My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
5. Mulai Tertarik



Setelah itu......



"hei istirahat lah dan minum air putih ini" ucap William sambil memberikan segelas air putih.



"makasih" ucap Monica.



"iy" jawab William.



"walau dari luar kau tampak begitu kuat tapi ternyata di dalam kau lembut sekali, bagaikan buah durian" gumam William yang tersenyum.



"ah... oh iya aku kesini mau bilang, maaf ya atas perlakuanku tadi" ucap Monica.



"ya aku sudah memaafkanmu, sini gelas nya aku taruh di meja" jawab William sambil menaruh gelas.



"oh iya mengapa kau bersikap sangat baik padaku, padahal kau kan orang nya dingin" tanya Monica.



"kau juga sama tuh, kita itu ibarat buah durian yang keras diluar tapi lembut di dalam" jawab William.



"kau benar juga, tapi mengapa kau sangat sangat baik padaku hingga melindungiku" tanya Monica sekali lagi.



"kalau aku bilang aku suka padamu apakah kau akan percaya... " gumam William dengan cemas.



"karena apa ya, aku merasa enak aja jika ada di sampingmu itu" jawab William.



"oh begitu" ucap Monica.



"iy, oh iya ini kan sudah hampir jam pulang kerja kan, ayo aku antar kamu pulang ke rumahmu" ucap William.



"tapi aku bawa mobil" jawab Monica.



"tak apa aku yang nyetir, nanti pulangnya aku telpon Max" ucap William.



"mengapa aku merasa William menyembunyikan sesuatu dari ku ya" gumam Monica.



"maaf Monica, mungkin besok aku baru bisa mengungkapkan perasaanku" gumam William.



Saat sudah sampai di rumah Monica......



"terima kasih banyak, apa kau mau mampir" ucap Monica.



"ya boleh lah sambil menunggu Max datang" jawab William.



"oh tuan William dan nona sudah datang, ingin minum atau makan apa" tanya bibi Hang dengan ramah.



"terima kasih bi, mungkin air putih aja" jawab William.



"aku juga bi" ucap Monica.



"baik lah, akan segera datang" jawab bibi Hang.



William langsung mengeluarkan ponselnya "halo max, bisa jemput aku di rumah Monica, aku kirim alamatnya" ucap William.



"baik tuan" jawab Maxel.



Setelah itu William menutup teleponnya dan menunggu Max datang, "apa kau tak ingin memakan sesuatu" tanya Monica.



"tidak terima kasih" jawab William.



"oh iya kemungkinan akan hujan loh, apa kamu tak ingin menginap dulu" tanya Monica.



"tidak terima kasih, Max kan akan menjemputku, oh iya sebelum itu bisakah kau kemari sebentar" ucap William.



"ada apa" tanya Monica yang mendekati William yang sedang duduk di sofa.



Um.... Um... Um.. Seketika William langsung memangku tubuh Monica dan mencium bibirnya, Monica tak berusaha menolak seperti dulu tetapi dia justru menikmati ciuman dari William kali ini.




Tetapi saat bibi Hang akan mengantar air putih, dia melihat William dan Monica yang sedang berciuman, bibi Hang langsung tak jadi datang dan langsung menuju ke dapur dengan perasaan malu karena melihat 2 insan yang saling bergairah.



Monica mulai bisa berciuman dan dia mulai membalas ciuman William dengan mengelus leher serta pipi William dan memainkan lidahnya bersamaan William, William merasa sangat senang karena Monica mulai bisa menerima nya.



Tapi sepertinya Monica mulai nakal, "aku kerjain deh sih William ini dengan menarik dasinya dan melonggarkan kemejanya, supaya aku tau sebidang apa dadanya itu" gumam Monica.



Kemudian dia mulai melancarkan aksinya dengan melonggarkan dasi dan kemeja milik William, "parah, ternyata kucingku bisa senakal ini tapi biar dia melakukan apa yang dia suka selama itu tak sampai membuat dia tak perawan" gumam William.



Setelah Monica berhasil meloggarkan kemeja William, dia langsung menyelusupkan tangan nya dan merasakan sesuatu yang sangat bidan, kuat dan lebar.



"omg ternyata selama ini aku sudah tertipu oleh nya dan dia punya dada yang bidang dan keras, apakah dia sangat perkasa" gumam Monica yang terus meraba dada William sambil berciuman dengan William.



Tak lama kemudian Ah.... "kucing nakal sebaiknya kau tak melakukan sesuatu yang lebih dari ini jika tidak aku akan merebut kebanggaanmu itu" ucap William.



"baik.... Maafkan aku, aku cuman seberapa bidang dadamu itu" jawab Monica dengan polos.



"kau akan mengetahui nya saat kita sudah sah dan kau bebas menyentuh apa pun" ucap William.



Seketika itu wajah Monica memerah, tin... tin... "oh sepertinya Max sudah datang dan aku harus pergi dulu ya, selamat malam kucing kecil ku" ucap William sambil mengecup dahi Monica.



"mengapa gue sedih ya, ah.... sudahlah btw kenapa dia punya dada dan body yang keren amat" gumam Monica.



Sedangkan di mobil William......



"hah..... Jadi keinget yang tadi, eh tapi kenapa Monica jadi nakal ya, entah lah yang penting gue tetap menyebutnya kucing manisku" gumam William sambil tersenyum.



"oh iya Max, nanti kita mampir ke toko perhiasan ya" ucap William.



"baik tuan" jawab Maxel.



Saat pagi harinya.......



Dret.. Dret... Ponsel Monica membuat dia terbangun dan saat Monica mengangkat nya, "halo ada apa ya" tanya Monica yang masih ngantuk.



"hey kau baru bangun ya, cepat temui aku gih di taman kota" jawab Tika.



"ya ya sabar aku segera ke sana" ucap William.



Setelah Monica menutup ponselnya, dia langsung bersiap untuk berangkat ke taman kota.



Saat Monica sudah siap dengan memakai dress selutut berwarna putih, memakai jaket putih dan gaya rambut yang terurai tapi tersisir rapi, dia pun bergegas menuju ke taman kota.



Saat sudah tiba di taman kota.....



"hey akhirnya datang juga kau" ucap Tika.



"oh iya, mengapa aku harus kemari" tanya Monica.



"sudahlah kita ini liburan, jarang jarang kan bisa seperti ini" jawab Tika.



"terserah, oh iya kita akan kemana nih? " ucap Monica.



"kita keliling aja dulu" jawab Tika.



"hey Monica" ucap William yang barusan datang.



Bersambung.......