My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 21



Lily segera ke divisi x yang berada di lantai 8 ia segera menuruni tangga menuju ruangan tersebut. Selesai dari lantai 8 ia harus ke lantai 6 dengan menuruni tangga. Baru turun beberapa lantai Lily sudah capek.


"Ck gw harus minta Daddy untuk buatin lift lagi" berdecak kesal.


Lily kembali melanjutkan pekerjaannya. Sekarang Lily berada di divisi y tepat ruangan Joddi. Lily masuk kedalamnya banyak orang melihat Lily aneh dan banyak pula menggunjingnyq akan penampilannya seperti model. Lily merasa acuh tak acuh terhadap perkataan orang tersebut.


"Lily sayang ngapain kesini" tanya Joddi.


"Toh cuma mau ngasih ini ke Lu" ucapnya sambil menjulurkan kertas.


"Oya thanks baby" ucap Joddi.


"Yaya serah gw mo cabut"ujarnya sambil berlalu.


Daffa menghampiri Joddi. Daffa ialah teman sedivisi Joddi.


"Puk puk itu cewek yang lu taksir" tanyanya sambil menepuk pundak Joddi.


"Hmm iya" jawab Joddi.


"Cantik juga tu cwek tapi sayang cuek"ujar Daffa.


"Ya dia cuek sedari kuliah gw susah dapetnya" jelas Joddi.


"Hmm menarik" ucap Daffa sambil menaikkan salah satu sudut bibirnya.


"Udahlah lu ngejar ampe kapanpun gak akan dapet" terang Joddi sambil berjalan ke arah mejanya.


"Kita lihat saja nanti"ujar Daffa sambil tersenyum licik.


(Humm apa ya yang direncanakan Daffa)?


Lily kembali menuruni anak tangga kakinya pun mulai pegal ia harus menuruti perintah bos edannya.Tinggallah 1 dokumen lagi yaitu di lantai 2 Lily harus menuruni anak tangga lagi.


"Duh bisa bisa kaki gw kek tales bogor nih" ucapnya pada diri sendiri.


Ketika Lily ingin masuk ke ruangan tiba tiba handphonennya berbunyi.


Drtttt.......Drttt.....Drt........


Lily melihat terlebih dulu siapa yang menelfonnya. Lily agak malas ketika melihat nama yang tertera di atasnya.


"Bos edan"ucapnya.


Lily dengan malas langsung menekan tombol hijau. Lily tau jika ia tidak mengangkatnya maka nilainya akan yang jadi taruhannya ia harus berlaku sok manis di hadapan bosnya hanya demi nilai.


"Cepet kembali ke ruangan lama banget cuma nganterin dokumen" omel Taufan dab langsung memutuskan sambungan telfonnya.


Lily ingin mengomel juga namun sambungan terputus yang membuat Lily jengkel.


"Apa apaan seenaknya jidat klo merintah apa gak mikir kalo gw capek turun tangga salah lift macet cih boss apaan kalo gitu gk punya hati"cerocos Lily entah ke siapa mungkin ama tembok kali ya😂


Lily segera menyerahkan dokumen itu dengan cepat ia harue cepat cepat ke lantai 15 sebelum Lily naik ke lantai atas ia terlebih dahulu menatap tangga ke atas ia membayangkan terlebih dahulu.


"Oh kenapa nasibku seperti ini ya tuhan" gumamnya.


Dengan terpaksa Lily harus menggunakan tangga darurat untuk sampai ke ruangannya. Lily sudah berada di lantai 4 ia masig ngos ngosan. Lily segera mengatur nafasnya yak tak beraturan kakinya pun merasa pegal pegal. Lily berhenti untuk duduk sebentar disana Lily bertemu dengan Cherry yang keluar dari lift dan itu membuat Lily bingung katanya lift rusak namun temennya keluar dari Lift. Pertanyaan itu yang membuat Lily bingung seribu pertanyaan yang akan di ajukan ke bosny.


"Hy Ly" sapa Cherry.


"Hy Cher" jwbnya.


"Ngapain lu disini sekarang kan jam waktunya kerja terus ngapa nafas lu ngos ngosan" tanya Cherry secara beruntun.


"Satu satu woy kalo mau nanya"ujar Lily.


"Hehe iya iya kebiasaan Ly" ujar Cherry sambil cengir kuda.


"Lu ngapain kesini" tanya Cherry.


"Gw abis nganterin dokumen ni" jawab Lily.


"Abis olah raga" jawab Lily asal.


"Yang bener aje lu" sahut Cherry.


"Gw naik tangga"ujar Lily.


"Ngapa lu naik tangga lift noh masih ada"jelas Cherry.


"Ouh katanya Lift rusak" jelas Lily.


"Tau dari sapa lu gw aja pakek lift"terang Cherry.


"Yang bener lu gak rusak liftnya kan" tanya Lily.


"Enggak lah masa gw boong ma lu ly ya udah gw cabut dulu ya nanti nongkrong ya pulang kerja" ujar Cherry sambil berlalu.


"Caffe mana"teriak Lily.


"Caffe biasanya" ujar Cherry tanpa menoleh kebelakang.


"Shit gw dikerjain oleh bos edan"umpatnya.


Lily segera berjalan ke arah Lift ia langsung menekan lantai 15 Lily sudah di penuhi rasa jengkel ia di bohongi oleh bosnya sendiri.


Ting...


Lift pun terbuka Lilly segera keluar dari lift ia langsung menuju bosnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Eh kamu kalau mau masuk harus ketok pintu terlebih dahulu" terang Taufan.


"Oh ya sorry bos yang terhormat kenapa anda membohongi saya bilang kalau lift itu rusak dan saya harus naik tangga darurat apa anda tau kaki saya lelah kayak tales bogor emang bapak ngerasin" cerosos Lily tanpa memberi jeda.


"Terus apa saya peduli"ujar Taufan dengan santainya.


"Serah bapak deh capek" ujar Lily sambil berbalik ke mejanya.


Lily mengalah akan hal itu Lily tau bosnya tidak mau kalah jadi diam saja. Lily menyibukkan dirinya akan hal pekerjaan namun di hatinya masih ada perasaan jengkel terhdap bosnya. Waktu terus berlalu hingga tak terasa wakty sudah jam pulang Lily segera mengemasi barang barangnya ia akan pergi nongkrong sama teman temannya.


Taufan pun segera keluar dari ruangan di susul Lily. Taufan segera ke parkira ia akan nongkrong sama teman temannya di cffe biasa. Taufan segera menancapkan pedal gas mobilnya. Di perjalanan Taufan mendengarkan lagu kesukaannya bersama Sisil Taufan masih mencintai sisil.


I like your eyes, you look away when you pretend not to care


I like the dimples on the corners of the smile that you wear


I like you more, the world may know but don't be scared


'Cause I'm falling deeper, baby, be prepared


I like your shirt, I like your fingers, love the way that you smell


To be your favorite jacket, just so I could always be near


I loved you for so long, sometimes it's hard to bear


But after all this time, I hope you wait and see


Love you every minute, every second


Love you everywhere and any moment


Always and forever I know I can't quit you


'Cause, baby, you're the one, I don't know how


Ketika alunan musik bergema taufan tetap masih galau dan ia masih memikirkan kekasihnya yang jelas jelas sisil lebih mementingkan kariernya timbang cintanya.Taufan masih mendengarkan lagu itu hingga alunan lagu itu terhenti.


Bucit banget yak:v😂


Yok lah sampe sini dlu ya