My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 40



"Sisil" panggil Taufan


Sisil dan pria tersebut segera berhenti ekspresi wajah mereka nampak kebingungan.


"Be ngapain kesini" tanya Sisil.


"Ada urusan, siapa dia" tanya Taufan yang nampak asing.


"Hmm ini saudaraku bee" ujar sisil.


"Sudah ya bee aku harus pulang dulu" ujar sisil langsung mencium Taufan dan bergegas pulang bersama lelaki tersebut.


Nampaknya Lily memeperhatikan Taufan mau kemana.


"Oh cwek itu, dia kekasihnya si bos edan" gumam Lily.


Lily kembali melanjutkan melihat sayur sayur yang akan ia beli, tak lama Taufan menghampiri Lily yang sedang berbelanja.


"Udah selesai kah" tanya Taufan.


"Hum udah" jawab Lily singkat.


"Nah bagus itu"


"Laper" keluh Lily.


"Ayo makan" ajak Taufan.


Lily dan Taufan segera pergi ke resto yang ad di mall tersebut tepatny berada di lantai bawah.


"Mau makan apa" tanya Taufan.


"Mana buku menunya"


"Nih" Taufan memberikan buku menu yang beririsikan gambar makanan yng mengungah selera.


"Mmm gw steak aja" ucap Lily.


"Minumnya"


"Orange just"


"Lu pesan apa" tanya Lily.


"Gw samain aja kek lu" ujar Taufan.


"Iddih lu niru niru gw mulu" ujar Lily


"Gw pengen makan itu"


"Kan masih banyak makanan lain jangan samain kek gw lah" ujar Lily.


"Serah gw, gw yg mau makan knp lu sewot"


"Ya bukan gitu tapi kan lu mesti niru niru apa yg gw beli"


"Iyain aja males gw ke lu"


"Gw aja males liat muka lu"


Selesai itu mereka hening tak ada pembicaran mereka fokus pada pikiran masing masing mereka berdua memikirkan seseorang yang sama (berfikir aja sama org yang sama jodoh kali yak)


"Cwe itu kan yang di cffe dulu bersama Taufan apakah mereka masih berhungan sama Taufan hisshhh ngapain aku mikirin kekasih Taufan sih" Lily segera menepis pikirannya jauh jauh.


"Siap cwok itu gw gak pernah liat itu cwok" gumam Taufan dalam batinnya.


" Maaf nona tuan ini makannan dan minumnya selamat menikmati" ucap pramusaji itu dengan ramah.


Seketika membuyarkan lamunan mereka berdua pramusaji tersebut segera pergi dan bergumam akan kelakuan Taufan dan Lily.


"Pasangan aneh suka melamun" pramusaji tersebut hanya geleng geleng kepalanya.


"Cepet makan klo lama gw tinggal" ujar Taufan.


"Tinggal aja gw pesan taksi online banyak" ujar Lily sambil memotong dagingnya dan menyuapkan ke dalam mulutnya.


"Dari mana lu duit,Kartu lu kan dirumah lu belum di bawa kan ke rumah" ujar Taufan


"Duh ****** gw, gw lupa lagi" gumam Lily sambil mengigit bibir bawahnya.


"Emm Fan" panggil Lily.


"Hmm" dehem Taufan.


" Anterin ke rumah mommy daddy ya" pinta Lily.


"Mau ngapain" tanya Taufan.


"Mau ambil kartu gw, uang gw lah" ujar Lily.


"Ga usah" tolak Taufan.


"Lah terus gw jajan di luar pke apa masa iya gw pakek daun singkong"


"Ya bukan daun ogeb pake uang lah"


"Trs gw uang dapet dari mna"tanya Lily yang tk mengerti apa mksd dari Taufan.


Taufan merogoh saku celananya ia mengambil dompetnya yang bermerk mahal disana ada uang cash sedikit dan beberapa kartu berjejer dengan rapi. Taufan mengambil salah satu kartu unlimitednya dan memberikan ke Lily.


"Tapi gw ga butuh ini, gw juga punya daddy mommy kk Leon selalu ngisi kartu gw" tolak Lily.


"Ambil ajah ini nafkah gw serah lu mau pakek buat apaan, buag beli kebutuhan rumah juga boleh itu lebih bagus" terang Taufan.


"Iya gw ambil, gw pakek buat beli mobil bisa kan" tanya Lily.


"Mobil lu masih baru juga ngapain ganti yang baru"


"Dasar pelit"


"Beli barang yang lu butuhin jangan hambur hamburkan uang"


"Iya bawel" ujar Lily kembali memakan dagingnya.


"Apa lu bilang"


"Ga ada " ucap Lily dalam kondisi mulut penuh dengan makanan.


"Kalo makan itu jangan banyak ngomong habksin dulu" ujar Taufan sambil memotong steak miliknya.


"Astaga pen gw gampol nih mulut comberan kek emak emak aja " cibir Lily dalam batinnya.


"Lu gak usah ngumpat dalam batin lu" ujar Taufan tanpa melihat Lily.


"Apaan sih lu ngomong sama siapa" tanya Lily.


"Ngomong sama daging"


"oh"


" Cepet selesain makan lu gw masih banyak pekerjaaan " ujar Taufan.


"ya" jawab Lily.


selesai makan Taufan menaruh beberapa lembar uang kertas di meja sebelum meninggalkan resto tersebut. Taufan dan Lily segera menuju mobilnya di dalam mobil Lily dan Taufan hanya diam Lily fokus akan benda pipih perseginya dan ia mulai senyum senyum akan benda yang berada di tangannya sedangkan Taufan fokus menyetir .


"Ngapain lu ketawa ketawa sendiri, udah mulai gila lu" ujar Taufan tanpa menoleh ke Lily.


"Buset lu ngatain gw gila, lu mau punya istri gila" ujar Lily.


"Kagak mending gw masukin Rumah sakit jiwa kalo lu gila" ujar Taufan.


"Enak aja gw masih sehat gini cantik lagi mana ada orang gila kek gw cantik pintar " ujar Lily membanggakan dirinya sendiri.


"Shit mulai dah narsis" ujar Taufan.


"Bodo amat terserah gw" ujar Lily.


"Dah sampe turun" printah Taufan.


"Cepet amet" ujar Lily.


"Lu mau lama lama diem di mobil mewah gw" ujar Taufan.


"Dih gw aja ogah cuma mobil kek gini gw mampu beli" ujar Lily.


"Iya minta ke kakak lu atau Daddy lu bukan uang hasil jerit payah sendiri" cibir Taufan.


"Iya bapak Taufan Putra Atmaja yang terhormat yang paling kaya bangun bisnis sendiri bapak menang" ujar Lily kesal.


"Bawain dong barang belanjaannya gw ga kuat" ujar Lily.


"Bwa sendiri"


"Bawain gak atau gw teriak suami kejam" ancam Lily.


"Shit bisa berabe kalau tetangga kesini" gumam Taufan.


"Iya iya gw bawain" ujar Taufan.


Taufan mengeluarkan belanjaan yang berada di bagasi ia menaruhnya di dapur .


"Lu tata aja gw masih ada pekerjaan" ujar Taufan melangkah pergi ke ruang kerjanya.


Lily menata belanjaan yang di belinya tadi ke dalam kulkas, Lily menyusun belanjaannya dengan rapi selesai itu Lily pergi untuk monoton tv namun tak ada yang seru ia menganti ganti saluran tvnya.


"Membosankan" keluh Lily.


Ia teringat bahwa mobilnya masih di rumahnya ia segera menghubungi sahabatnya Cherry. Lily menghidupkan layar handphonnya dan menscrooll nama Cherry


Lily.


Jemput gw besok di jalan xxxx komplek elite no xx sebelum kerja mobil gw masih di rumah bokap.


Cherry.


Kenapa gak sama laki lu aja kan 1 kantor juga


Lily.


Udah lah jemput aja jan banyak tanya


Cheery


iya