
"Apaan ini banyak bunga" ucap Lily.
"Kek orang acara apaan ada lilin lagi kek mau ngepet" ujar Lily.
Lily pun menghiraukan tentang kamarnya ia pun segera mandi dan berganti pakaian ia sudah mulai gerah akan make up dan bajunya. Lily segera pergi ke kamar mandi dan ia berendam. Selesai ia berendam ia lupa tidak membawa handuk. Lily segera mengintip ke luar ia melihat tidak ada orang Lily segera berjalan ke luar dari kamar mandi ia segera mengambil handuk, belum sempat ia memasang handuknya ke tubuhnya tiba tiba datanglah Taufan yang main nyelonong aja. Lily yang reflek ia berteriak.
"Aaaaaa" teriak Lily sambil melilitkan haduknya di tubuhnya.
Taufan yang melihat tubuh polos Lily hanya meneguk ludah dengan kasar. Taufan segera membumkan mulut Lily.
"Ada apa Ly, kenapa teriak" tanya Lisa yang berada di luar kamar.
"Gak ada apa apa ma cuma tikus" ucap Taufan yang berada di dalam.
"Masa ada tikus kamar itu baru di bersihkan" ujar Lisa.
"Ada ma ada" ucap Lily.
"Iya selamat tidur kalian" sahut Lisa.
"Huftt" Lily menghela nafas dengan kasar.
"Lu ngapain masuk ke kamar gw" tanya Lily.
"Lah gw di suruh masuk kamar ini" ujar Taufan.
"Ngapain gak ketok pintu dulu, main nyelonong aja gak sopan" ujar Lily yang masih mematung.
"Eh ini kan kamar gw juga"
"Sejak kapan jdi kamar lu, ini kan kamar gw" ujar Lily.
"Lu mau gw tidur di luar ntar di tanyain nyokap bokap kita kenapa gak sekamar"tutur Taufan yang merangkak ke tempat tidur.
" Iya juga sih" gumam Lily.
"Lu mau tidur apa mau mandi sih handuk tuh masih nempel" protes Taufan.
"Gw mau berenang puas lu" ujar Lily.
Lily segera mengambil pakaian tidurnya dan segera berganti pakaian .
"Aws gw mau tidur" usir Lily Taufan yang sudah memejamkan mata.
"Lu aja pindah gw mau tidur capek" ucap Taufan mata yang masih terpejam.
"Lu mandi dulu masa mau tidur pakek baju beginian, jorok ih" ujar Lily.
"Iya iya gw mandi" dengan malas Taufan segera berjalan ke arah kamar mandi dan berganti pakaian.
Sedangkan Lily masih asik membaca buku hingga tak sadar jika Taufan sudah selesai berganti pakaian Taufan ingin merangkak ke ranjang harus terhenti akan perkataan Lily.
"Mau kemana" tanya Lily.
"Ya mau tidur lah masak mau ngepel disini" ujar Taufan.
"Tidur di bawah atau sofa sana" pinta Lily.
"Dih ogah mending lu aja yang tidur di bawah" ucap Taufan yang langsung merangkak ke ranjang dan merebahkan tubuhnya ke kasur.
"Eitsss ngapa lu tidur disini sanaan dikit" usir Lily.
"Udah gak muat gw ngantuk, lu gak suka tidur aja di sofa kalau badan lu sakit gw bodo amat" tutur Taufan sambil memejamkan matanya.
"Eh tunggu dulu" cegah Lily.
"Apa lagi, gw ngantuk" ujar Taufan.
"Lu tidur di sofa gih" pinta Lily.
"Ogah badan gw remuk ntar kalau tidur disana" tolak Taufan.
"Lu kalo tidur disini ga usah deket deket ma gw ingat batas ini jan apa apain gw, gw masih virgin" terang Lily sambil mengambil guling ia taruh di tengah tengah mereka.
"Cerewet banget lu, gw ga suks ama body lu yang kek apaan itu triplek" ujar Taufan sambil meledek.
"Triplek pen gw tampol mulut lu" ucap sambil mengangkat bantalnya dan memukulkan ke Taufan.
"Au sakit diem napa gw pen istirahat" ucap Taufan sambil merebut bantal Lily dengan sekuat tenaga hingga robek.
"Yah robek, gw harus tidur pakek apaan" ucap Lily sambil memegang bantalnya.
"Ya terus gw harus gimana besok gw beliin bantal baru" ucap Taufan dengan tenang.
"Gw mau tidur sekarang bukan besok" protes Lily.
"Jaitin ni " sambung Lily.
"Gw mana bisa jahit lu aja deh" ucap Taufan.
"Gak gw gak mau, gw ajarin lu sampe bisa" ucap Lily sambil beranjak mencari kotak berisakan alat jahit.
"Buka itunya" pinta Taufan.
"Iya ga sabaran banget si" ujar Lily.
"Iya cepet masukin" ucap Lily.
"Susah terlalu sempit" ujar Taufan.
Di luar sudah ada Leon, Darwin, Joddi yang sedang menguping pembicaraan Taufan dan Lily, Mereka semua mengira Lily akan melakukan kegiatan intim. Mereka semua cekikan mendengar perkataan Lily.
"Ishh parah ya mereka ena ena sampe ke luar" ujar Darwin.
"Yah potek diriku Lilyku jebol ntar lagi" ucap Joddi.
"Lu kira ade gw tanggul yang bisa jebol" protes Leon.
"Bukan lah dia bidadariku loh yang turun dari kayangan" ucap Joddi.
"Ingat dia sudah milik orang lain" sahut Darwin.
"Buahaha" cekikik Leon.
"Diem jangan Rame" ujar Joddi.
***
"Susah Ly, gw coba masukin gak masuk masuk" ucao Taufan sambil berusaha memasukan benang ke dalam jarum.
"Coba lu jilat"
"Jijik lah" tolak Taufan.
"Jilat aja apa susahnya biar lancar" protes Lily.
"Iya iya bawel banget sih lu" ucap Taufan.
Taufan menjilat benangnya dan coba memasukkan benang ke jarum akhirnya dengan susah payah benang tersebut masuk.
"Yess masuk" ucap Taufan.
"Nah kan ide gw bener" ucap Lily.
"Iya lu memang pinter" ucap Taufan dan menjahit bantal yang robek. Lily melihat Taufan menjahit dengan pelan ia merasa geram akan hal ini.
"Cepetin dong" ucap Lily.
"Sabar napa" ujar Taufan.
Lily merampas bantal dan jarum ia menjahitnya dengan cepat dan tak sengaja terkena ke tangannya.
"Ahhh" erang Lily.
"Yah berdarah" ucap Taufan.
***
Di luar kamar mereka, mereka bertiga mengira Lily dan Taufan melakukan olah raga malam.
"Yah potek deh gw udah jebol" ucap Joddi.
"Yah ade lu udah ga virgin" sahut Darwin.
"Ohoh cepet banget Taufan belah duren" ujat Leon.
"Udah lah tidur ngapain kita kepoin manten sih" ujar Joddi.
"Itu ide lu dodol" ucap Leon dan Darwin barengan.
"Lah kalian belum tidur" tegur Adhel.
"Belum tante" sahut Darwin.
"Ngapain disini" tanya Adhel.
"Abis ke dapur tadi tante ini mau balik ke kamar" ucao Joddi.
"Kita duluan ya tante" ucap Leon dan mereka bertiga segera berlalu dari depan kamar Lily dan Taufan.
***
Taufan segera mengambil kotak p3k.
"Sini sini gw obatin tangan lu" ujar Taufan.
Taufan dengan sangat hati hati mengisap darahnya dan mengolesi dengan obat merah lalu meniupnya dan di tempelkan plester.
"Udah biar gw aja yang jahit" ucap Taufan dan Lily mengiyakan.
Dengan lama Lily mengantuk hingga ia tertidur di sofa menunggu Taufan selesai menjahit .
"Udah sele"
Taufan segera menempatkan bantal pada posisinya. Taufan segera menggendong Lily ke ranjang dan menyelimutinya. Kemudian Taufan segera menyusul ke dalam mimpi..
Mohon maap ketidaknyamanannya ya🙏