
"Ish mna oleh olehnya" tanya Lily pada Taufan yang tak membawa apapun di tangannya .
"Lah bukannya kamu yang ambil di mobil tadi"
"Enggak aku kira kamu tadi yang bawa makanya aku gak ambil" ujar Lily santai.
"Kebiasaan kau ini ambil itu cepat" ucap Lily.
"Kamu aja yang ambil"
"Kamu aja sana aku capek"
Taufan mendengus akan hal ini ia pun mengalah mengakhiru perdebatan yang tak akan ada ujungnya Taufan sadar jika ia di tatap oleh kedua orang tuanya makanya ia segera mengalah namun ia masih mengumpati Lily di dalam batinnya. Adel dan Rian hanya geleng geleng akan hal ini. Mereka berfikir dalam perjodohan para menantu dan anaknya akan bersikap manis namun berbeda dengan mereka terang terangkan bertengkar di hadapannya seperti layaknya kucing dan tikus yang tak mau mengalah selalu saja bertengkar. Tak berapa lama Taufan kembali dengan membawa banyak paper bag meletakkanya di atas meja.
"Itu buat mama papah kami berdua pilihkan untuk kalian"ucap Lily dengan semyum menawannya.
" Terimakasih kami tak butuh oleh oleh ini dari kalian kami hanya butuh ole oleh yang ada di situ" ucap Adel sambil menatap perut datar Lily. Lily dan Taufan mengikuti arah pandang Adel dan memereka saling beradu pandang. Taufan peka maksud padangan Lily terhadapnya. (Taufan peka nih apakah Lily peka juga yak ntar).
"Itu mah pah Lily masih kuliah ntar jika Lily lulus maka kita buatkan Mama papa cucu yang lucu lucu dan banyak" ujar Taufan Lily yang tengah meminum jusnya iapun tersedak jus orangenya.
uhuk uhuk uhuk uhuk.
"Pelan pelan Lily" ujar Adel menepuk punggung Lily.
"Apa apaan seenak jidatnya kalau ngasih jawaban" gumam Lily pelan.
Mereka berdua segera keluar dari rumah megah mewah milkk Narenda segera masuk dalam mobilnya. Lily sudah menumpuk banyak kosa kata untuk ia luncurkan menyerang suaminya tersebut.
"Apa kau mau mengomel akan tentang hal tadi" ucap Taufan sambil fokus terhadap jalanan.
"Bagaimana dia bisa tau" gumam Lily dalam Batinnya.
"Keluarkan saja uneg unegmu"
Lily menatap ke arah jendela nampaknya Taufan memasang sesuatu. Lily menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum mengomel.๐
"Lu tau gak tadi yang lu ucapin terhadap mama papa itu sangat bikin gw kesel gimana kita mau punya anak kita aja gak saling mencintai kita aja nikahnya hanga pura pura ingat kita cuma nikah kontrak dan lu jangan janjiin orang tua lu dengan anak belum tentu kita dapet mewujudkannya gimanaa perasaan orang tua kita ketika tau pernikahan kita yang hanya pura pura ini makanya kalau ngomong itu di pikir dulu" omel Lily yang panjang kali lebar tersebut. Lily terpakasa berhenti tidak melanjutkan kalimatnya karna Taufan tidak mejawab satu patah kata pun iapun menengok Taufan betapa geramnya Lily melihat Taufan mengunakan earphone di telinganya Lily menarik earphone tersebut. Percuma Lily mengomel panjang kali lebar namun Taufan tak menggubrisnya.
"Ada apa" tanyaa Taufan.
"Ishh kau dengan gw ngomong gak" ucap Lily dengan kesal.
"Emangnya lu ngomong apaan" tanya Taufan.
"Gatau tanya aja sama angin" ucap Lily kesal.
Halo maapkeun ya update lama soalnya shei masih sekolah sma ga ada kuota hehe๐