
Jodoh merupakan takdir yang sudah ditetapkan oleh tuhan.
_✔️Ada yang di pertemukan saat masih muda.
_✔️Ada yang dipertemukan saat sudah paruh baya.
_✔️Ada yang dipertemukan saat sudah tak lagi muda.
_✔️Dan ada juga yang dipertemukan disaat sesudah menjalani kehidupan keluarga sebelumnya.
.......
Sesampainya di rumah Lily langsung makan malam bersama keluarganya.
"Malam dad mom" sapa Lily sambil duduk.
"Malam jg" sapa balik mereka berdua.
"Ly jangan lupa besok kita ada makan malam sama keluarga temen Daddy" ingat Herman.
"Iya dad Lily ingat kok" ujar Lily.
" Huftt perjodohan gimana kalo dia aki aki tua dekil gw kan ga mau"gumamnya sambil membayangkan sosok orang yang akan di jodohin oleh orang tuanya.
"Ly ngapa kamu melamun" ujar Leon sambil mengguncang guncang tubuh adiknya tersebut.
" Pergi kamu tua" ucap Lily reflek.
" Ha tua lu mksd gw tua gitu Ly"
" Bukan kakak" ucap Lily.
" lu ngebayangin apaan sih kok sampek ke tua" tanya Leon.
"Emm nggak bayangin apa apa" telak Lily.
"Yang bener jujur ma gw" selidik Leon.
"Lily bayangin kalo Daddy jodohin Lily sama om om atau aki aki tua" ucap Lily dengan polosnya.
"Ya gak mungkin daddy jodohin incesnya daddy sama orang yang sudah berumur kamu tenang aja daddy jodohin kamu sama pengusaha muda berbakat jangan mikir yang macem macem" sahut Herman di sela sela makannya.
" Iya Ly kamu jangan mikir aneh aneh, udah makan makananmu" ujar Lisa.
" Iya mom dad" Lily melanjutkan makan malamnya.
Selesai makan malam Lily langsung ke kamarnya ia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk sambil memainkan benda pipih perseginya ia men scroll kontak yang ada di sana lalu menekan tombol hijau dan terpampang wajah Cherry Joddi yang sudah mengenakan pakaian tidur.
"Ada apa sih Ly ngantuk gw capek kerja" keluh Cherry.
"Apa sih beb lu kangen ma gw ya baru tadi loh kita jumpa"goda Joddi.
"Inget Jod dia bukan milikmu tapi miliknya" ledek Cherry.
"Sebelum Janur kuning melengkung gw tetep akan berjuang buat Lily sayangku" ucapnya dramatis.
" Duh Jod jangan bikin kata kata manis gw bisa diabet buaya" sindir Lily.
" Eh kasian Lily Jod kalo diabet" ujar Cherry.
"Tenang aja papa mertua banyak duit kok" ucap Joddi sambil tertawa.
"Dih lu kira daddy gw kantor uang" ucap Lily.
"Dah lah males liat kalian ribut gw matiin ya" sahut Cherry.
"Jangan lah Cher, gw mau ngomong" cegah Lily.
" Ngomong apaan Lily sayang" tanya Cherry.
"Besok kan libur"
"Ya terus" tanya Cherry.
"Nongkrong yuk gw bosen" ajak Lily.
"Gw sih setuju aja" ucap Cheery mengiyakan ajakan Lily.
"Kalo lu Jod" tanya Lily ke Joddi.
" Gw ga bisa Ly Cher" ujar Joddi.
"Lah ngapa" tanya Lily.
" Gw nongkrong sama temen temen gw yang cwo maaf ya Ly" jelas Joddi.
"Santuy lah temen lu kan bukan kita aja" ucap Lily.
" Laiya Jod masa lu mau nongki ama cwe mulu" ledek Cherry.
" Maksud lu apaan Cher" tanya Joddi.
"Ga ada maksud apa apaan" ucap Cherry sambil cengengesan.
" Dah lah ngantuk gw semangat bertengkar ya" ucao Lily sambil mematikan sambungannya.
Lily meletakkan handphonennya di atas nakas ia mematikan lampu kamarnya dan tak beberapa lama Lily sudah tenggelam di bawah alam sadarnya. Lily bermimpi sosok pria buncit botak yang sedang menemuinya dan disana ada Daddy mommynya Lily pun menolak perjodohan itu dengan keras namun hasilnya nihil Lily tetap akan menikah dengan lelaki tua botak itu.
" Tidakk" teriak Lily bangun dari tidurnya.
" Huftt untung cuma mimpi" ucapnya sambil mengelus dadanya.
Lily merasa haus ia ingin minum namum botol air minumnya kosong ia harus mengambilnya ke bawah. Lily melihat jam sudah menunjjukan pukul 9 Pagi.
Lily segera beranjak dari duduknya ia turun ke bawah ia ingin mengambil minuman. Sesampainya di dapur ia pun langsung meneguk air mineral. Lily tak lupa mengisi botol kosongnya.
"Pagi non" sapa bibi.
" Pagi juga bi" jawab Lily dengan ramah.
"Non sarapannya sudah siap tuan dan nyonya sedang keluar tinggal nona yang belum sarapan" terang Bibi.
"Baik bi saya akan ke atas dulu"
Saat Lily hendak ke kamarnya Lily menabrak sesorang yang membuat minuman di botolnya tumpah mengenai orang tersebut Lily mengira itu kakaknya.
"Kak Le kalo jalan itu hati hati" tegur Lily.
"Lu yang jalan itu pakek mata" ucap pria tersebut.
"Kok beda ya suaranya" gumam Lily dalam batinnya.
"Eh lu ngapain pagi pagi ke rumah gw" tanya Lily
"Lah gw mau ke Leon emang salah" jawab Taufan tak kalah sengit.
"Dih alesan lu, lu gak liat gw jalan ngapa nabrak" ucap Lily nge gas.
"Eh lu kalo jalan tu pakek mata jangan pake mata lu buat tu botol"
"Hellow tuan Taufan Putra terhormat jalan itu pakek kaki bukan mata sekolah berapa taun masih belum ngerti" ucap Lily.
"Eh kalau kaki doang mana bisa lu jalan harus pakek mata lagi Jika lu hanya pake ka...." belum selesai Taufan menyelesaikan kalimatnya Leon tiba tiba datang dan memotongnya.
"Ada apa ini kok ribut"tanya Leon.
"Ini Le adik lu jalan gak liat liat nabrak gw nih basah baju gw"terang Taufan sambil memperlihatkan bajunya yang basah.
"Ly minta maaf ke Taufan lu salah syg cpet" ujar Leon.
" Ih kakak, pak Taufan terhomat Lily minta maaf" ucap Lily.
" Udah kan Lily mau pergi sama Cherry" sambung Lily sambil berlalu pergi kekamarnya.
Lily segera bersiap siap untuk hang out dengan Cherry ia berdandan cantik casual.
****
Sesampainya di mall Lily dan Cherry berburu barang alat make up ya mereka semua suka make up tak lupa mereka juga berbelanja pakaian untuknya.
"Ly gw laper" ucap Cherry.
"Yok makan" ajak Lily namun handphone lily berdering Lily segera mengangkatnya dan segera pulang dari mall.
****
"Lily cepat siap siap kita mau ketemu sama keluarga mereka" pinta Herman.
"Iya dad ini mau siap siap" ucap Lily dengan malas.
Dengan malas Lily berganti pakaian berdandan alakardanya namun masih terlihat cantik.
"Lily sama daddy mommy ditunggu di mobil" teriak Lisa.
"Iya mom Lily udah selesai" jawab Lily dari dalam kamar.
Lily segera menyusul daddy mommynya yang berada di mobil Lily hanya ber 3 karna Leon ada urusan mendadak tidak bisa ikut. Sesampainya di restauran x Lily dan keluarganya segera turun dan masuk ke dalam restauran. Disana sudah terdapat 2 orang paruh baya.
"Malam Rian" sapa Herman.
"Malam juga silakan duduk" pinta Rian.
"Ini putrimu cantik ya" ucap Rian.
"Hallo om tante" sapa Lily.
"Hallo"jawab mereka berdua.
"Duh masa ini yang di bilang daddy muda ga ada cwok lain disana sebagai anaknya" gumamnya dalam batinnya.
" Mana anakmu yan" tanya Herman.
"Masih ke toilet" jawab Rian.
"Huftt untung bukan dia yang di jodohin lalu siapa yak" gumam Lily dalam batinnya yang semakin penasaran Lily merasa bosan menunggu ia memainkan handphonenya.
"Pekernalkan ini anak saya" ucap Rian yang membuat Lily langsung menengoknya.
"Lu" ucapnya bersamaan saling tunjuk.
°
°
°
°
Sampai sini dulu ya uppsss makasih buat para readers telah membaca novelku yang masih level bawah.😂😍
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE!!
SELALU TINGGALKAN JEJAK KALIAN😍😘🎊🎉