
Sesampainya di rumah megah dan mewah itu Lily tercengang akan apa yang dilihatnya mereka hanya berdua menempati rumah besar segitu terasa sepi Lilu berpikiran seperti itu. Mereka berdua tinggal di kompleks elitt yang disana hanya para konglomerat yang tinggal.
"Bener kita tinggal disini" tanya Lily.
"Iya apa muka gw keliatan bercanda" ujar Taufan.
"Tapi kita hanya berdua sepi kita sama sama sibuk" ucap Lily.
"Nanti ada ART yang buat bantuin kamu"
"Dah cepet bawa masuk tu koper" ucap Taufan.
Lily dan Taufan segera masuk ke dalam rumah baru mereka. Taufan membawa Lily ke kamar sebelah.
"Ini kamar lu kita akan tidur terpisah" tutur Taufan.
"Ya itu bagus" senyum Lily merekah.
"Dan sebelah kamar lu, itu kamar gw" jelas Taufan.
Taufan dan Lily segera masuk ke dalam kamar masing masing mereka sibuk menata barang barang masing masing.
Tak terasa perjalanan itu sangat melelahkan Lily segera merebahkan tubuhnya di kasur dan tak lama ia pun tenggelam di alam mimpi. Sedangkan Taufan mengerjakan pekerjaan kantornya di ruang kerjanya. Tak berapa lama Lily terbangun akan perutnya yang berbunyi para cacing cacing Lily meminta jatah makan sorenya. Lily segera turun ia mencari Taufan di kamarnya namun tidak ada ia mencari ke dapur pun juga tidak ada tujuan terakhir Lily adalah ruang kerjanya.
Drttt....Drtt.....
Telepon Taufan berdering disana tertera nama Sisil❤😍😚 Taufan segera menekan Tombol hijau.
"Hallo be" panggil Sisil.
"Iya kenapa sayang"
"Be bisakah kamu ketemu sama aku, aku kangen sama kamu"
"Emangnya kamu gak sibuk sayang"
"Gak bee ketemu di resto biasa"
"Oke sayang"
"Aku tutup dulu ya see you be" Sisil mematikan sambungan telpnnya.
Dibalik pembicaraan mereka tanpa disadari ada dua telinga yang mendengarkan pembicaraan mereka.
"Huftt apa mungkin cwe yang di cffe itu" pikir Lily.
"Huah Bodo amat lah 1 th lagi kita pisah" gumam Lily.
Lily segera masuk ke dalam ruang kerja suaminya yang membuat Taufan kaget bukan main.
"Ada apa" tanya Taufan.
"Gw laper" ucap Lily sambil memegang perutnya.
"Ya makan apa susahnya"
"Tol*l kalau ada makanan di bawah gw makan mau masak ga ada bahan"
Taufan lupa bahwa ini rumah baru hadiah dari papahnya ia belum sempat membeli isi kulkas.
"Iya gw lupa, yuk kita sambil membeli makanan"
"Bentar gw mandi dulu ganti pakaian" ujar Lily langsung berjalan ke kamarnya dan langsung mandi Lily. Lily mengenakan dres berwarna hitam bermotif bunga bunga merah berlengan pendek. Lily memoles wajahnya dengan make up tipis. Selesai itu Lily langsung menemui Taufan ia main nyelonong ke kamar Taufan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Disana terdapat Taufan yang masih memakai handuk di pinggangnya.
"Aaaaa" Lily berteriak, Lily langsung keluar dari kamar dan menutup pintu kamar Taufan.
"Hufttt apa apaan tadi" ucap Lily sambil mengelus dadanya.
Taufan yang berada di dalam kamar segera berpakaian ia menggunakan kaos oblong bewarna hitam celana jeans hitam dan tak lupa kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya. Taufan segera keluar disana sudah ada Lily.
"Hist lu kalau abis mandi kunci pintu kek" protes Lily.
"Ya lu yang salah juga ngapain main nyelonong"
"Itu kan gw lagi buru buru" bela Lily.
"Iya tau tapi lu harus ketok pintu dulu"
"Minta maaf gak lu" pinta Taufan.
"Ogah males" ujar Lily berlalu namun beberapa langkah Lily terhenti akan tangan Taufan yg memegangnya.
"Minta maaf ga"
"Ngapain gw yang minta maaf lu yang salah gara gara lu gak kunci pintu dulu" ujar Lily sambil menatap Taufan sinis.
"Kalo gitu ga usah makan"
"Taufan yang ganteng maafin Lily ya, Lily salah" sambil menangkul tangannya di dada.
"Nah gitu dong, ayo cepet" ajak Taufan.
selama berjalan ke luar Lily tak berhenti mengejek Taufan di dalam hatinya mulutnua berkomat kamit seperti bah dukun yang membaca matra😂Ketika Taufan melihatnya Lily spontan berhenti ketika Taufan sudah menghadap depan Lily kembali melanjutkan matranya.
"Ga usah mengumpati gw diem tuh mulut" ujar Taufan sambil membuka pintu mobilnya.
"Buset dia dukun ya bagaimana dia bisa tau" gumam Lily.
"Eng ng gak gu gw cuma meng menghafal Rumus" ucapnya gelapan.
"Nah iya rumus" ulang si Lily.
"Rumus apaan" tanya Taufan sambil mengkerutkan dahinya.
"Em ru ru mus anu itu "
"Itu apa" tanyanya.
"Rumus fisika" ujar Lily spontan.
"Owh cepet masuk" mereka semua segera masuk ke dalam mobil.
"Cepet jalan" pinta Lily namun Taufan malah mendekatinya jarak mereka hanya 1 cm.
"Mau ngapain lu" tanya Lily langsung mendorong Taufan.
"Gw cuma mau ambilin sabuk pengaman lu, cepat pakai kebiasaan" ujar Taufan yang pandangannya lurus kedepan.
Selesai Lily memasang aabuk pengaman Taufan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Mobil Taufan sudah di ramcang akan keselamatan pengendara jika sabuk pengaman salah satu belum terpasang maka mobil ini tidak akan melaju.
"Kita akan kemana" tanya Lily.
"Kita ke mall sambil belanja bulanan buat Lu"
"Lu bisa masak kan" tanya Taufan.
"Bisa lah"
"Iddih anak manja bisa masak juga" ledek Taufan.
"Apa lu bilang gw anak manja" ucap Lily yang langsung geram.
"Iya lu kan emang manja masih kecil lagi" ledek Taufan.
" Gw udah besar gw umur 23 thun dan satu lagi gw gak manja" bela Lily.
"Diem bawel lu"
"Lu ya udah gw ngatain gw manja bawel ga bisa masak dasar lu udah punya istri tapi masih pu...."
"Pu apa" tanya Taufan yang tak mengerti mengapa Lily tidak melanjutkan ucapannya..
" Bukan apa apa gw salah ucap aja lupakan"
"Duh hampir gw keceplosan pacar dia" gumam Lily.
"Pokoknya gw ga boleh ada perasaan 1 th gw akan tutup rapat rapat hati gw biar ga ada yang masuk" gumamm Lily dalam batinnya.
"Apakah Lily tau gw sama sisil, dia kan ada Leon pasti Leon sudah memberi taunya" gumam Taufan dalam batinnya
selesai pembicaraan itu mereka bergelut di pikirang masing masing hingga sampai di maall ternama mereka tetap diam.
"Ayo" ajak Taufan.
Mereka berdua segera masuk ke dalam maall tujuan pertama mereka adalah Resto terlebih dahulu. Mereka berdua segera memesan makanan. Sesudah dari resto mereka pergi ke pusat sauyuran untuk membeli kebutuhan bulanan mereka. Sasat memilih sayuran Taufan tak sengaja menangkap Sisil bersama sosok pria.
"Lu tunggu sini ya " ujar Taufan.
"Lu mau kemana"
"Gw ada urusan"
Taufan segera berlalu dari Lily.pandangan Lily mengikuti arah jalan Taufan ia menangkap sosok gadis yang ia lihat di cffe berdua sama Taufan.
"Mungkin itu pacarnya" ujar Lily.
"Sisil" panggil Taufan.
Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kalian
salam manis Shei:)