
Lily dan Taufan segera bergegas pergi ke butik dengan menaiki mobil mewah milik bos sintingnya. Didalam mobil tidak ada pembicaraan sama sekali hening hingga sesampainya di mall Taufan memarkirkan mobilnya.
"Turun" ucapnya dingin.
"Dingin kek es ga ada ramah ramahnya" gumam Lily.
Lily mengiyakan perintah dari Taufan ia turun dari mobil dan mengekori Taufan yang berjalan di depannya. Hingga sesampainya di butik.
"Lah kok ada mamah"ucap Taufan kaget.
"Mommy juga disini" ucap Lily.
"Iya sayang mommy kesini liat kalian" ujar Lisa.
"Mba baju buat anak saya mana" ucap Adhel.
Pelayan butik itu segera mengambilkan baju pengantin milik Taufan dan Lily.
"Sayang coba ini" Lisa memberikan baju pengantin warna putih yg simple elegan berhiaskan kristal.
"Iya mah" Lily mengambil baju yang di berikan oleh Lisa.
Lily segera pergi ke ruang ganti untyk mencoba gaun yang ia kenakan.
"Fan kamu coba ini" ucap Adhel memberikan jas yang bewarna senada dengan baju yang Lily kenakan.
"Iya mah"dengan malas Taufan mengambil baju itu dan segera pergi ke ruang ganti.
***
"Mah" panggil Taufan.
"Wah ganteng kamu" ujar Adhel dan Taufan hanya diam ia mendaratkan bokongnha ke sofa mengeluarkan benda pipih perseginya dan langsung mengotak atiknya tanpa sadar Lily sudah selesai berganti pakaian.
"Mom tante" panggil Lily.
"So look beatiful" ujar Adhel.
"Thanks you tan" ucap Lily dengan senyum mengembang.
"Cantik sayang perfect" puji Lisa.
"Thanks you mom"
"Fan liat Lily cantik ini" tegur Adhel.
Taufan dan Lily saling menoleh bersamaan. Pandangan mereka saling beradu.
"Duh ganteng bener sih beda kek biasanya" gumam Lily.
"Heleh paling ya seperti biaa....." Taufan menjeda kalimatnya Taufan sejenak memandangi penampilan Lily yang begitu cantik.
"Kenapa dia begitu cantik" gumamnya Taufan dalam batinnya.
"Hello Fan, cantik gak Lily" ujar Adhel menyadarkan lamunan Taufan.
"Ha biasa saja"ujar Taufan cuek.
"Udah kan mom tante Lily gerah ni" ucap Lily.
"Eit tunggu kalian fto dlu"ujar Lisa
"Hddeg ribet banget si mom"protes Lily.
"Harus sayang"
"Ayo kalian senyum dong" sahut Adhel.
"Jangan cemberut senyum yg lebar" pinta Lisa.
"Emang kita mau iklan pepsodent harus senyum lebar" protes Lily.
"Lyra" gertak Lisa.
Lily terpaksa senyum seperti iklan pepsodent.
"Perfect sayang" ucap Lisa.
"Udah kan mom Lily panas nih" ujar Lily.
"Iya udah kamu ntar ke lantai atas mommy dan tante sudah siapkan cincin kalian, kalian tinggal ukur" tutur Lisa dan mereka semua mengiyakan. Mereka berdua segera berganti pakaian.
"Lyra cepat dong hemat waktu"ucap Taufan yg sudah menunggu di luar.
"Sabar napa" ucap Lily.
"Iya ayo kita harus ke tempat membeli cincin" ujar Taufan.
"Iya iya ayo cepetan gw males jalan ama lu" ucap Lily.
"Sama gw mles" ucap Taufan berjalan dengan cepat.
"Woy tungguin gw sinting" teriak Lily.
"Lu berani gw ngatain gw sinting" Taufan memberhentikan langkahnya dan Taufan menatap sinis Lily.
"Gak lu salah denger ayo cepetan"ujar Lily sambil berlalu dari Taufan.
"Lu ngatain gw tuli" teriak Taufan.
"Serah"
Taufan menyusul Lily hingga sampai di tempat yang ia tuju.
"Selamat datang tuan nona" ucap pelayannya dengan ramah Taufan tak membalasnya beda dengan Lily yang menjawab dengan senyuman manis.
"Uwuu ganteng banget si" gumam pelayan itu menatap Taufan.
"Mba saya cari cincin" ucap Taufan namun pelayan itu tetap melamun.
"Hello mba" taufan memetikkan jariknga di depan wajah pelayan itu yang berhasil membuat pelayan itu tersadar.
"Cih apa gantengnya sih bos ini knp buat si cwe ini kesemsem" gumam Lily dalam batinnya.
"Iya tuan cari apa" tanya pelayan itu.
"Saya cari cincin nikah" ujar Taufan.
"Baik tuan".
Si pelayan itu segera mengambilkan cincin yang elegan simple yang tengahnya ada berliannya.
"Pilih" ujar Taufan.
"Ehm"
"Yang ini jg boleh bagus" tunjuk Lily ke cincin yg simple namun mewah.
"Iya nona saya ambil ini" ujar Taufan.
"Baik tuan nona segera tunggu di kasir ya" ucap pelayan itu dengan ramah.
" Lu tunggu sini biar gw yang ke kasir" tutur Taufan dan Lily mengiyakan printahnya.
Lily menunggu di kursi yang sudah di sediakan.
Tring...
Notip hp Lily berbunyi menandakan ada sebuah pesan untuknya. Lily segera membuka siapa yang telah mengirim pesan dan Lily melotot ketika membaca pesannya.
"Kenapa lu melotot" tanya Taufan yang tiba tiba mengagetkan Lily.
"Ini" Lily memberikan handphonennyA DAN taufan mengambilnya ia membaca sebuah pesan yang dari Lisa.
MOMMY😍
Sayang kamu sama Taufan langsung ke jalan x disana kalian harus fto preweding mommy dan tante sudah siapkan.
"What kenapa dadakan gini" ujar Taufan.
"Mana kutau, knp rempong amet meski hanya pernikahan pura" keluh Lily.
"Udah lah mama kita terlalu semangat"
"Iya ayo cepet" ajak Lily.
Lily dan Taufan segera berjalan ke arah mobilnya yg di bastmen yang berada di lantai bawah.
"Jangan cepet cepet woy" teriak Lily yang berusaha menyesuaikan langkahnya dengan Taufan yg lebar😂.
"Kenapa" tanya Taufan.
"Lu kecepetan hos hos" ucap Lily dengan nafas yang ngos ngosan.
"Ya udah lu di depan" ujar Taufan.
"Nah fitu dong daribtadi biar gw ga capek ngejar lu" ucap Lily dengan sewot.
"Lu yang lelet" ejek Taufan.
"Lu aja yg kecepetan dodol" ucap Lily.
"Udah lah gw males debat "
" Ya udah ayo lama bener lu" prores Lily.
" Lu yang jalannya lelet" ucap mereka berdebat.
"Bodo ah mles gw" ujar lily sambil berlalu.
Ketika sesampainya di mobil mereka masuk satu persatu.
"Cepet jalan" suruh Lily.
"Gw bukan supir lu" ucap Taufan yang tak mau kalah.
"Kalo lu gak jalan kapan kita selesainya " ujar Lily.
" Iya iya crewet lu" ucap Taufan yang sudah malas berdebat.
Taufan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh selama di perjalanan hening tak ada pembicaraan apapun.
***
Sesampainya di tukang fto😂.
"Halo tuan nona apakah ini tuan Taufan dan nona Lyra" tanya pemuda itu dan mereka mengangguk.
"Tuan dan nona silakan ganti pakaian ini"
Mereka berdua segera berganti pakaian.
"Tuan mari kita fto tuan di kursi dan nona di bawah" ucap sang tukang fto memberikan intruksi.
"Tuan tolong senyumnya jangan datar"
"Iya"
Hendra sang ftografer segera mengulang kembali dan kini di sesi ke 2.
"Tuan dan nona segera duduk di kursi kayu itu ya" ucap Hendra.
"Eh ini rambutmu ada kutunya" ucap Taufan.
"Eh enak aja mna ada aku kutuan" bantah Lily.
Disaat perdebatan itu Hendra tak sengaja memotretnya.
Sesi ketiga mereka melakukannya di out door.
"Tuan tolong gendong nona ya" ucap Hendra.
"Berat amat sih lu makan apaan" protes Taufan.
"Dasar lu gw kurus pea " ucap Lily dengan sewot.
"Tolong yang sosswett "