My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 51



Sesampainya di rumah Taufan tidur tidak nyenyak ia terus memikirkan Lily pikirannya hanya tergambar Lily ia tak tau apakah ia sekarang sudah jantu cinta apa padanya saat Taufan berdekatan dengan Lily ia merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat. Ya sekarang ia menyadari bahwa ia sedang jatuh cinta dengan Lily di otakny hanya terpikir cara untuk mendapatkan Lily. Taufan mengambil handphonennya yang ia taruh di atas nakasnya ia tersenyum memandangi walpapernya seorag gadis cantik manis berada di pantai sambil tangannya mengayun di air ya wanita itu adalah Lily. Taufan segera menscrool ia mencari sesuatu ketika dapat ia memencet tomblo hija ya Taufan memang menelfon sekertarisnya.


"Kau sudah mendapatkan apa yang saya minta"


"Sudah bos"


"Oke besok kamu bawa itu ke ruanganku" ucap Taufan sambil memutuskan sambungan teleponnya.


Taufan merebahkan tubuhnya ia tak sabar akan besok ia sudah mengakui bahwa ia sudah mencintai Lily ia akan berjuang apapun untuk meluluhkan hati Lily.


***


Keesokan harinya Taufan dan Lily sibuk di kamar masing masing ia bersiap siap untuk kekantorr. Lily tak lupa juga ia memasakkan sarapan untuk Taufan meskipun nikah pura pura Lily tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Pagi Ly" sapa Taufan.


"Um iya pagi"


"Abis kejedot apa yak ni orang kok jadi ramah begini"gumam pelan Lily. Banyak pertanyaan di dalam benaknya mengapa suaminya berunah 180° 😂


" Kamu gak mau nyiapin sarapan buatku"


"Astaga sekarang bahasanya aku kamu bukan lu gw lagi " gumam Lily dalam batinnya.


"Malah bengong" ucap Taufan membuyarkan lamunan Lily.


"Um iya ini gw siapin" Lily segera menyendokkan nasi serta lauk pauk yang di sukai Taufan.


"Mulai sekarang gak boleh ngomong lu gw harus pakai aku kamu yang melanggar akan mendapatkan hukuman" ujar Taufan di sela sela makannnya.


"Apa hukumannya"


"Cium" sambil menunjukkan bibirnya. Lily hanya bergidik ngeri.


"Apa apaan ini dasar mesum" gumam Lily dalam batinnya.


Taufan yang melihat Lily kesal ia sangat suka karna wajahnya imut baginya.


"Sekarang kamu berangkat sama aku tidak ada penolakan"


"Tapi gu aku..."


"Jangan pikirkan omongan orang"


"Iya tapi aku turun agak dekat di kantor aja aku mau berjalan kaki"


"Emm tapi kasian kamunya ntar"


"Tidak apa apa yang penting hubungan kita aman"


"Ya terserah" Taufan nampak kesal akan jawaban Lily.


xxxx


"Ayo berangkat" Taufan membukakan pintu mobil untuk Lily.


"Kenapa dia manis sekali apa dia kejedot ya" gumam Lily.


Setelah Lily masuk dalam mobil ia pun juga masuk memegang kemudinya Taufan terus memandangi wajah Lily ntah lah dia ingin mengungkapkannya sekarang namun pasti Lily akan menolaknya maka ia berusaha untuk membuat Lily jatuh cinta padanya. Sedangkan Lily sibuk dengan pikirannya sendiri mengapa Taufan saat ini berubah manis jika ia melihat sikap es yang mencair maka dirinya hanyut bersama lelehan es tersebut. Lily menyiapkan mental baja untuk menghadapi sikap Taufan yang manis dia ingat sekarang sudah 6 bulan pernikahannya dengan Taufan.Lily sudah tidak magang lagi di kantor suaminya ia sudah bekerja di perusahaan suaminya. Begitupun dengan kedua sahabatnya juga bekerja di perusahaan Taufan.


"Lily sabar 4 bulan lagi lu kluar dari masalah ini" gumam Lily.


"Stopp" ucp Lily dengan reflek Taufan menginjakkan remnya untungnya keadaan jalanan masih sepi.


"Kenapa" tanya Taufan .


"Aku turun disini itu mobil Cherry di belakangmu" sambil menjukkan spion.


"Sejak kapan mobil itu di belakangku"gumam Taufan yang tak sadar bahwa Lily sudah keluar. Taufan segera melajukan mobilnha di ikuti dengan mobil Cherry.


xxxx


Di mobil Cherry.


" Hishh lu ngapain gak berangkat sama suami lu aja" ujar Cherry.


"Kenapa lu kayak gak ikhlas gini".


" Gw ikhlass Ly"


"Ehhh gw heran sama sikapnya Taufan akhir akhir ini" ujar Lily.


"Kenapa"


"Dia mendadak manis ke gw gitu biasanya dingin gk perduli ma gw"


"Lu IQ tinggi tapi kalau masalah ini lu kok rada telmi ya itu artinya pak Taufan itu jatuh cinta sama lu"


"Sembarangan Lu ngatain gw telmi, Wait apah dia jatuh cinta ma gw"


"Ya lu telmi masak gak ngerti kode kodean begini, bisa di bilang gitu dehhh"


"Enak aja lu gw ini cerdas"


"Ya kalau ke cinta menjadi oon" ujar Cherry sambil tetawa dan berhasil membuat Lily kesal.


"Eh dah nyampe ya Cher"


"Udah lah"


Mereka berdua segera keruangannya masing masing Lily memilih lift karyawan ia namun Lily sibuk dengan handphonnennya tak sadar jika suaminya ikut masuk di lift yang sama.


"Astaga ngapain lu masuk Lift sini" bukannnya menjawab namun Taufan mencium bibir Lily.


Cupp.


"Ingat sekarang harus pakai aku kamu"


"Duh gw lupa dah" umpat Lily dalam batinny.


"Iya ngapain kamu pakai Lift ini kan lift kusus kamu kan ada"


"Oh lagi pingin pakai lift ini"


"O"


"Ly nanti ikut aku"


"Kemana" tanya Lily.


"Menghadiri pesta perusahaan temennya papa ada Leon juga"


"Tapi aku gak punya baju buat nanti"


"Tenang aja aku sudah urus itu"


"Tapi kalau aku malu maluin gimana"


"Gak mungkin kamu sudah sering ke pesta perusahaan bersama Leon "


"Ishh dia tau lagi" gumam Lily dalam batinnya.


Tringgg Liftpun terbuka mereka langsung masuk ke ruangannya Lily langsung duduk di meja dan Taufan menghampirinya.


"Ada apa lagi, aku sibuk pekerjaanku banyak" ambigu Lily.


"Mana ada pekerjaanmu sedikit itu"


"Ya kamu menang"


"Ingat nanti kamu pulang sama aku"


"Huft iya ada lagi"


"Ga ada"


Taufan segera keluar dari ruangannya ia segera keruangan Doni ia tak mau berbicara wanita licik di ruangannya karna ada istrinya.


"Don mana yang saya minta"


"Ini tuan"


"Baiklah kamu akan mendapatkan bonus bulan ini"


"Iya terimakasih tuan"


Taufan segera keluar dari ruangan Doni ia mengambil handphonnenya yang berada di saku ia menscroll nama seseorang.


Temui aku di caffe xx sekarang .


Begitulah pesan singkat dari Taufan.


Taufan segera melajukan mobilnya ke cffe xx tak butuh lama ia sudah sampai di cffe xx ia segera menunggu seseorang namun tk kunjung datang.


xxxx


"Maaf aku terlambat" ucap seseorang tersebut.


"Aku kan tidak suka menunggu" ujar Taufan dingin.


"Ya maafkan aku"


"Duduk"


Suasana cffe yang tak begitu ramai menjadi mencekam bagi kedua mahluk tersebut.


"Ada apa,apa kau rindu padaku" ujar wanita tersebut sambil memegang Tangan Taufan namun di tepis Taufan.


"Ambil ini" Taufan menyodorkan beberapa uang.


"Sayang kau kenapa maksih uangnya sayang" ucapnya dengan suara manja.


Taufan menyodorkan amplop warna coklattt ke Sisil.


"Apa ini"


"Buka saja"


Sisil membuka amplot bewarna coklat tersebut ia nampak kaget akan isinya