
Mereka makan malam bersama ruangan tersebut sepi hanya alunan piring sendok garpu pisau bergesekan(punya brp tangan yak kok sampek semua di sebutin). Selesai makan Taufan hendak berpamitan pulang namun Papa mertuanya melarangnya Herman ingin mereka berdua menginap disini akhirnya mereka berdua menurut.
"Ada yang Daddy ingin sampein" Herman angkat bicara.
"Iya Dad kenapa"tanya Lily.
"Daddy dan mommy sudah memesan tiket honeymoon buat kalian berdua" seru Herman yang membuat mereka kaget syok serta melotot.
"Daddy serius" tanya Lily.
"Iya daddy serius"
"Emang kapan tiket honeymoonnya Dad" tanya Taufan.
"Besok pagi kalian pergi" tutur Herman yg membuat mereka berdua tercengang.
"Daady serius ini " tanya Lily.
"Memangnya muka daddy terlihat gak serius ya sampe sampe kalian gak percaya begini" tanya Herman.
"Tapi barang barang kami ada di rumah"seru Taufan.
" Tidak usah khawatir Mommy sudah nyiapin baju untuk kalian berangkat besok" sahut Lisa yang sedari tadi bungkam.
"Apa jdi mommy sama daddy sudah nyiapin ini semua" tanya Lily dan kedua orang tuanya mengangguk.
"Honeymoon keman Dad mom" tanya Leon.
"Ke Bali aja"
"Uwaw tempat yang romantis" ujar Leon.
"Makanya kamu cepeg cari istri supaya bisa honeymoon" ledek Herman.
"Iya deh iya dad besok Lele cari istri mau yang kek apa"
"Terserah pokok anaknya sopan"
(Karna skrng masa pandemi covid 19 jdi author bikin ke bali aja yak sambil memperkenalkan pesona indonesia yang indah ini)๐
Yang nikah kek orang tuanya yak wkwkwk. Herman dan Lisa sudah merencanakan ini semua mereka berdua berharap sepulangan dari honeymoon mereka mendapatkan cucu yang ia nanti nanti.
***
Didalam kamar Lily dan Taufan tengah berbincang bincang mengenai keberangkatan esok mereka nampak berfikir keras.
"Bagaimana kita honeymoon aja boongan" ucap Lily.
"Maksudnya gimana" tanya Taufan.
"Kita liburan aja di kota ini kita ga usah ke Bali biar ga honeymoon" ujar Lily.
"Tapi mata mata orang tua kita tersebar luas di kota ini dan seluruh negara juga pasti mereka akan menemukan kita dengan mudah jika kita tidak ke Bali maka akan menimbulkan masalah yang cukup besar kita akan menyakiti hati orang tua kita" jelas Taufan yang membuat Lily tercengan karna saat ini melihat Taufan yang banyak bicara.
"Tumben lu pinter gini"
"Kan gw emang pinter dri dulu ege"
"Shit sombong"
"Itu faktanya"
"Ya udah gw ngantuk malas berdebat dengan lu ingat lu jangan melebihi batas disini"
****
Keesokan paginya Lily dan Taufan tengah bersiap siap untuk meluncur ke kota Bali semua persiapannya sudah di lakukan oleh mertuanya sendiri mereka hanya tinggal berangkat.
"Mommy sudah msukin koper klian di sana mommy sudah siapin kalian berangkat sama supir yak" ujar Lisa.
"Daddy titip sesuatu" sahut Herman.
"Apa dad"
"Kita semua titip cucu yang imut"
Glek mendengar kata cucu mereka berdua meneguk salivanya dengan kasar.
"A ha itu Lily usahain ya Dad mom" ujar Lily.
"Sana kalian cepet berangkat ntar ketimggalan pesawat loh" seru Lisa.
Akhirnya mereka berdua segera masuk ke dalam mobil yang sudah siap supir di depannya sang supir pun mengantarkan majikannya ke bandara ya mereka berdua pakai kendaraan umum bukan jet pribadi karna jet pribadi mereka di pakai Leon untuk urusan kantor yang secara mendadak tadi pagi. Didalam pesawat Lily tertidur di menyender ke bahu Taufan. Taufan menatap wajah Lily ia pun tersenyum.
Setibanya di kota Bali mereka berdua segera bergegas ke tempat tujuan ke hotel yang sudah siapkan mereka merebahkan tubuh masing masing karna capek perjalanan jauh yak kita pahami kan๐. Hotel mereka dekat pantai pemandangannya sangat indah walaupun hanya menatap lewat jendela hamparan pasir bewarna putih sangat bersih deburan ombak yang terdengar indah serta air pantai yanh bewarna biru. Lily mengerjapkan matanya karna perutnya sudah berbunyi ia pun membangunkan Taufan dengan mengguncangkan tubuh Taufan dengan kuat.
"Ishh bangunin secara pelan pelan bisa gak" gerutu Taufan kesal dan Lily hanya cengengesan.
"Lapar" ujar Lily sambil memegang perutnya yang membuat Taufan gemas namun segera Taufan tutupi agar eskpresi itu Lily tidak mengetahuinya.
"Yo dah ayo kita makan ke resto depan" ajak Taufan.
"Tapi apa kita gak mau ganti pakaian dulu" ujar Lily.
Lily hendak mandi dan membuka koper yang sudah di siapkan orang tuanya. Lily tercengan akan isi kopernya. Lily mengangkat salah satu benda di dalam koper.
"Apa apaan ini saringan teh kok di bawa kesini dasar mommy mengemas pakaian gak ada yg bner"
Lily meletakkan lingerinya itu ia kembali mencari baju yang cocok buatnya namun hanya 1 mini dresss bermotif bunga yang lainnya hanga lingeri dan celana boxer Lily merasa jijik๐.
"Fan nanti kita belanja pakaian lagi ya" ucap Lily.
"Kenapa harus nanti"
"Lihatlah isi koper kita"
Taufan segera melihat isi koper Taufan tercengang akan isi kopernya ketika pasangan yang sedang jatuh cinta pasti akan bahagia di kasih pakaian seperti ini pikir Taufan sedangkan ia dan Lily berbanding terbalik Taufan mengobrak abrik isi Koper menemuka satu celana jeans pendek selutut dan kaos Taufan memilih baju itu karna baju itu yang layak untuk di pakai keluar saat ini.
"Ya lu bener kita harus ke mall sudah makan"
"Ya udah gw mandi dulu, tapi lihat senja nanti ya"
"Oya sekalian beli oleh oleh buat orang rumah" sambung Lily sebelum bergegas ke kamar mandi.
Taufan dan Lily segera keluar dari kamar hotel. Taufan sengaja mengajak makan di luar karna ini sudah sore ia ingin makan sambil menikmati indahnya senja di pantai saat sang surya mulai tenggelam ia ingin melihatnya serta deburan ombak yang melantun itu sangat indah di telinga mereka.
Mereka berjalan kaki dari hotel karna jaaraknya dekat tak mungkin kan pake mobil๐. Lily tak lupa membawa topi pantainya rambut yang di gerai nampak melambai kemana mana Lily menggunakan mini dresss.
"Bagus tempatnya" ujar Lily mereka memilih di outdor sambil menatap deburan ombak.
"Mau makan apa" tanya Taufan.
"Seafood aja minumnya es kepala muda" ujar Lily yang sambil menatap pamtai Lily memanglah suka pantai sejak dulu. Lihatlah akun sosial medianya penuh dengan foto foto pantai dan gunung Lily memang hobi traveling berburu foto foto di samping itu followers akun sosial medianya bukan main bisa di bilang selegram dengan bermodalkan wajah cantiknya yang putih alami. (wait bukan oplas ya bukan kaleng kaleng ni)๐
Tak berapa lama makana mereka sudah siap Lily sudah merasa tak sabar untuk menyantapnya karna ini adalah makanan kesukaannya.