
"Bos Taufan ngapain dia di mari" tanya Cherry.
"Emm mana gw tahu dikira gw emaknya gitu" ujar Lily jengah.
"Lah lu kan yang ketemu pasti tanya dong" ujar Cherry.
"Ogah ih gw gak mau nanya mles kek ga ada kerjaan Lain" ujar Lily yang mulai malas.
"Dih iya bu ga sah gitu mukanya" ledek Joddi.
"Ih apaan si" ujar Lily.
"Eh wait lu ketemu Daffa" tanya Cherry.
"Iya kenapa"
"Daffa siapa" tanya Cherry yang mulai keponya.
" Daffa anak divisi x temannya Joddi" ujar Lily.
" Owlah ganteng gak" tanyanya lagi.
" Ganteng sih" ujar Lily.
" Kenalin gw dong" pinta Cherry.
" Cih minta aja sama Joddi noh"ujar Lily.
" Lah ngapa gw sih Ly" sahut Joddi.
" Ya kan lu temennnya Jod"ucap Lily.
" Ya meski gw temennya harus apa" ujar Joddi yang tk tau harus apa.
"Noh salamin si Cherry katanya" goda Lily yang membuat wajah Cherry merah merona.
" Apaan sih Ly" ujar Cherry yang salah tingkah.
"Lah gw kan cuma nyampein" ucap Lily.
"Hemm oke oke gw salamin ama Daffa pakek syg gak" goda Joddi.
" Harus pake dong Jod" ledek Lily.
" Ehem cieee bebeb Cherry suka ama Daffa" goda Lily.
" Apaan sih siapa yang suka ke Daffa kalian ngarang" bela Cherry.
"Ehemm ngaku aja dung syg" goda Lily yg membuat Cherry salah tingkah di depan sahabatnya tersebut.
"Emma apaan sih gw aja kenal ama dia" jelas Cherry.
"Bisa bisa jatuh cinta pada pandangan pertama" sahut Joddi.
"Asekk begitulah" ucap Lily sambil tertawa.
"Ihh apaan si ntar si Daffa suka ama Lily gimana kan lu cantik beb" ujar Cherry.
"O ya gk bisa lu cantik jg kok Cher sayangku kalau lu suka perjuangin" jelas Lily.
"Oh jangan bebeb gw dong ntar gw potek guling guling"sahut Joddi yang tak rela cwek yg ia taksir di taksir orang lain.
"Dih awas lu gak guling guling kalau Lily punya kekasih" ledek Cherry.
"Iya Cher awas si Joddi gak guling guling ya" ujar Lily.
"Cih ngapa kalian kompak kalau di suruh mojokin gw" sahut Joddi.
"Oh ya jelas kita kan sehati ya gak Cher" ucap Lily sambil bertos ria dengan Cherry.
"Cih beginilah para betina kumpul" ucap Joddi.
"Udah ah gw laper" ucap Cherry sambil memegangi perutnya.
"Ya sama Cher" ucap Lily.
" Ya pesen makana ckck kalian berdua ini" ujar Joddi sambil mengambil buku menu dan memberikan ke mereka berdua.
Lily san Cherry mengambilnya. Mereka berdua hanya membolak balikkan menu hingga lama. Joddi hanya bisa sabar menunggu dua cewe cantik ini.
"Kenapa cuma di bolak balik aja" tanya Joddi.
" Emm itu lah " ucap Cherry.
" Apa kalian mau gw bayarin" ucap Joddi to the poin.
" Eheh iya" ucap Cherry cengengesan.
" Bebeb Joddi peka ke kita yak unchh syg deh" rayu Lily.
" Dih kalau ada maunya panggil gw syg" sindir Joddi.
" Oh gak ikhlas nih bayarin kita" tanya Lily.
" Ikhlas silakan mau pesen apa tuan putri" ucap Joddi dengan semyum pepsodentnya.
Lily dan Cherry segera memesan makanan yang ia sukai. Mereka berdua emang suka ngerampok kantong sahabatnya tersebut. Meski begitu mereka satu sama lain saling menyayangi dan melindungi, meski tingkah lakunya konyol itulah cara mereka saling mengasihi. Mereka berdua mengobrol satu sama lain hingga tak terasa sudah lama ia mengombrol bergurau bersama kini mereka pamit satu persatu untuk pulang. Lily melangkahkan kakinya ke luar cffe menuju parkiran disana terparkir mobil mewah kesayangannya. Lily segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya ke rumah.
***
"Lu lama amet ke toilet abis ngapain lu" tanya Leon.
" Biasa dia abis berendem" jawab Darwin asal.
"Sembarangan aja lu win" ucap Taufan sambil memicingkan matanya.
" Lah terus ngapain boker kah" canda Taufan.
" Shit kalian berdua" umpat Taufan.
" Terus ngapain bapak Taufan Putra pemilik perusahaan TP. Group" tanya Darwin.
" Ada insiden tadi" ucap taufan yang membuat kedua sahabatnya bingung.
" Insiden apa" tanya Leon.
"Adek lu" ucap Taufan sambil menuangkan segelas minuman.
"Adek gw" ucap Leon sambil mengernyitkan dahinya.
" Iya si Lyra dia disini ia nabrak gw dan ribut" terang Taufan.
" Lah adek gw disini" tanya Leon.
" Iya ly abangnya ngapa gak tau deh" ucap Taufan.
" Lah dodol gw disini ama lu mana gw tahu lagi pula gw gak sekantor" ujar Leon.
" Wait Taufan ketemu ama Lily ribut" tanya Darwin.
" Iya katanya noh" jawab Leon.
"Uhuy awas benci jadi cinta" goda Darwin.
"Asiten pribadi sama atasan" ledek Darwin.
"Apaan sih gw di jodohin" tolak Taufan.
"Brarti kalau lu gk di jodohin lu mau dong ama Lyra Atmaja adeknya si Leon Atmaja" goda Darwin.
"Ogah gw ga suka gw sukanya ama Sisil" ujar Taufan sambil meneguk gelas vodkanya.
"Eh lu Fan ngapa berjuang sendiri sedangkan Sisil lebih memetingkan dirinya sendiri" ujar Leon.
"Gw sayang dia Le coba lu di posisi gw" ucap Taufan.
Taufan menuangkan minumannya ke gelas ia sudah mabuk berat.
"Fan udah mabuk lu jangan minun terlalu banyak"cegah Darwin namun Taufan tak menghiraukan perkataan Darwin.
"Gw sayang sama Sisil gw gak mau di jodohin" racau Taufan.
Leon dan Darwin yang melihat sahabatnya begitu frustasi mereka sangat kasian akan sahabatnya yang seperti ini. Leon dan Darwin hanya mendengarkan racauan Taufan toh mereka mau menasehati percuma sahabatnya sedang mabuk.
"Win lu bawa ke apartemen lu aja biat gw yang urus mobilnya bahaya kalo dia pulang dalam ke adaan mabuk" jelas Leon.
" Oke Le bantuin gw bopong ni bos" pinta Darwin.
Leon dan Darwin segera membopong Taufan ke luar cffe langsung menuju ke parkiran.
"Udah gw bawa pulang dulu ni si bos lu telfon petugas mobilnya anterin ke apartemen gw" jls Darwin.
"Oke"
Darwin segera masum ke dalam mobilnya dan melajukannya ke apartemennya. Leon menelfon petugas derex, dan kemudian ia masuk ke mobilnya Leon mencapkan pedal gasnya ia di dalam mobil masih tak percaya Taufan yang frustasi hanya gara gara satu cwek yang belum tentu mencintainya.
*****
Setibanya Lily di halaman rumah mewahnya ia langsung markirkan mobilnya di garasi ia tak melihat mobil Leon terparkir disana.
"Belum pulang abang" gumam Lily.
Lily segera turun dari mobilnya ia langsung berjalan ke dalam rumahnya yang disambut oleh para pelayan. Lily hanya tersenyum ramah. Lily segera naik ke atas ke kamarnya ia merasa badannya lengket. Lily ingin segera membersihkan tubuhnya.
°
°
°
°
°
°
°
°
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.