
Saat di dalam kamar......
William merasa bersalah karena tidak tau jika Monica tak memiliki pengalaman anggur dan hanya pengetahuan saja.
"tolong.... " jerit Monica yang langsung kegerahan.
William langsung menyalakan AC nya dan langsung melonggarkan pakaian Monica, "aku tidak boleh berhubungan intim denganmu karena kita belum sah, tapi aku akan berusaha meredam hasratmu sendiri" gumam William.
Setelah itu William mencoba untuk kembali menyadarkan Monica, tapi Monica malah menarik dasi William dan langsung mencium bibir William.
"ternyata kau berhasrat sekali, tapi aku harus tetap menjaga kebanggaanku dan lebih baik aku melumat bibirmu saja" gumam William.
Kemudian William kembali mencium Monica dan langsung melumat lidah Monica, Um.... Um.... Um..... "kau yang meminta sayangku" gumam William.
Um... Um.... Ah.... "bagaimana apakah itu sudah cukup, eh dia tertidur" ucap William.
"kau pasti lelah" sambung William, tapi dia tiba tiba melihat gundukan yang kenyal milik Monica.
"glek... Tahan William, meski kau menginginkannya tapi kau tak dapat melakukannya, lebih baik aku segera keluar dari sini" gumam William.
Saat di ruang utama.....
"tuan, aku mohon kau harus bertanggung jawab pada nona Monica" ucap bibi Hang.
"tenanglah Monica masih aman kok, aku tak melakukan itu dengannya tapi dia sudah menjadi lebih tenang" jawab William.
"bagaimana bisa, penenang hasrat dari wine itu adalah berhubungan intim tapi bagaimana bisa kau tak berhubungan dan nona Monica tenang? " tanya dokter.
"aku menggunakan teknik turun temurun, oh iya jangan lupa beri Monica obat pereda nyeri saat dia sudah sadar, saya permisi dulu" ucap William sambil keluar dari rumah Monica.
"memang tak diragukan lagi, tuan William adalah orang yang cerdas dan berpengalaman" ucap dokter.
"dok, ayo kita melihat kondisi nona Monica" ucap bibi Hang.
Sedangkan di rumah William.....
"huft... Akhirnya selesai juga, seharusnya aku tak membawa dia makan malam" gumam William.
Pagi harinya......
"ukh... Kepalaku sakit sekali" ucap Monica.
"nona, anda sudah bangun, ini minumlah obat pereda nyeri nya" ucap bibi Hang.
"bi, aku kenapa mengapa aku merasa sangat pusing" tanya Monica.
"sudahlah yang penting nona sudah sadar, oh iya sebaiknya nona istirahat saja dan libur kerja" jawab bibi Hang.
"tak bi, aku baik dan aku akan tetap ke perusahaan" ucap Monica.
"baiklah jika itu yang non mau" ucap bibi Hang dengan pasrah.
Saat di perusahaan......
"nona, tuan William datang dan menunggu nona di ruanganmu" ucap Veronica.
"baik aku akan segera kesana" jawab Monica.
"Monica..... " ucap William yang langsung memeluk Monica.
"tuan William, mengapa sikapmu seperti ini" tanya Monica.
"aku bersyukur kau baik baik saja dan aku bisa melihatmu kembali" jawab William.
"memang aku kenapa" tanya Monica.
"kau ingat saat makan malam kemarin, kau memesan Screaming Eagle tapi di minumanmu ada obat perangsangnya jadi kau tak sadarkan diri kemarin" jawab William.
Plak.... Monica langsung menampar William dengan amarah, "apa kau mengambil mahkotaku saat aku tak sadarkan diri, memang semua cowok itu kurang ajar" ucap Monica yang penuh amarah.
William terdiam dan merasa cukup marah tapi dia tak boleh marah dulu, "aku kemari hanya membawakan pelaku yang menaruh obat perangsang padamu, maaf aku harus pergi dari sini dan maaf mengganggumu" ucap William yang langsung keluar dari ruangan Monica.
"mengapa hatiku terluka saat dia merasa sedih, tak Monica kau tak benar benar mencintai nya kan" gumam Monica.
"security bawa penjahat ini ke kantor polisi dan hukum dia dengan hukuman yang sangat berat" ucap Monica.
"baik nona" jawab security.
Sedangkan di mobil William.....
"tenang William kau tak boleh marah, memang kau juga ikut bersalah dalam hal ini dan sebaiknya kau tak ikut campur dulu" gumam William yang sambil menyetir.
Di perusahaan Monica.....
Dret.. Dret... hp Monica tiba tiba berdering, "halo ada apa bi" tanya Monica.
"apakah nona sudah berterima kasih pada tuan William" ucap bibi Hang.
"mengapa aku harus berterimakasih padanya" tanya Monica.
"nona, dia lah yang sudah mengantarmu ke rumah dengan selamat dan saat dokter menyarankan kau berhubungan intim denganmu tapi tuan William tak melakukannya dan dia menemukan cara untuk menenangkan nona tanpa harus berhubungan" ucap bibi Hang.
"apa... " jawab Monica yang terkejut.
"mengapa nona? " tanya bibi Hang.
"tak apa, bi aku tutup dulu ya" ucap Monica yang menaruh hp nya.
"bagaimana ini, aku salah paham dengannya dan aku terlanjur menamparnya, aku harus segera pergi ke perusahaannya" gumam Monica yang langsung menyiapkan mobilnya.
Saat di Perusahaan Garena......
Monica langsung menuju ke ruang informasi, "permisi, apakah tuan William ada di sini" tanya Monica.
"aku adalah temannya dan aku belum membuat janji dengan nya, aku terburu buru tadi" jawab Monica.
"kalo dilihat dari pakaian yang mahal dan limit edisi, wanita itu pasti kaya" gumam salah satu karyawan.
"nona maaf meski kau kaya dan punya jabatan tinggi tapi tanpa janji maka kau tak boleh menemui nya" ucap si karyawan.
"oh baiklah" jawab Monica yang kecewa dan langsung pergi.
Tapi William yang melihat keberadaan Monica di kantor nya langsung mengikuti kemana Monica akan pergi.
Saat di parkiran mobil.....
"ya ampun, aku merasa bersalah sekali...." ucap Monica yang kesal.
"hey cewek, mau kemana" tanya seorang pria yang tiba tiba mendekati Monica.
"siapa dirimu, aku tak mengenalmu" ucap Monica.
"tenanglah aku seorang karyawan di kantor ini dan aku punya cukup uang untuk menafkahimu" ucap si pria yang berusaha mendekati Monica.
"tidak... menjauhlah dariku, siapa pun tolong aku" ucap Monica.
"tak akan ada yang mendengar mu disini dan kau hanya perlu menikmati ku nanti" ucap si pria yang terus mendekati Monica.
Tapi tiba tiba....
Buak..... "berani nya kau ingin menyuntuh wanita ku, apa kau ingin mati hah" ucap William yang sangat emosi.
"William akhirnya kau datang..."ucap Monica yang langsung memeluk William dengan erat.
"tuan... William, maaf tuan saya tak tau kalo wanita itu adalah pacar tuan" ucap si pria cabul.
"heh sekarang adalah hari terakhirmu disini" ucap William yang langsung menembak si pria tersebut.
"halo Max, tolong bantu aku rapikan kekacauan di basement kita" ucap William dari telepon.
"baiklah" jawab Maxel yang sudah terbiasa dengan tugas seperti ini.
"William aku takut jika kau tak ingin menemuiku lagi" ucap Monica yang hampir menangis dan terus memeluk William.
"hey bukannya dirimu adalah seorang perempuan terkuat yang pernah ada, tapi ternyata kamu bisa semanja ini" ucap William dengan nada sedikit menggoda.
"ih...... Meski sekuat apa pun aku juga kan tetap perempuan" jawab Monica.
"baiklah ayo kita masuk ke ruanganku" ucap William.
"iya" jawab Monica.
"oh iya pakai ini, mungkin kamu akan sedikit syok soal tadi" ucap William.
Saat di dalam perusahaan......
"tuan, itu wanita yang aku bilang tadi dan dia tidak memiliki janji bertemu denganmu" ucap karyawan.
"dia adalah temanku jadi jika dia kemari langsung suruh dia ke ruanganku, sudahlah ayo" ucap William yang sangat peduli pada Monica.
"his... Siapa sih wanita itu, padahal kan tuan sudah punya tunangan" gumam seorang karyawan.
Saat di ruangan William.....
"istirahatlah di sofa, aku akan mengambil air putih untukmu" ucap William.
"ya baiklah" jawab Monica.
"ternyata ruangan kerjanya besar juga, bersih dan rapi pula, eh.. ada sebuah kotak" gumam Monica yang mengelilingi ruangan William.
Monica mencoba meraih kotak yang ada di atas lemari berkas, tapi saat mengambil Monica langsung akan terjatuh.
Tapi William langsung menahan tubuh Monica dari belakang dan langsung menahan lemari yang hampir ambruk itu, mereka langsung bertatapan.
"mengapa kau sangat tak menuruti aku untuk istirahat dan apa yang coba kau ambil sampai ingin terjatuh" tanya William.
"aku cuman ingin mengambil kotak itu" jawab Monica.
"oh... Aku akan mengambilkan nya untukmu" ucap William.
"oh kotak ini.. " ucap William yang membuka kotak tersebut dan teringat akan sesuatu.
"ada apa...,wah gelang nya indah sekali" ucap Monica.
"kau menyukai nya" tanya William.
"iya aku suka, walau sedikit kuno tapi ini sangat indah" jawab Monica.
"syukurlah, baiklah pakailah gelang ini" ucap William sambil memakaikan gelang tersebut pada Monica.
"makasih, ini indah" jawab Monica dengan senang.
"kalo kamu suka dan bahagia, aku pun juga suka dan bahagia" ucap William.