My Ceo Is My Husband

My Ceo Is My Husband
Bab 27



"Sudah Ly jangan sedih ya semoga kamu mendapatkan pria yang terbaik buatmu"ujar Cherry.


" Iya makasih ya Cher sayang" ucap Lily tersenyum.


" Ly lu ngapa harus nikah gw sama siapa dong" protes Joddi tak terima.


" Sama jodoh lu lah" jawab Lily singkat.


" Lah kalau tau gini gw minta jodohin ama lu ke papah" ujar Joddi.


"Dih klo lu yg jdi jodoh gw langsung lari gw liat muka lu tiap hari" tolak Lily.


"Lah Ly gw sayang ama lu dari dulu ngapa lu milih dia sih yang gak lu kenal" Joddi mengungkapkan uneg unegnya.


"Terus gw harus apa" tanya Lily yang so polos.


" Dih ga peka" sindir Joddi.


"Bodo amat lah" ucapnya cuek.


"Dahlah kalian ribut mulu pusing gw" lerai Cherry yang sedari tadi hanya nyimak obrolan mereka.


"Yuk Cher mending kita beli makanan laper gw" ajak Lily.


"Ide bagus gw laper" ucap Cherry mengiyakan ajakan Lily.


Lily dan Cherry segera beranjak dari duduknya ia memesan makanan kesukaannya. Cherry tak lupa membelikan Joddi makanan pasti ia sedih melihat wanita yang ia sukai di jodohkan dengan pria lain yg bukan dirinya.


"Nih Jod gw beliin makanan buat lu jangan galau" ledek Cherry.


"Makasih gratis gak" tanya Joddi.


" Mana ada gratis buat lu" ucap Cherry sambil tertawa.


" Eh jubaedah ngapa gini lu oneng" ujar Joddi yang membuat semua tertawa.


" Gw bercanda dah lu makan sono" ujar Cherry.


"A ciee ciee Chery gw perhatian ama Joddi ehem ada apa ini" tanya Lily sambil meledek mereka berdua.


"Haishh apaan sih Ly" ucap Cherry.


" Udah ah Yok makan" ucap Lily.


Mereka semua have lunch ditemani dengan obrolan kocak mereka hingga waktu usai makan siang selesai. Mereka semua kembali ke ruangannya masing masing Lily mengerjakan pekerjaanya dengan seperti biasanya hingha waktu jam pulang Lily segera mengemas barang barangnya ia segera keluar ruangan bergegas ke luar kantor untuk menemui Leon. Namun saat berada di loby Lily berpapasan dengan Daffa.


" Hay Ly lu gak bwa mobil" tanya Daffa.


" Nggak emangnya kenapa" tanya balik Lily.


" Pulang bareng gw yuk" ajak Daffa.


" Hmm sorry gw gak bisa" ujar Lily.


" Lah kenapa" tanya Daffa.


" Gw pulang sama itu, tu dah jemput gw" ujar Lily sambil menunjuk Leon yang telah menunggunya.


" Gw pulang duluan ya" pamit Lily sambil berjalan menjauh dari Daffa.


Lily menghampiri Leon yang sedari tdi sudah menunggunya.


" Hay abng" sapa Lily.


" hy adekku yang imut dan cantik" ucap Leon sambil mencubit kedua pipi Lily.


" Temenin abang ke toko buku yuk" ajak Leon.


" Ayo tapi beliin Lily buku juga ya" pinta Lily.


" Nggak mau bukumu sudah banyak" ucap Leon.


" Ayo lah abang beliin Lily buku" rengek Lily sambil memasang muka so cute. Leon yang melihatnya pun tak tega.


"Huftt iya abng beliin tapi cium Abang dulu" pinta Leon sambil menunjuk pipinya.


" Lepas dulu tu helm mau Lily cium tu helm apa pipi" ujar Lily tertawa.


"Lupa Ly"ujar Leon sambil melepas helmnya.


" Eh iya kan lu dah tuwir" ledek Lily sambil tertawa.


Lily langsung mecium Leon dan langsung naik ke atas motor ia dan Leon langsung pergi ke toko buku langganannya. Sesampainya disana Leon segera memarkirkan motornya. Lily dan Leon segera turun dari atas motornya dan masuk ke dalam toko buku tersebut. Lily berjalan tanpa memperhatikan arah sambik melihat lihat buku yang terjajar rapi di rak Lily tak sengaja menabrak seseorang.


Brukkk


" No worries" ucap wanita tersebut.


Lily mendengar suara wanita tersebut nampak tak asing baginya. Lily melihat wanita yang ia tabrak.


" Kak Elif" ucap Lily.


" Eh Lily ngapain kamu kesini " tanya Lily.


"Cari novel ini kak" ujar Lily sambil menunjukkan bukunya.


"Sama siapa kamu kesini" tanya Elif


" gw sama kak Leon " ujar Lily.


Lily dan Elif berbincang bincang sambil menunggu Leon selesai akan bukunya.


"Ly sudah dapet belum buku yang kamu cari" tanya Leon.


"Sudah kak" ucap Lily sambil menunjukkan bukunya.


"Eh ada Elif" sapa Leon yang di jawab senyuman oleh dokter tersebut.


"El kenapa kamu gak bales waku" tanya Leon.


" Lah wa yang mana" tanya Elif yang tak tau akan maksud Leon.


" Lah ini bukan nomermu " ujar Leon sambil memberikan handphonenya.


" ****** gw namain Leon dengan Jono" gumam Elif pelan namun dapat di dengar yamg membuat merka berdua tercengang.


" Ha Jono" Lily mengulang kalima yng di ucapkan Elif.


" Siapa Jono" tanya Leon yang tak tau apa apa.


" Aku fikir kamu tukang kebunku " ucap Elif menunduk sambil menahan rasa malunya.


" Tukang kebun Jono bang Leon" ujar Lily yang masih agak bingung perlu lama Lily mencerna kalimat itu hingga ia mengerti akan semua.


"Wihh bang Leon di anggap tukang kebun" ledek Lily.


" Diem Lu" ucap Leon.


"Adduh maaf ya aku ga tau gimana kalau sebagai permintaan maafku kita makan eskrim" ajak Elif.


" Boleh juga ayo lah abang mau ya mau" rengek Lily terhadap kakaknya.


" Iya apa apa boleh buat Kakak mau bayar buku dulu tunggu sini jangan kemana mana" jelas Leon.


" Iya sono sono lu" usir Lily ke Leon.


"Eh wait gimana cerita kakak namain kak Leon dengan nama Jono" tanya Lily penasaran.


Elif menceritakan bagaimana Leon saat menge chatnya hingga Elif memberi nama kontak Leon dengan nama Jono. Lily yang mendengarkan cerita Elif Lily tak kuat mehan tawanya hingga suara tawa itu pecah dan Elif langsung membumkam mulut Lily.


"Ada apa ini" tanya Leon yang tiba tibauncul di hadapan mereka dengan reflek Elif segera melepaskan bekapannya dari mulut Lily.


"Ga ada apa apa kok kak" ucap Lily.


"Oh ya yuk kita ke toko eskrim di depan" ajak Elif ke mereka berdua lily yang merasa bersemangat akan hal eskrim.


Sesampainya disana mereka memilih duduk di Luar Lily mesam eskrim vanila, Leon dengan rasa coklat, Elif rasa strawberry.


Mereka menikmati eskrim dengan sangat lahap dan di selingi gurauan oleh Lily yang membuat mereka berdua tertawa.


" Eh kalian tunggu sini biar aku bayar eskrim dulu" ujar Elif.


"Nggak usah aku sudah bayar tadi" ucao Leon.


" Makasih ya aku yang ngajak tapi kamu yang bayar" ucap Elif sungkan.


" Gapapa lah kak, kak Leon banyak duit" ucap Lily sambil tertawa.


" O ya maksih ya aku pulang dulu" pamit Elif.


Setelah Elif berlalu kini Leon dan Lily pulang kerumahnnya dengan mengendarai motor sportnya.


°


°


°


Heheh nungguin ya kapan Lily jumpa ama Taufan penasaran kan......