ya kan udah aku bilang, mulai dari segala jenis pakaian bermotif putih, biru dengan sedikit hiasan emas sudah di borong oleh Monica jika kau tak percaya ikut denganku" ucap Tika.
"baiklah" jawab William.
Bersambung.....